Mau Belajar Setiap hari?

 


Perlu Belajar Setiap Hari - Kompasiana

Berpacu dengan waktu, kalimat yang sering di share, ke teman-teman terdekat kalau mereka bertanya,"kenapa mau jadi penulis?"

Kadang jawab seadanya saja,"suka saja!"

Berpikir ulang juga sering dilakukan, setelah terlontar kalimat tersebut. Seperti enggak ada tujuan saja. 

Menjadi penulis enggak secepat itu juga, masih butuh proses. Untungnya di wadah tempat saya belajar, Indscript Creative  tercinta banyak kelas-kelas pembelajaraan yang bisa  diikuti. 

Apalagi sekarang ada pembelajaraan baru via You tube yang dilakukan oleh Teteh Indari Mastuti, Ceo dan Founder Indscript Creative. 

Salut buat beliau, enggak pernah capainya memberikan pembelajaraan buat para perempuan. Keren ih!

Jadwal setiap sore, pukul 16.00 Wib biasanya ada sharing live pembelajaraan tentang dunia bisnis.



APA INVESTASI TERBAIK DI MASA KRISIS





Lihat juga: 100 JUTA DARI WHATSAPP




Sebagai penulis, bisa juga dikaitkan dengan pebisnis. Karena apa yang kita tulis tujuannya bisa dibaca banyak orang. Tentu memerlukan tehnik khusus untuk melobi para pembaca.

Yang namanya berilmu bisa darimana saja. Yang penting, "kosongkan gelas", untuk menerima pembelajaraan yang baru.


Love, Audy Jo 

Reff:

Indscript Creative 

Indscript Bussineswomen University 


Jangan lupa subscribe yaaaa



Share:

Perlu Minum Banyak atau Sedikit?

 




Minum banyak atau sedikit saat minum obat?

"Harus banyak minum!" Kalimat dari satu orang, "biar lancar ginjalnya. Katanya sih dari informasi biar enggak mengendap di ginjal."

Dari informasi lain, "minum tuh sedikit saja, seteguk gitu. Jangan banyak-banyak. Nanti buat kembung!"

"Dari dua pernyataan di atas, kira-kira yang mana menurut Anda yang benar?"

Menurut saya, dua-duanya bisa juga dipakai. Kalau dipikir secara umum. Kembali lagi standar minum yang dianjurkan 7-8 gelas sehari sudah bisa membuang residu obat dalam tubuh dengan catatan ginjal Anda dalam keadaan baik.

Minum secara banyak bisa melancarkan gerakkan tablet atau kapsul dari mulut, ke Perut.

Kadang ada yang menelan tablet  secara langsung. Kebiasaan ini tidak baik dan biss menempel di langit-langit mulut yang menyebabkan rasa pahit.  

Air juga melancarkan tablet sehingga tidak tersedak ditenggorokkan.

Pernah dengar dari saudara saya, kalau ibunda beliau minum obat pakai pisang, karena tidak tahan dengan pahitnya obat yang dimakan. 

Minum air putih berlebih juga tidak baik karena kalau malam hari,  akan sering ke "kamar mandi". Jadi kalau tablet yang diminum malam  ditukar ke pagi barangkali lebih baik.

Tadinya, setiap malam saya minum obat yang sudah harus rutin setiap hari dengan air segelas penuh. Dengan harapan yang saya minum cepat larut dan keluar. Ternyata yang ada, malah tidak bisa tidur nyeyak, karena harus sering ke kamar mandi.

Lelah dan juga mengantuk di pagi harinya. 

Sekarang, karena saran dokter yang menangani saya, minum obat hanya seteguk atau secukupnya saja. Ternyata, betul juga frekuensi ke kamar mandi jadi berkurang.

Kebiasaan minum banyak yang dilakukan malam hari, diganti ke pagi, dan siang hari. Minum banyak saya lakukan sampai sore saja.

Sebetulnya, berharap dengan minum air putih yang banyak, wajah dan kulit tidak cepat keriput dan tetap awet muda.Lol.

Itu sih, hanya seijin Tuhan Yang Maha Kuasa saja yaa. Ah! Siapa tahu, daripada tidak melakukan apa-apa, ke salon mahal jadi cari cara yang mudah dan tidak mengeluarkan biaya, minum air putih saja yang penting bersih dan matang.

Love, Audy

Reff:

Kanal Liputan 6

Lifestyle Okezone

Pic. pixabay publikdomainpictures

Cek Tulisannya di Kompasiana

Share:

Membedah Diri Sendiri





Membedah Diri Sendiri



"Sepertinya senang menulis ya?" Begitu kira-kira pertanyaan yang sering dilontarkan setelah melihat tulisan saya dimedsos.

Biasanya saya jawab dengan kalimat standar, "Iya betul"

"Bagus gambarnya."

Saya merasa seperti di awang-awang dengan banyaknya pujian yang ditunjukkan.

Selain saya sebagai penulis, mengajar cara membuat Ebook, membuat konten video, juga penunjang penulisan seperti Canva, aplikasi gambar harus saya kuasai.


Baca juga : cara membuat Ebook

Semua saya pelajari dengan otodidak. Hanya karena penasaran! Semua saya pelajari tanpa bantuan orang lain. Pertanyaan dan jawaban biasanya saya tanya ke "Mbah Google"

Sebagai mentor kelas penulisan Ebook kadang merasa apa yang lakukan masih belum maksimal.

Barangkali kurang untuk iklannya, atau lebih sulit dimengerti apa yang saya materikan.

Melihat mentor kelas lain yang bersemangat, membuat sedikit iri di hati. Saya enggak mau munafik- lah.

Barangkali rejeki orang enggak pernah tertukar.

Masih bertanya dalam hati, "apasih mentor itu? Apa dengan coaching?"

Kalimat yang kadang diucapkan berulang kali oleh Ceo Indscript Creative Indari Mastuti. Salah satu mentor saya yang sangat saya idolakan. Dari beliau arah penulisan saya menjadi lebih baik, dan banyak perjalanan penulisan saya dimulai dari kelas penulisan yang beliau ajarkan. Seperti membuat penulisan solo, antologi, sampai penulisan Ebook yang sekarang saya tularkan kepada perempuan lain.













Beliau sebagai pemerhati perempuan, yang rajin memberikan ilmunya, keahliannya untuk memajukan semua perempuan. Walaupun kegiatannya banyak, tapi beliau masih ada waktu menambah ilmu untuk diri sendiri.

Mentor dan coaching rasanya hampir mirip sama-sama mengajar. Kalau dari kamus bahasa Inggris, mentor artinya pembimbing sedangkan coaching artinya pelatih.

Dalam mentoring terdapat evaluasi, sehingga peserta bisa meningkatkan kemampuan mereka dan belajar dari kesalahan yang telah lalu. Mentor mengarahkan peserta ke arah masa depan yang lebih baik. Sementara coaching, manfaatnya adalah untuk membantu Anda berpikir kreatif dalam mengembangkan ide untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Jadi setiap masalah dicari solusinya oleh diri sendiri. Coaching hanya memberikan pertanyaan apa yang harus diri kita lakukan, sehingga menemukan solusi sendiri.

Kalau yang saya tangkap, dari tulisan di atas, mentor sudah menetapkan tujuan, dan langkah yang harus dicapai," begini loh caranya!" Sedangkan coaching, lebih banyak bertanya, "tujuan kamu apa? Sudah ada ide untuk mencapai tujuan kamu?"

Setiap orang memang perlu menggali bakat di dirinya sendiri. Apa dia termasuk seorang mentor atau coaching. Rasanya saya mulai memilah-milah memori yang ada, bagaimana sebetulnya pengajaran yang pernah dilakukan, dan akhirnya saya melabelkan diri saya hari ini, sebagai seorang mentoring.

Entahlah kalau "jam terbang" saya sudah tinggi, barangkali bisa berubah. Siapa tahu!




AJ

Love, Audy Jo




Cek Tulisannya di Kompasiana




Share:

Sekeping Surga di Sumatera Utara Blog Competition Kompasiana


Sekeping Surga di Sumatera Utara



Heritage of Toba, sekeping surga yang Tuhan titipkan di Sumatera Utara. Dengan alam yang membentang dari sudut manapun sungguh mempesona. 

Share:

Menarik Nafas lebih Dalam, Mendapat Ketenangan




Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.



Sudah dapat ide permainan apa yang akan ditulis.

Sudah review juga, tiba-tiba ... mba idenya sudah ada yang buat. Maaf harus dirubah karena beliau sudah daftar duluan.

Waduh! Mendadak. "Kapan ya duluannya? Kok enggak pernah lihat.

Ya sudahlah, cari judul permainan lain. Sambil berpikir kira-kira permainan apa ya? 

Rasanya sudah hampir semua menulis permainan yang ada waktu kecil.

Ikut enggak, ikut enggak. Rasanya mau mundur aja. Rasanya, tiba-tiba yang namanya freeze terasa benar. Tidak bisa berpikir. Akhirnya tarik nafas, tenang ... tenang.

Oh, Google .... Inilah teman setia dikala susah atau senang jari akan cepat mencari sesuatu. Akhirnya apa yang dicari dapat. 

Berpikir pola apa yang akan dipakai dalam penulisan. Ah akhirnya selesai juga. 

Yang mau dibagikan itu dari pengalaman hari ini. 

Apa yang menjadi tekanan kalau diterima dengan tenang pasti dapat jalan keluarnya. Bisa berpikir apa yang harus dilakukan.

Semangat buat diriku.



Love, Audy 

Cuap-cuap Akoe



Share:

KELAS PEREMPUAN GRATIS



๐Ÿ“•KELAS PEREMPUAN๐Ÿ“•





Selamat Pagi Miss Semua ....

Belajar tidak mengenal usia.
Mau muda ataupun tidak muda.
Selama Tuhan masih memberikan kita kesempatan. Pergunakan waktu dengan baik.

Sesuatu yang baru bisa menambah pengetahuan kita.
Yang belum tahu, ayo belajar tahu.
Susah? Semua yang pertama itu susah, apalagi tidak mencoba melakukan.

Miss sudah kenal Ebook?
Tempat bertanya Ebook
Gunakan kesempatan mengenal EBook yuk!

Love, Audy

Sharing Kelas KeNal EBook

#kelasperempuan
#indscriptbusinesswomenuniversity 
#mentor



 

Share:

The Power of Emak-emak


"Berhenti menulis Blog?"

Hahaha enggaklah!

Nih, tulisan yang dimunculkan! Ada beberapa tulisan yang dibuat dan di share di platform lain. Jadi tulisan di personal blog tidak dipublikasikan.

Hari ini, tulis menulis lebih santai. PR menulis "CERNAK", cerita anak sudah selesai. Apalagi yang sangat menguras tenaga dan pikiran penulisan di platform Kompasiana. 

Event yang diadakan Kompasiana tanggal 15 September kemaren seru banget! "Blog Competition, Heritage of Toba".

Dalam hati berani ikut kompetisi hahaha. Diberanikan saja, sekalian belajar mengenal daerah lain di Indonesia.

Mencari referensi, dengan membaca dari Google, Wikipedia.  "The Power of Emak-emak", bertanya pada teman perempuan.

Rasanya, data-data yang didapat sepertinya cukup, dan mulailah menulis.

Kerjaan emak-emak stop sampai sini? No!

Seperti hari ini, hadir di dua kelas. Walaupun materi yang dibagikan sama, tetap saja memutar otak. Memberikan ilmu yang terbaik untuk kelas. Berharap apa yang dibagikan bisa bermanfaat dan bisa ada ide yang dapat muncul.

Sayang ilmu yang sudah di dapatkan tidak dibagikan. Walau memang tidak semua ilmu dibagikan. Namanya juga berbisnis dalam Pendidikan hahaha sedikit geli di hati.

Selesai sharing, cooling down untuk melanjutkan sesi zoom kelas penulisan CERNAK, cerita anak, yang sekarang masuk dalam pembahasan review naskah.

Semoga siang ini lancar. Lancar internetnya. Setiap pukul dua siang biasanya suka "freeze" internetnya. 



Love, Audy

Cuap-cuap Akoe


Share:

Cara Membuat E-Book



"Keren, Mbak!"

"Go Internasional, nih!"

Share:

Gebrak Meja Sebelum Kenyang




"Gebrak Meja Sebelum Kenyang" 

Kalau membaca judul tulisan bikin geli sendiri.

Rasanya setiap makan harus "Kalau membaca judul tulisan bikin geli sendiri.

Rasanya setiap makan harus "marah dulu" begitu kira-kira kalau diartikan secara umum. Tetapi dalam arti sebenarnya, memang harus digebrak dulu sebelum makanan diantar.

Aneh tetapi nyata.

Sudah makan soto apa saja? Rasanya dari kecil makan soto itu menjadi tradisi kalau ibunda malas masak dan yang ikut makan banyak.

Soto favorit biasanya yang bening. Kalau jaman muda dulu ada tempat favorit di suatu supermarket terkenal di Gedung BIP Bandung. 


Setiap habis belanja biasanya ibunda suka ngajak duduk makan soto bening. Isinya cuma suiran ayam, telur dan kerupuk udang. Kalau suka jeruk nipis tinggal peras jadi sedikit asem dan segar. Nikmat banget. 

Jadi kalau diajak belanja sudah pasti tunjuk tangan mau menemani bunda belanja, dengan harapan setelah belanja makan soto yum-yum.

Sudah lama ga mampir kesini. Apa masih ada enggak ya?

Kuliner yang terkenal di gedung BIP makanan cepat saji Texas Fried Chicken. Sayang sudah enggak terdengar.

Sampai sekarang cari kuliner soto yang sama dengan yang di gedung BIP Bandung enggak ketemu.

Buat soto di rumah juga enggak sama rasanya. 


Kebiasaan bikin soto di rumah biasanya hanya berisi suiran.ayam, belahan rebusan telur, soun, daun bawang selderi yang diiris halus, kerupuk dan yang paling paling cepat habis kwntang goreng.

Kentang goreng paling top dengan soto bening biasanya dibuat mirip persegi jadi enggak besar potongannya. Hampir seperti keripik tapi di bagi 2 deh. Dibuat kecil biar dapatnya banyak.

Kebiasaan itu menurun. Walaupun pindah daerah mengikuti suami favorit soto enggak pernah berubah. Kecuali untuk jaman sekarang sudah tersedia bumbu sachetan dari indofood. Rasa enggak terlalu pas dengan lidah. Tetapi kalau mau cepat, apa boleh buat.

Kalaupun datang malasnya, biasanya beli saja.

Soto di sini terkenal dengan gebrakannya. Nama sotonya juga unik. Soto Gebrak.

Sudah pernah makan Soto Gebrak?

Tempat makan soto kesukaan enggak jauh-jauh dekat rumah. Kalau di BSD terletak di ruko Versailes Serpong. Tempat di sini sudah terkenal dengan soto gebraknya.

Soto dengan kuah bening kekuningan bisa dicampur dengan perkedel, atau sate lilit atau paru yang ditusuk dengan lidi, yaa seperti sate juga hehehe. Dari semua yang paling enak campurannya menurut aku sih pakai emping. Iihh! Berliur!

Sambil menulis makanan di waktu jam makan siang itu tantangan hahaha. Air liur sudah berkumpul tetapi tulisan harus cepat selesai, supaya bangun dari khayalan karena soto tidak ada di meja makan. Digantikan dengan menu tumis kangkung, tempe bacem dan ikan goreng.

Soto favorit keluarga menjadi makanan andalan kalau lagi malas masak. Apalagi kalau lagi banyak keluarga yang datang. Makanan dengan porsi banyak tapi murah. Tinggal pesan atau makan saja di tempat.

Yang menjadi masalah besar itu suara menggelegar yang terjadi di kedai soto membuat suka deg-degkan ga karuan.

Kalaulah suara gebrakan bisa diprediksikan hati ini bisa bersiap-siap. 

Setiap fokus teralihkan tiba-tiba "gebrakkkk!" meja dipukul,rasanya hati ini melayang, mental jauh keluar.

Lebih baik pesan soto via telpon atau melalui aplikasi saja kalau tidak kuat dengan gebrakan botol di meja.

Enggak boleh marah nih kalau makan di sini, namanya juga soto gebrak dan yang pernah makan di sini semua ambil resiko untuk terkaget-kaget.

Jadi kalau ditanya pada saat perut lapar pilih makan kenyang atau jantung berdebar-debar?" Jawabannya ...?


 


Love, Audy

Ceritadiri.com 

Cuap-cuap akoe

Share:

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas






Hampir saja terlewatkan pertemuan orang tua murid dengan sekolah yang diwakilkan kepala sekolah dan para guru.

Terlalu asyik dengan dunia sendiri. Dunia penulisan. Sebagai mentor kelas E-book banyak yang ingin dibagi dengan teman-teman yang baru. Membentur persoalan yang ada. Bagaimana caranya untuk tidak mengumbar technical cara pembuatan E-Book.  Kasihan kelas yang berbayar.

Apalagi hari ini badan seperti lelah banget. Barangkali efek dari vaksinasi kemaren sore.

Enggak tahu gimana bisa tersadar kalau ada janji pertemuan dengan sekolah.

Dengan kondisi badan yang kurang fit masih bisa bersyukur karena ada suami yang menemani. Bisa berdua hadir melalui zoom untuk bertemu dengan para guru. 

Pertemuan kali ini membahas tentang PTMT pembelajaraan Tatap Muka Terbatas.

Pertanyaan yang diajukan " Apakah sebagai orang tua mengijinkan anaknya masuk sekolah.

Sekolah sudah mendapat ijin dari Satgas covid 19. Dari dinas pendidikan juga.

Masalah yang ada apakah orang tua setuju atau tidak. 

Karena yang dimaksud bisa hadir di sekolah dihitung dari  25% dari jumlah orang tua yang setuju.

Semoga apa yang dicanangkan pemerintah bisa berjalan baik. Anak-anak bisa masuk sekolah dengan kebiasaan yang baru. Bukan mama enggak setuju anak-anak sekolah online di rumah, tetapi kalau bisa bersekolah mama di rumah bisa ada waktu istirahat untuk tidak mengomel setiap hari. Lol.


Love, Audy

Ceritadiri.com



Share:

Bersusah Payah Dahulu

 



Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.



Bacaan ini juga di Kompasiana



Seperti mengejar apa aja.

Hampir beberapa bulan ini, sejak dapat hasil "nilai biru" setiap tempat vaksinasi di datangi. 

Walaupun begitu enggak semua mau di masuki. Dilihat saja dari jauh, kalau lihat antrian panjang ga jadi vaksinasi.




Kalau umur masih muda enggak masalah. Antri berjam-jam. 

Emang malas antri?

Dengan kondisi sekarang memang malas antri. Apalagi bertabrakan dengan jadwal makan. Enggak bisa sembarangan menguyah sesuatu.




Ada takaran, ada waktunya. Jadi selalu berharap ada tempat vaksin yang kosong. Kalau enggak ada masalah sudah pasti tempat vaksinasi dimanapun dijabani.

Dan lagian harus bisa vaksinasi dengan si kecil yang berumur 12 tahun.

Akhirnya kesempatan itu datang juga.

Ceritanya tuh keponakan cewek vaksinasi ke 2 dari sekolahnya. Mamanya cerita kalau mau vaksin hari minggu sore. Disuruh datang ke Grand Eastern. Oh ok. "Memang bisa langsung?" Enggak tahu juga, infonya begitu kata beliau. Ya sudah sambil mengiyakan info tersebut, sambil berharap info yang didapat benar.






Pas hari H nya, datanglah aku dan suami berkunjung ke tempat yang sudah diberitahukan. 

Ternyata! Jadwal baru esok senin dimulai jam 08.00 pagi. Sedikit kecewa. Tetapi ya sudah.

Hari kedua berarti hari senin, datang lagi pagi hari. Ternyata wah antrian panjang banget. Hampir gagal lagi. 

"Coba tanya, Pa!" Bertanya dengan petugas yang ada. Bagaimana cara untuk ikut vaksinasi.

Ternyata yang antri memakai link yang dapat dari gereja. Jadi beberapa gereja dijadikan satu. Dapat info disuruh datang pukul 14.00 siang. Ya sudah! 

Setelah zoom yang diadakan salah satu mentor di IIDB grup telegram, berangkat ke tempat vaksinasi. Duh lewat dari pukul 14.00 kekuatiran sedikit melanda.

Sesampainya di tempat vaksinasi, wahh ... sudah kosong! Bagaimana ini. Nah kalau sudah begini pepatah Malu bertanya sesat di jalan. Malu bertanya gagal vaksinasi lagi.

"Langsung saja, Pak. Ke lantai 3."  Di lantai 3 bertemu petugas yang mendata diri. 

Asyik, akhirnya bisa masuk.




Ditanya riwayat kesehatan bla..bla.. cek tensi, keluarkan surat yang nilai kesehatan berwarna biru.


Setelah disuntik menunggu di area observasi, dan melaporkan kalau sudah di vaksinasi. 
Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan surat keterangan dan jadwal selanjutnya vaksinasi ke dua. 

"Asyik banget nih surat keterangannya, Ma!" Seru suami. Karena beliau tidak mendapatkan info keterangan langsung sesudah di vaksinasi di tempat lain. Jadi hanya mendapatkan seperti sebuah buku vaksinasi.


Akhirnya ... ketakutan hari ini terlewatkan.
Pas lagi penulisan ini ada kekuatiran juga karena sedang merasa-rasa "apa yang sedang terjadi di tubuhku?"

Eits ... masih besambung ceritanya.

Ternyata!

Suami memberitahukan kalau vaksinasi ini untuk anak 12 tahun+ bisa! 

OMG

Anak bungsuku tertinggal di rumah. Enggak menyangka kalau ini bisa diperuntukkan untuk anak remaja. Kalau dilihat dari banner ditulis dari 18 tahun.

Soo dengan kekuatan yang ada kami berdua menjemput si kecil. Di Whatsapp  untuk mempersiapkan diri secepat mungkin.

Kenapa buru-buru?

Info dari panitia tutup pukul 16.00. Sedangkan di jam tangan sudah pukul 15.30. Kalaulah mobil ini bisa terbang, dalam hitungan detik sudah sampai di depan rumah menjemput si kesayangan.

Butuh waktu untuk pulang pergi 20 menit. Sesampainya di tempat vaksinansi pukul 16.20. 
Berharap semua masih ada. Ternyata "Puji Tuhan" masih bisa.




Akhirnya kesayangan papa mama bisa juga di vaksin.

Ada beberapa momen dari kesayangan yang mama abadikan. 



Cek tensi.



Persiapan di suntik. Diberi alkohol

Posisi disuntik 1


Suntikan yang diberikan. Wajah biasa aja. Good job girl









Akhirnya aku dan si bungsu sudah di vaksin,  artinya kami sekeluarga sudah di vaksinasi walaupun belum selesai ke tahap 2.

Betapa untuk memulai lebih susah dari orang lain. Mulai dari pindah domisili dari daerah panas ke tempat dingin. Adaptasi dengan cuaca ekstrem, kebiasaan makan, tidur yang berbeda.

Salam sehat. 



Love, Audy







Share:

Tolong Enggak, Enggak Tolong

 




Bacaan ini juga di Kompasiana


Ah ga sopan dan pantas mau foto orang yang lagi berbaring bergelojotan atau kejang-kejang seperti merengang nyawa.

Ceritanya bermula ketika mampir ke toko di daerah perumahan. Toko serba ada atau Mini market dengan nama yang terkenal.

Oh iya cerita tentang mini market dulu nih. Dulu ada mini market yang kurang terkenal berdiri di sini. Enggak tahu juga ceritanya bagaimana. Mini market yang lama ditolak di perumahan ini. Isu yang terdengar karena tidak ijin dengan yg ada di perumahan dan menyalip toko kecil yang dibuat koperasi. Aih enggak ngerti juga sih perbisnisan retail.

Akhirnya ... tutuplah "dia" diganti dengan mini market yang terkenal.

Senang juga ada toko serba ada di perumahan. Kenapa? Rumah jauh di bukit, perlu waktu untuk ke daerah " bawah" untuk berbelanja keperluan harian. Walaupun tetap harus ke toko serba ada yang lebih besar atau Supermarket untuk mendapat barang yang dibutuhkan.

Ya sudah begitu cerita tentang toko serba ada yang bikin dunia menjadi menyenangkan.

Tadinya malas mau turun karena sudah mandi. Kan jaman pandemi ini setiap habis keluar rumah, kembali ke rumah harus mandi bersih. Kalau enggak di protes sama pak boss. Lol.

Ijin dulu pak boss enggak turun dengan perjanjian sampai rumah enggak keramas hehehe ... dingin ....

"Ya sudah, Papa turun dulu belanja!"

"Iya." Sambil melihat raut muka suami yang seperti kaget melihat sesuatu di belakang samping kiri mobil.

Menoleh dong ke kiri melihat arah yang dipandang suami.

Ohh! Ada sesosok lelaki yang tergeletak di parkiran mobil di samping kedai mie bakso. Dikelilingi beberapa orang yang memperhatikan laki-laki yang berbaring di tanah berdebu.

"Tiba-tiba bergelojotan nih!" terdengar seruan seseorang. 

"Sakau sepertinya."

Banyak yang menduga-duga sambil memperhatikan.

"Duh bagaimana ini!" Ketakutan melanda tiba-tiba. Takut tiba-tiba diminta pertolongan suruh mengantar ke rumah sakit. 

"Munafik jadi orang!" Apa boleh buat enggak suka cari masalah apalagi dijadiin masalah.

Akhirnya meloncat keluar mobil, sambil berteriak ke suami, "ikut, pa!"

"Kok ketakutan?" Kata suami.

"Malas kalau duduk di mobil, tiba-tiba ada yang ketuk, "tolong antar orang ini kerumah sakit, bu! Hiiii!"

Flashback mengingat ketika masih kuliah ingin menolong orang, tapi dituduh aku dan adik-adik menabrak orang yang berbaring di jalan. Jadi sedikit tabu menolong orang yang tidak dikenal. Kalau menolong orang yang dikenal ada juga sih. Seperti yang mau melahirkan. Ampunnn ... kalau ingat peritiwa ini. Merinding.

Sambil mulai berbelanja memperhatikan sekeliling. 

Lelaki yang tadi kolaps sudah duduk di depan toko serba ada. Walaupun sepertinya belum sadar 100%. Untung ada temannya yang menemani.

Cepat-cepat kabur dari sini.

"Rasanya kok aku merasa sedih ya, pa? Kalau sebagai mama melihat anak seperti itu. Gimana kalau mamanya tahu. Sedih banget pastinya." Naluri keibuan tiba-tiba berbicara melihat kesakitan yang terlukis dibadan.

Sore yang kelabu.



Love Audy

All About Me

Cuap-cuap Akoe 


Share:

Menjadi Lebih Baik?

 



"Ampun 4 hari skip nulis di Blogger."

"Kemana aja bu?"

"Enggak kemana-mana sih!"

Pertanyaan sendiri dan dijawab sendiri. Begitu kira-kira kalau diri ini ada dua rupa. Yang satu si pemalas dan yang lain si rajin.

Menulis masih terus walaupun tidak sepanjang seperti di blogg.  

Apalagi sekarang didaulat menjadi seorang mentor kelas ebook dari Indscript Bussineswomen University rasanya banyak yang perlu dibuat. Mulai dari materi, banner kelas, menawarkan kelas sampai mulai mencari reseller untuk jual kelas.

Semua adalah hal baru yang harus dilakukan. Tapi siapa takut.

Selain jadi mentor bisa juga menjadi leader dan reseller. Semua dipelajari satu persatu. 

Sebetulnya sedikit lelah kalau semua dikerjakan. Enggak fokus. Memang lebih enak ngajar, walaupun suka jualan juga.

Pas hari H PTL banyak juga yang ikut kelas perkenalan E-Book. Semoga semua lancar.


Love, Audy

Cuap-cuap Akoe 



Share:

Yang Hangat di Udara Dingin

 


"Makanan yang Bikin Nagih"

Ceritadiri.comPernah enggak kepikiran, "Kenapa kalau bakso atau yang berkuah panas paling enak makan di Bandung?" 
Share:

Skoliosis Apa Itu?




Mencuri perhatian nih tulisan di depan. Penasaran apa sih Scoliosis?

Nambah ilmu darimana saja. Yang di depan mata bisa nambah ilmu juga hehehe. Yang tadinya enggak tahu, jadi tahu.

"Yuk coba perhatikan sekeliling,  siapa tahu ada yang bisa sobat share."







Apa sih Skoliosis?

Lengkungan di samping tulang belakang. Skoliosis paling sering terjadi selama percepatan pertumbuhan sebelum pubertas.

Membutuhkan diagnosis medis

Kebanyakan kasus adalah kasus ringan dengan sedikit gejala. Beberapa anak mengalami deformitas tulang belakang yang menjadi lebih parah saat mereka tumbuh. Skoliosis parah bisa menyakitkan dan melumpuhkan.


Orang mungkin mengalami

Area nyeri: punggung
Juga umum: kelainan bentuk fisik,
miring ke satu sisi, otot tegang
atau pinggang tidak sejajar

Perawatan:

*Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan Seringkali, perawatan tidak diperlukan. Terkadang diperlukan penopang/brace atau operasi. 

*Perangkat: Penopang tulang punggung

*Bedah : Transplantasi tulang dan Fusi tulang belakang

*Perawatan diri : Latihan fisik

*Terapi : Peregangan otot


Semoga bermanfaat.


Love Audy


Share:

Pilih Kotor atau Bersih


Pilih Kotor atau Bersih


Enggak boleh pelihara kucing. 

Huhuhu ....

Kecewa tentu saja. Sudah di janjikan dari tempat tinggal lama di daerah BSD.




Yang janji papanya anak-anak, hehehe. Kalau mamanya mau hewan yang gampang dan selalu bersih. 

Binatang apa yang paling bersih? 

Tentu saja ikan. Kenapa bersih? Ya iyalah kerjanya mandi terus. Hehehe lol.



Baca juga: Namakucing Menggemaskan 


Sudah lama enggak main ketempat jual ikan. Lupa dimana tempatnya. Cuma karena mama mau gunting rambut jadi keinget kalau di dekat salon ada tempat jual ikan.

Lihat tempatnya dari luar kayaknya seru deh di dalam. Masuk kedalam banyak juga sarana untuk akuarium. Pernak-perniknya. Seneng deh kalau lihat ikan dengan fasilitas keren, bersih. Yang pasti harga berbeda. 

Baca juga: Pilih Kotor atau Bersih


Pemasaran yang Baik Itu ....

"Mas, coba tambah ikannya?" Yang ditanya jawab dengan tidak ramah.

"Ikannya nanti mabuk karena airnya baru." 

Sedikit bingungkan, saya pembeli mau nambah ikan alias beli. Kok dijawab ketus. Apa saya salah bicara? Perasaan saya enggak pernah ketus kalau bertanya.

Kalau dilihat dari jawaban si "mas", dia sepertinya malas mengambil ikan yang lain.

"Jadi enggak boleh beli?" Jawaban pedas saya keluarkan. Sepertinya si "mas " sadar, kalau jawabannya membuat saya marah.

Berbagai omelan dalam hati, saya tahan supaya tidak "muncrat" keluar. Bisa berantem deh di toko ikan. Sedangkan saya dan suami senang berkunjung ke tempat ini. Dan rencananya pula ingin mengajak anak-anak main ke tempat kesenangan.kami berdua.

Ah, salah makan apa ini si "mas".

Berputar lagi mengelilingi  akuarium yang banyak untuk mencari lagi ikan yang kecil.

Ada yang mahal, sayang juga baru pertama beli kalau  mahal. Takutnya sudah beli malah mati. Karena belum ada persiapan akuariumnya.


'nd

Akhirnya ... 

Dapat peliharaan yang bersih, tiap hari mandi.

Anak-anak senang dapat mainan baru. 

Sekarang posisi alias penempatan akuarium ada dikamar anak bungsu.

Semoga bisa menjadi daya tarik yang kuat pengganti gadget yang tak pernah lepas dari tangan.

Mengalihkan sejenak kepenatan karena belajar secara daring.




Love, Audy

All about me


Share:

Ketemu Healthy Food

 


Ceritadiri.com

(2/9/21)

Pagi tadi.

Share:

Caranya Bagaimana, Ma?

 


Semoga ANAK-ANAK lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya; dan ANAK-ANAK perempuan kita seperti tiang-tiang penjuru, yang dipahat untuk bangunan istana!
Share:

Buletin My World

Indonesia Website Awards

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri
Kehidupan pribadi yang penuh cerita, baik suka maupun duka. Rasa marah atau senang yang perlu ditulis. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil hikmahnya. Berbenah diri selalu.

Isi Email - Untuk Cerita Terbaru via Email

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Audy Jo

Audy Jo
Moms like to write, all about life, family and others related to life. Mentor Online Class for Women.

Ebook Audy Jo


Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

AJPena Jasa

AJPena Jasa
Buat Ebook Dan Blog