Menu

 

Kesukaan

 





Audy Jo



Suara 'perkelahian' terdengar dari kamar sebelah. Kamar anak lanang. Hampir setiap hari terdengar. Tergantung waktu luang yang ada. Karena Ananda masih di kampus atau mengerjakan tugasnya.

Memasuki masa remaja, mereka mulai bermain dengan gim yang lagi in. Keduanya berkomunikasi tentang bahan pembicaraan gim yang mereka suka. 

Sebenarnya, Ananda cantik waktu kecil berbeda kesukaan, tetapi saya perhatikan, karena ingin mendekat dengan kakaknya, dia belajar main gim yang disukai kakaknya. Jadilah sekarang mereka bisa mengobrol bareng berjam-jam membahas jagoan yang ada di gim.

Sebagai orang tua, saya dan papanya sudah memberi nasihat untuk bermain yang ada pendidikannya, jadi jangan hanya berkelahi saja, berdarah-darah. Kami tidak suka. 

Tetapi… pasti sebagai orang tua Anda juga merasakan apa yang saya rasakan. Satu kalimat kadang dibalas dengan sepuluh kalimat, hehehe. Anak-anak milenial!

Baca juga : Mie Setan

Teringat ketika anak-anak masih kecil. Permainan yang diajarkan mulai dari memasang balok kayu, menyusun puzzle berbagai rupa. Bermain mobil berbagai bentuk juga mobil yang dilengkapi dengan track balapan.

Saya masih ingat Ananda yang besar, waktu itu menyukai mobil Hot Wheels, Lego, Mini Figur, robot-robotan. Mulai bertambah usia, mulai mengetahui film yang ada di layar kaca. Dora the Explorer, Barney, Dinosaurus berwarna ungu, CD-nya diputar terus-menerus, sampai saya dan papa mengumpulkan film CD-nya. 

Begitu juga dengan Ananda cantik, memilih Little Pony. Mulai dari tas ransel, kotak pensil, dan boneka, semua mau berbentuk seperti Little Pony.

Anak-anak kadang meniru apa yang mereka tonton. Kadang, ketika menonton Superman, mereka bisa mengikat selimut atau kain di leher mereka supaya menyerupai jubah jagoannya. Berlari-lari mengelilingi ruang tamu. 

Kadang seperti jagoan Power Rangers, dengan kustom memakai pedang bisa saling mengadu pedang dengan teman lain. Sebenarnya berbahaya, kadang terpukul tanpa sengaja.

Kadang, di bioskop lagi ramai dengan film jagoan, seperti Superman, Batman, kadang ingin ada suvenir yang mengingatkan betapa para jagoan itu super di mata mereka. 

Baca juga : Kenangan di Perjalanan dengan Kereta Api

Terus saja bertambah umur, kesukaan mereka berubah juga, tergantung saat itu siapa yang menjadi buah bibir di antara teman-teman sekolahnya. 

Pengaruh dunia perfilman sangat besar bagi anak-anak. Seperti Harry Potter, wah… ini memengaruhi para orang tua. Mau enggak mau, harus mendampingi para putra-putri menonton di bioskop.

Karena kami berdua termasuk penggila film yang bagus, jadi enggak salah kalau kedua Ananda menyukai film bagus. Apalagi kalau sudah keluar film dari perusahaan Marvel. Itu tuh…, para jagoan dari dunia komik.

Untuk film buatan dalam negeri, memang tidak terlalu suka. Apa karena zaman sudah berubah ya? 

Zamannya saya ada Unyil, Pak Ogah yang minta cepek. Oh, iya, ada Oshin! Hehehe. Nah, yang setuju dengan saya berarti kita seangkatan. Apa yang menjadi kesukaan Anda? 

Berganti tahun demi tahun, zaman internet sungguh luar biasa. Dengan streaming dari rumah, semua bisa ditonton. Meskipun lebih enak menonton dengan layar lebar, kalau ingin mengirit biaya nonton dan makan popcorn atau burger, lebih baik nonton saja di rumah. Semua dengan layar kaca masing-masing, sudah bisa menonton beraneka ragam film yang beredar.

Mau mengajak anak-anak menyenangi film kesukaan saya, rasanya tergantung pada film apa yang disukai. 

Sekarang, ketika anak-anak sudah besar ke arah dewasa, semua mainan seperti tidak berharga lagi. Kalau dijual lumayan nih menambah kocek  

Baca juga : Caranya Bagaimana, Ma?

Bagaimana Anda Menyesal telah membelikan semua mainan itu? Tentulah tidak ... semua hanya ingin membahagiakan anak-anak.

Ketika berberes mainan, kami meminta izin untuk memberikan mainan untuk orang lain, tetapi jawaban yang diberikan 'Tidak!' 

Terkaget juga, karena mereka masing-masing sayang dengan mainan yang dibelikan ketika mereka masih kecil. Semua masih tertata di lemari, seperti tidak bertuan saja.

Sambil menutup mulut karena geli, saya merasa malu karena kebiasaan mereka tertular dari kebiasaan saya yang suka mengumpulkan barang dan menyatukan satu di dalam lemari khusus. Barang-barang yang saya dapat dari berbagai pesta pernikahan.

Ada yang sama dengan saya? Mengumpulkan pernak-pernik. Aih, cerita melenceng jauh dari mainan anak-anak.

Semua orang tua tentu berharap mereka akan berubah seiringnya waktu, tetapi ... zaman berubah kesukaan pun berubah.

Menurut ahli parenting*, 'Anak laki-laki masih bermain gim sampai berumur 20 tahun, karena masih sering memakai otak kanan, stimulasi otak kiri belum dipakai secara sempurna. Sedangkan anak perempuan kebalikannya. 

Sejauh ini, kami perhatikan semua masih aman-aman saja walaupun tidak sesuai dengan keinginan kami, tetapi kami masih bersyukur atas anak-anak yang menghormati orang tuanya.


Love, Audy


Ref.

*Ayahbunda

https://www.haibunda.com/parenting/20200105190346-60-75140/beda-perkembangan-otak-anak-laki-laki-dan-perempuan-seperti-apa

Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement