Berdiri Bulu Romaku





Iih merinding ....

Dengar suara ini lagi jemput tetangga sebelah. Untuk jaman sekarang suara sirene indentik dengan penjemputan pasien yang kena covid 19.

Bersiaga ..., berati covid dekat dengan rumah kita. Bikin parno, tapi juga membuat kita lebih waspada. 

Yang namanya gerakan 5M protokol kesehatan untuk mencegah  covid harus lebih diperhatikan lagi. Apa sudah benar cara pemakaian maskernya? Cara mencuci tangan bagaimana. 

5M. Apa itu bukan 3M?

Pelengkap aksi 3M ditambah lagi menjadi :

1. Memakai Masker

2. Mencuci Tangan

3. Menjaga Jarak

4. Menjauhi Kerumunan 

5. Membatasi Mobilisasi dan Interaksi 

Dan Sekarang menjadi 6M

6. Menjaga Tubuh, Menjaga Makanan kita.

Dan harus ada Aksi 3T yang hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan pengobatan atau perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut. 

1. Testing

2. Tracing

3. Treatment



Apalagi seperti aku ini mamak ... mamak, yang kalau ada tukang sayur nimbrung ..., aha.

Sekalian ngobrol, aih ... kamu nebak salah. Yang lain ngobrol tapi aku enggak.

Sembunyi di balik pagar deh. Tentu dengan masker dan baju daster hahaha ....

Balik lagi nih cerita ambulans. Pernah dengar ambulans yang standby terus di rumah jalan Bahureksa Bandung. Enggak pergi kemana-mana. Iihhh.. spooky.

Ah malas cerita seram. Bikin enggak bisa tidur. 

Kadang kalau di jalan raya atau di tol, ngebut banget .... Seperti banteng mau nyeruduk sana sini, cepat jalannya. Dalam hati sih bertanya-tanya. Mobil itu kan bawa yang sakit, kenapa musti ngebut. Bukannya kalau nanti ada kecelakaan malah bertambah lama. Ah asumsiku aja barangkali

Apakah pasien yang di dalam ambulans aman-aman saja. Padahal pakai ambulans di jalan raya sudah pasti semua mobil akan mengalah. Kalau ngerti artinya sirene ambulans yaa hehehe 


Love, audy


Perbedaan Suara Sirene Ambulans





Share:

Kamu Mau Jadi Guru?

 



"Buka kamera anak-anak!"

Kalau mendengar perkataan ini, jadi keingat laporan yang diberikan wali kelas tentang masalah anak murid yang terjadi di kelas.




Merasa empati untuk semua guru kalau sudah begini. Seribu satu alasan yang banyak dilontarkan. Salah satunya dari yang tercinta hehehe. 

"Malu, Ma. Jelek nih, mukanya lagi jerawatan."

Atau "Duh belum keramas. Rambutnya berminyak."

Enggak tahu kalau alasan  dari murid yang lain.




Ada banyak alasan untuk tidak mau membuka kamera. Berpikiran positif saja sebagai mama. Ternyata ..., kalau diperhatikan lagi, kalau anak-anak tidak membuka kamera pasti terpecah perhatiannya. Kadang bisa membuka aplikasi lain. Ngobrol dengan teman via chat.

Akhirnya, wali kelas memberikan informasi kepada orang tua supaya anak-anak bisa membuka kamera di Laptop atau gadget lainnya dalam mengikuti pelajaran secara online. Semua mama mendukung.




Gimana caranya memberikan masukan atau perintah kepada anak-anak, sedikit ribet juga.  Menasehati secara perlahan. 

"Harus buka kamera dalam belajar. Biar kelihatan wajahnya yang cantik. Hehehe sekalian dirayu. Nanti kalau di grup mama ... mama, dapat pujian keren dong. Biar mama senang nama anaknya disebut."

Aih ..., itu cerita dari sudut mamanya sang murid yaa ....

Terus kalau mama yang jadi guru bagaimana? Karena sekarang ada sampingan mengajar kelas E-book untuk para penulis. Sebetulnya enggak mau juga menulis tentang diri sendiri yang memposisikan sebagai guru. Cuma karena ada masalah seperti ini jadi membuat sedikit renungan untuk diri sendiri. Kalau pas yang baca tulisan ini sang murid maafkan sebelumnya, karena mengeluarkan sedikit kesedihan.




Semangat tinggi untuk setiap pencapaian yang di dapat. Mempunyai kelas untuk mengajarkan materi yang dikuasai itu sesuatu yang menyenangkan. Senang ... berteman dengan teman baru yang sama-sama mempunyai semangat untuk maju. Apalagi setiap jam untuk sharing materu semua sudah standby di kelas. Walaupun hanya secara online. Tapi rasanya merasa dihargai. Apalagi kalau pas ditanya ada yang menjawab. Berarti semua murid memperhatikan, dan menganggap ada guru yang mengajar di kelas. Ah! Semangat. Terus kalau momen sedihnya ..., pas kasih materi murid enggak ada di kelas. Padahal sudah tahu jamnya untuk standby di kelas. Memang sih muridnya pada pintar. Pasti lebih pintar dari gurunya hahaha. Ah jadi baper.

Sayang sudah bayar tapi tidak dipergunakan kesempatan untuk belajar lebih lagi. Barangkali semua sudah pada mengerti. Berharap sih, tidak ada karma yang terjadi. Huss .... Doa yang terbaik buat anak murid semua yang baik.




Menjaga perasaan susah juga. Mau marah gimana? Berdoa saja untuk semua, supaya ilmu yang diajarkan bisa berguna. Walaupun hanya membaca saja materi yang di share  anak murid bisa mengaplikasikannya di dalam kehidupan tulis menulisnya.



Love, Audy


Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop




Share:

Ampun Jadi Ribet





Belum pernah ngerasani, tangan susah buat ngerobek plastik? Nah, ini yang aku alami, tiga hari seperti orang kalap yang cengeng.



Kok bisa?

Ya bisa, kalau kedua tangan enggak bisa dipakai. Yang satu di infus, yang satu lagi jari manisnya lagi keseleo dan ngilu bekas jarum infus yang bengkak.

Menangis tersedu-sedu? sudah pasti.

Mau minta tolong suster. Ah ..., kayak gitu saja repot. Nangis lagi.

Serasa dunia hanya milik seorang diri.




Sebetulnya semua juga hanya hal yang sepele. Kalau sudah biasa robek-merobek plastik enggak masalah. Masalahnya cuma satu, keadaan waktu itu .... 

Pada saat akan merobek kertas gimana. Kalau lagi badan menggigil sudah pasti bikin jengkel. Apalagi kalau jam makannya mundur sudah pasti bikin kejengkelan yang luar biasa dengan badan gemeteran menahan lapar.

Pernah enggak pas lagi lapar banget ..., trus makanan sudah di depan muka. Semua di segel dengan plastik dan selotip.  Jengkel ...?

Nah itu yang aku alami. Huhuhu ....

Sejak masuk masa pandemi, semua perabotan makan hanya satu kali pakai. Ini juga berlaku di rumah sakit. Yang biasanya makanan di sediakan di piring ceper dan mangkok cantik berwarna putih, sekarang hanya tersedia di dalam wadah plastik. Jadi habis makan buang sendiri ketempat sampah.

Sebetulnya ada rasa sedih juga. Saat lagi sakit semua serba plastik. 

Kecuali gelas minuman, pakai gelas kertas, bisa pakai dua hari lebih. Airnya refil saja terus. kebetulan ... bukan kebetulan ..., aku memang suka air putih hangat. Gelas standby terus, jadi enggak repot panggil suster buat gonta ganti gelas.




"Senang di rumah sakit?"

Macam-macam jawabannya nih:

1. Senang karena orang rumah ga ribet siapin makanan.
2. Senang ada yang rawat
3. Mandi air hangat, kamar mandi bersih karena ada yang bersihin 
4. Duduk aja, makanan minuman diantar.
5. Enggak mikirin apa-apa.


Enggak senangnya:

1. Enggak bisa tidur, rasanya berjaga 24 jam. Takut ada yang nyamper buka-buka laci.
2. Suhu kamar, dingin enggak bisa di kontrol, karena standar rumah sakit. Dan penjaga pasien yang berkuasa.
3. Penjaga pasien bikin sebal kalau sudah jaga malam tapi tidur... ngorok.
4. Pas lagi lapar, makanan belum datang.
5. Mau ke Wc ribet dengan infusan.
6. Enggak leluasa di kamar mandi.
7. Ngadegdeg. Dag-dig-dug 
Tagihan berapa yaa?

Ah! Kalau sudah begini gimana?
Masa sakit ditahan-tahan.
Yuk rebahan.


Love, Audy




Share:

Satu Centimeter Dong!

 



Ceritadiri.com - Keluar rumah sakit sedikit cemas. Terbayang kekacauan apa yang terjadi.

Sebetulnya enggak usah juga berpikiran jelek. Sejak Pandemi semua sudah bisa mengurus rumah, dengan keterbatasan yang ada.

Hubby sudah bisa nyuci, jemur dan semua kerjaan rumah tangga.

Kecemasan Ditinggal Pergi

Kecemasan terjadi karena laporan hubby yang menjelaskan banyak banget cucian ... dan belum sempat dilipat.




Kebayang, sudah berapa lama tidur di rumah sakit. Yang biasanya bagian melipat baju mamanya anak-anak. Sekarang, papanya turun tangan.

Bersyukur untuk segala bantuan yang diberikan. 

Pulang dari rumah sakit semua kelihatan beres. Tutup mata saja dulu.

Sekilas dilirik baju cucian yang sudah kering dilipat dengan rapih.  Ruang tamu ok lah, kamar sedikit berantakkan sudah biasa, kebanyakan barang pernak-pernik  jadi harus dikembalikan ke posisi masing-masing. Biar sesuai selera mama.




Kebiasaan Muncul

Akhirnya, ada tenaga sedikit langsung tangan bergerak. Kebiasaan!

Berberes baju, loh! Lipatan baju besar banget. Jarak antara lingkar leher ke lipatan pundak.

"Kalau lipat ujung baju harus 1 centimeter. Biar bisa masuk lemari. Karena lemari kecil dan baju banyak."

Begini Caranya:

* Taruh jari telunjuk diantara ujung leher baju dan pundak, terus lipat sesuai jarak yang diberi telunjuk. Bingung enggak hahaha. Susah ya berkata-kata sama praktek. 

* Lipat kiri kanan. Kalau sudah jadi lihat besaran kiri kanan sama enggak? Harus 1 centimeter  


Kelihatan Cantik dan Rapihkan?

Tangan sudah biasa bergerak sesuai dengan aturan, apapun yang ada, harus sesuai. 

Barang yang memang ada tempatnya, harus kembali ke posisi mula-mula. 

"Iih! Terlalu perfeksionis!"

Kebiasaan yang membuat nyaman. 

Kalau barang tidak ada pada tempatnya susah. Misalnya: biasa taruh gunting di tempat perkakas selotip, dipakai dan taruh misalnya di lemari buku. Bisa seharian nyarinya. 

Ah hanya mempermudah semua yang berada di rumah. Jadi kalau butuh sudah tahu tempatnya dimana.

Termasuk cara menyimpan baju. Bagaimana mencuci, menjemur, dan yang lagi kita bahas hari ini cara melipat baju ala audy. Hehehe ....

Tips Menyetrika 


Sekalian nih tambahan tips ala Audy Jo.

Sudah tahu kalau sterika pundak baju? 

Meja setrika

Ujung meja setrika

Ujung Meja setrika khusus untuk setrika pundak dan ujung bahu lengan

Kain setrika 

Gambar di atas contoh meja setrika dengan bahan busa. Masih disayang sampai sekarang walaupun sudah berumur 28 tahun pernikahan.

Juga kain batik ada yang berumur 19 tahun dan 22 tahun bekas gendongan anak anak.

Sedangkan kain yang putih rasanya berumur 30 tahunan bawaan dari rumah hubby, lol.

'nd

Setiap barang yang saya punya sampai sekarang masing awet. Semua karena cara penanganan yang benar saja. Bukan karena barang mahal. 

Soo sayangilah barang yang ada, karena kalau beli lagi harga sudah berbeda.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.



Love, Audy


Share:

Mental Health Yang Mengganggu

 



Gangguan kecemasan tanpa disadari membuat ketakutan di diri. Memandang setiap hal pasti berujung kematian.
Share:

Temen Yang Baik Itu









Baru duduk.
 "Loh ! Mama mau kemana lagi?Ga cape, Ma!

Anak-anak bingung! Ini mama dari pagi pergi keluar rumah. Pulang sore, duduk sebentar. Makan malam ... tunggu jamnya yang buka puasa ..., langsung pesen Grab ..., berangkat deh!

Ih! Ceritanya kok enggak sama ama judul  hehehe.

Sebetulnya capek sih, seharian keluar rumah. Capek tapi hati seneng, karena hari ini bisa kumpul dengan teman-teman yang sudah saling mengerti.
Walaupun latar belakang berbeda satu dengan yang lain.

Tapi karena didasarkan dengan hati dan pikiran yg positif  semuanya bisa terjadi.

Pernah enggak dalam perjalanan hidup kita, punya temen ngerti tentang diri kita! Kayaknya jarang yaa. Kadang  kita pikir udah sehati enggak tahunya beda hati.

Kalau menurutku, sebetulnya kuncinya cuma satu deh ! Apa dua yaa๏ค”
1. Saling terbuka atau berpikiran Positif.

2. Kalau ada temen berbicara, dengarkan, begitu juga sebaliknya.  Jangan  minta di dengarkan saja, tapi enggak mau mendengarkan. 

3. Saling Toleransi yaa!

4. Berjanji harus ditepati. Enggak semua orang irama kehidupannya sama. Semua ada kehidupan yang berbeda.

5. Tetap ada batasan, isi dapur jangan sampai dikeluarkan. Kecuali kamu sudah 100% percaya.




Susah-susah gampang yaa! Apa gampang-gampang susah cari temen sehati! 

Kembali lagi deh, nasehat kerennya. Berpikir Positif.


Love, Audy 

    
                  



6 Juni 2018

@audyjo.blogspot.com

Share:

Dua Jadi Satu


 




Berharga ....
Share:

Berani Tidur Tanpa Bantal?




Ceritadiri.com ~ Pernah enggak  merasakan kelembutan  ujung sarung bantal?

Share:

Love U Anak Yang Cekatan

 





Anak yang cekatan. 

Papa dan mama terharu. Kebiasaan dari kecil. Melihat apa yang dilakukan orang tuanya, sepertinya nempel di memori.




Papa yang rapih dalam memilih baju kalau mau ke luar kota dan mama yang apik, cie memuji diri sendiri. Ah, kebiasaan aja. Mama suka teratur. 

Lagi mau tidur d RS dulu nih, perlu baju ganti dan lainnya. Tinggal bilang saja langsung dibereskan sama si kecil 

Surprise juga di antara kiriman baju ada secarik kertas warna kuning yang berisi tulisan Cepat sembuh. Terharu ....


Empati ... simpati ...yang pasti sebagai orang tua bersyukur. Anak-anak mengerti kesulitan atau kesusahan yang sedang dirasakan orang tuanya. 100% mengerti? Tidak juga. Cukup memuaskan. Semua manusia enggak ada yang 100% kelakuannya sempurna.


Bersyukur saja. Anak yang baik.

 Love, Audy

Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop





Share:

Yahhhh Typus!

 


Ya ampun!

Jaga makan seperti edun. Masih juga kena typus. Enggak edun juga kali. Tangannya nakal, enggak bisa diam. Nyomotin makanan yang ada. 




Udah tahu banyak pantangan. Gatel ..., mulutnya pengen rasa.

Alhasil masuk rumah sakit dengan diagnosa Typus.

Lagi jaman pandemi begini masuk rumah sakit itu sesuatu. 

Untung di test Rapid antigen Negatif. Hubby juga Rapid test Negatif. Loh kenapa hubby juga di test? Info yang berlaku di RS yang jaga pasien juga harus di test. Oh! 

Pengen kamar yang sendiri, enggak bisa. Wong asuransi kantor hanya buat sekamar berlima. Ya sudah ... akhirnya ... berlima.

Yang sakit siapa ..., yang ngorok keras siapa.... Gimana sih! Eh bukan hubbyku, tapi penjaga bed sebelah. Kebiasaan kalau aku sakit, kalau bisa ditinggal ... ya ditinggal ... huhuhu sedih juga. Mau tidur rasanya waspada 24 jam hahaha.

Sensasi sakit kalau jarum infus masuk sudah biasa sih dirasakan ..., tapi ... tetap saja suakiiitttt ....

Pasrah ....

Udah kebangun pagi, bertanya sendiri. Tidur enggak ya? Rasanya tidur tapi kok seperti aware keadaan sekeliling. Hihihi suster yang datang untuk tensi bilang, 

"Tadi malam di cek, ibu tidur kok!"

"Oh ya!"

Kadang ketemu siapa saja, dimana saja tetap promosi.

"Kebiasaan nih, Suster! Pagi-pagi buka toko dulu."

"Toko apa, Bu?"

"Toko online, Suster."

"Di Instagram?"

"Iya."

Secepatnya mengeluarkan handphone kasih lihat alamat Instagram, facebook. Ampun!



Love, Audy


Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me






Share:

Kulintang Apa Kolintang ?



Sama saja namanya. 

Rasanya pengen nulis tentang alat musik. Kebanyakan enggak bisa mainin juga hahaha. Paling setengah-setengah semua. 

Gitar Lumayan, piano? Sebelas, Organ? Duabelas. Kulintang? Aih kalau udah bisa not balok semua juga bisa dipelajari. Dan aku suka not balok.

Suka dengerin musik kulintang?  Sekarang sih jarang ada ya? Kecuali nyari nama kulintang baru bisa dengerin suara alat musiknya bagaimana.

Aku sih bawaannya kalau denger musik ini serasa balik ke jaman ibu-ibu Dharma Wanita. Atau sekarang sih lihat oma-oma di gereja. 

Asyik juga kalau denger harmoni antar pemain musik. Seperti pindah ke daerah mana gitu, seperti memasuki demensi lain.

Menurutmu?

Cek infonya yuk!

Kolintang atau Kulintang merupakan alat musik tradisional dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara. 

Kolintang dikenal sebagai alat musik perkusi bernada yang berasal dari kayu.

Kayu yang dipakai, kayu lokal seperti kayu telur, kayu wenuang, kayu cempaka, kayu waru, yang mempunyai konstruksi serat paralel.


Sources:

Wikipedia


Love, Audy


Semoga bermanfaat. Tetap mencintai alat musik Indonesia.


Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop


Share:

Apa sih, Kain Tradisional?







Kain tenun sumba lahir dari kekayaan alam Sumba. Pewarnaan kain Sumba yang menggunakan bahan alami seperti akar mengkudu, serat kayu hingga lumpur serta pemilihan motif yang unik merepresentasikan budaya Sumba yang spesial. Proses pembuatannya bisa memakan waktu hingga tiga tahun lamanya membuat kain ini istimewa. Liputan 6

Membutuhkan waktu 6 bulan sampai 3 tahun untuk pembuatannya.




Kain Tenun NTT adalah kain yang dibuat dari proses menenun oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Tenun sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang pakan secara horizontal pada benang-benang lungsin, biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami. Wikipedia

NTT memiliki 20 kabupaten dan satu kota yang dihuni oleh 15 suku atau etnis tertentu, dengan adat dan kebudayaan masing-masing. 
Kain tenun yang tercipta sesuai dengan ciri etnis yang ada. 

Kain tenun yang sering dilihat biasanya untuk acara pernikahan, penghargaan, untuk tarian.



Ah, enggak enak cerita tentang kekayaan alam Indonesia tapi belum pergi ke daerahnya.

Indonesia dengan banyaknya pulau dan pesona kebudayaan masing-masing daerah pasti mempunyai ciri khas yang di gadang-gadangkan sebagai yang terbaik dibandingkan daerah yang lainnya.

Semua pesona kebudayaan masing-masing daerah sudah pasti keren semua. Masalahnya cuma satu di bagian pemasaran.

Sampai sekarang yang masih dilihat orang adalah kain batik. Enggak tahu juga kenapa begitu. Barangkali kain batik sudah indentik dengan negara Indonesia tercinta. 

Pemasarannya juga enggak main-main. Ada waktu yang ditentukan untuk memakai baju batik.

Tapi kain Sumba sekarang juga tidak kalah pamornya. Masalahnya masih sedikit mahal, disebabkan waktu yang lama untuk pembuatannya.

Pengetahuan kain sumba yang terlintas kebanyakan bercorak binatang. Ada Anjing, burung kakak tua, naga, ayam, kuda yang identik dengan daerah Sumba yang diartikan gesit juga kebangsawanan,

Semoga bermanfaat yaa.




Love, Audy












Source :
Wikipedia
Foto Original


Share:

Kenapa bisa akumulasi?

 




"Istirahat ya, Bu. Dicoba tiga hari obatnya."

"Baik, Dokter."

Pembicaraan sekilas ketika berkunjung ke Klinik Rumah Sakit besar di daerah tempat tinggal.

Akoe : "kenapa saya, Dokter?"

Dok : "Ibu kurang istirahat, jadi akumulasi kecapeannya sekarang. Tidur bisa? Tidur siang?"

Wey ditanya gitu jawabnya, Akoe: "enggak bisa tidur dan enggak tidur siang."

Dok : "Kalau lagi ada asam lambung enggak usah minum sangobion, karena berpengaruh terhadap lambung. Ganti sama bit saja."

Akoe : "sejak diangkat empedu jadi susah kebelakang, Dok."

Dok : "iya pengaruh karena empedu yang menstimulasi otak untuk BAB."

Akoe : "pantesan."

Dok : "makan buah naga merah saja kalau lagi enggak bisa BAB."

Akoe : "suka ada sensasi panas, terus keringatan,Dok. Apa ada pengaruh dari hormon juga?"

Dok : "bisa jadi, vertigo bisa pengaruh dari hormonal. Sangat berpengaruh. Tapi tetap harus dicek hormonalnya ke dokter kandungan untuk lebih akuratnya."

Akoe : "baiklah terima kasih, Dok."

Dok : "minum harus minimal 2 liter ya, Bu. Kalau bisa pakai termos sendiri, biar tahu sudah berapa liter yang diminum. Anjuran untuk satu keluarga yaa. Bapak juga! Makan buah bit, sayuran hijau, banyak istirahat. Sepertinya ini dulu. Kita lihat tiga hari lagi."

Akoe : "baik, Dok."

Hubby : "tuh kan! Akumulasi."


Love, Audy


Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me







Share:

Keluarga Tidak Selalu Sedarah



Ceritadiri.comRasanya hati  ini terharu banget .... nonton "Chronicle of a blood merchant- Family isn't always blood".

Share:

Pengen Peliharaan?

 




Ceritadiri.com ~ Ada 33 jenis kucing di seluruh dunia.
Share:

Daun Benalu Penolak Bala





Mistletoe

Tanaman Parasit yang mengambil nutrisi dari inangnya, buah dan bijinya lengket sehingga meningkatkan peluang bijinya terbawa hewan (burung) yang memakannya untuk hinggap di tumbuhan lain.


“I don’t wanna miss out on the holiday, but I can’t stop staring at your face. I should be playing in the winter snow, but I’m be under the mistletoe” – Justin Bieber, Mistletoe


Berhenti dulu ah ..., nulis daun-daunan bukan bidangku hehehe.

Suka nonton film romantiskan? Apalagi waktu masuk hari natal. Banyak yang memasang daun ini diatas rumah-rumah pada malam natal sebagai hiasan penolak bala juga sebagai simbol kesuburan dan kehidupan. Coba saja lihat sewaktu musim dingin, tanaman lain daunnya pada rontok, tanaman ini tetap hijau segar.

Muda-mudi yang melintas di bawahnya boleh berciuman.  Tradisi ini sebetulnya hanya untuk penolak bala, tetapi sekarang  disalah artikan ke arah romantisme dan ciuman saja.



Love, Audy

Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop


Share:

Kecantikan Sebenarnya





Ceritadiri.com  ~ Sudah lama enggak nonton film Korea.
Share:

Bagaimana Kabarnya Payung Geulis?

 



Masuk awal tahun biasanya hujan turun terus menerus. Apalagi masuk masa tahun baru Imlek. Banyak hujan banyak rejeki yang akan didapat. Kata ahli fengshui yaa. Bukan kata aku.



Ngomong-ngomong soal hujan, pasti enggak bisa lepas dari namanya payung. Ya iyalah temannya hujan hehehe. 

Kalau jaman sekarang payung banyak banget modelnya. Mulai dari bentuknya kecil  sampai yang lebar bentuk atasnya.  

Untuk yang senang bergaya sewaktu hujan ada juga model khusus. Misalnya yang biasanya standar warnanya hitam menjadi bening transparan. Jadi kelihatan wajah pemakainya.




Cerita soal payung nih aku mau cerita jaman dulu tentang payung yang cantik. Kalau sudah dibilang cantik sudah pasti untuk yang cantik-cantik.



* Ada yang namanya Payung Geulis atau payung Cantik. Tahu enggak dimana bisa kita ketemu sama payung geulis ini?

Payung Geulis terdapat Kota Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat dan merupakan Maskot Kota Tasikmalaya.

Pada jaman penjajahan Belanda tahun 1925 Kota Tasikmalaya menjadi tempat tinggal  favorit dan berlibur untuk para noni Belanda.




Pada tahun 1926, Payung  Geulis menjadi salah satu aksesoris yang dipakai oleh noni Belanda dan para mojang Tasikmalaya sebagai alat peneduh dari teriknya matahari.

* Kenapa disebut Payung Geulis atau payung cantik?

Dari pemilihan warna dan penggambaran di mahkota payung kebanyakan bergambar bunga-bunga yang menjadi ciri khas estetika kecantikan.

* Rangka Payung:

Terbuat dari Bambu dengan bentuk:

- Bola-bola bawah, bola-bola atas, usuk, sanggah, dipalinting benang dibagian mahkotanya. 

Dirangkai dan dipasangi kain atau kertas yang di bentuk. 

Ujung payung dirapikan dengan menggunakan kanji. Agar menarik, rangka bagian dalam diberi benang kasur warna–warni.

* Payung Geulis mulai jayanya pada tahun 1926 sampai dengan tahun 1955. Setelah itu menurun dan mulai terkenal lagi tahun 1975.



* Ada 2 bahan Payung Geulis :

1. Bahan Kain

Bahan ini kalau di Indonesia jatuhnya lebih mahal. Kalau yang kertas lebih murah.

2. Bahan Kertas.

Peminat dari luar negeri lebih menyukai bahan kertas karena dianggap lebih mahal daripada kain.


Untuk jaman sekarang payung Geulis hanya menjadi aksesoris yang biasanya di taruh di depan pintu. Sebagai souvenir atau aksesoris untuk mempercantik sebuah foto.



Love, Audy

Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop



Share:

Kenal Mongolia?







Kenapa kalau nonton Mulan kebayangnya orang Mongol ya?

Menurutmu gimana? Apa saya salah persepsi? Hehehe
Share:

Apa Kopi itu?




Ceritadiri.com ~ Tempat yang sunyi : rahasia sensorik yang membuat kopi lebih nikmat dari sebelumnya.

Share:

Buletin My World

Indonesia Website Awards

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri
Kehidupan pribadi yang penuh cerita, baik suka maupun duka. Rasa marah atau senang yang perlu ditulis. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil hikmahnya. Berbenah diri selalu.

Cerita Lain di Blog

Isi Email - Untuk Cerita Terbaru via Email

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Audy Jo

Audy Jo
Moms like to write, all about life, family and others related to life. Mentor Online Class for Women.

Ebook Audy Jo


Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

AJPena Jasa

AJPena Jasa
Buat Ebook Dan Blog