Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Tinggal Klik, Semua Informasi Terbuka, Sudah Coba?

 



Ceritadiri.com ~ Apakah, sama pikiran semua mama di dunia?

Share:

Busana Nasional Perempuan Indonesia



Pic Audy Jo Family Fashion


Ceritadiri.com - Membaca infografik yang disungguhkan salah satu media informasi, tentang busana nasional perempuan Indonesia, seperti mendapat ide untuk membuat tulisan blog hari ini.

Share:

Hari Gini Masih Mager?





Ceritadiri.com - Mengapa ada ular di taman eden?

Share:

Benarkan Posisi

 




Tidak terasa sudah melewati setengah bulan saja di bulan ini. Apakah karena banyak waktu yang dipakai di rumah saja? Jadi tanpa terasa melewati hari demi hari?

Beberapa hari ini, masih mengatur posisi duduk, tegak lurus, berbaring.

Ditemani bantalan panas yang bisa dipeluk atau disandarkan ke punggung atau perut.  Panas, jadi harus dilapisi kain lagi supaya hawa yang ada tidak terlalu panas.

Bersyukur masih bisa olah raga jalan pagi sebentar, walaupun di pertengahan kembali pulang karena panggilan alam.

Beruntung, kalau Sist masih muda dan senang berolah raga. Di umur senja pasti tidak akan ada banyak masalah.

Selamat menikmati berkat kesehatan yaa, selalu bersyukur.


Love, Audy

Share:

Ke Depan





Seperti halnya orang yang berjalan. 


Wajah atau muka harus menghadap ke depan. Enggak mungkin berjalan ke depan wajah melihat kebelakang.


Begitupun saat kita merencanakan sesuatu, semuanya untuk target ke masa depan benar?


Sudah buat Target?


Yang penting buat dahulu setelah itu banyak berdoa. Percuma buat target tetapi enggak minta bantuan sama yang punya hasil akhir.

Share:

Samar-samar Tingkatan Tetap Ada






Arogansi Tetap Ada

Enggak waktu masih jaya saja, sudah pensiun arogansi itu kadang masih terlihat.

Apakah aku juga seperti itu?

Entahlah, tergantung siapa yang melihat.

Enggak munafik sih, yang namanya tingkatan di masyarakat itu tetap ada, walaupun terlihat secara samar-samar. Kecuali memang masih dinas dalam pekerjaan.  Struktur tingkatan masih berlaku. 

Karena sudah menjadi kebiasaan yang sudah biasa. Apalagi cara penghormatan terhadap yang lebih tua. Kepala harus selalu menunduk sedikit ke bawah. Enggak bisa tengadah kalau berbicara, entar dikira mau ngajak berantem.

Kebiasaan  Baik Harus Dimulai  

Kebiasaan menghormati sudah menjadi kebiasaan yang biasa di Jepang. 

Setiap anak-anak harus berbicara dengan menundukkan kepala, sedangkan di Indonesia berjabat tangan saja sudah cukup

Ojigi merupakan salah satu budaya masyarakat Jepang untuk memberikan salam sekaligus rasa hormat kepada orang lain. 
Biasanya masyarakat Jepang melakukan Ojigi dengan cara membungkukkan badan yang menandakan rasa hormat terhadap orang lain atau lawan bicara.

Walaupun, dengan perbedaan masing-masing, tetapi dengan satu tujuan untuk menghormati orang lain.

Setiap negara memang berbeda cara memberikan rasa hormat. 

Tetapi memang tidak salah juga kita bisa memperaktekkan kesopanan dari negara lain di dalam masyarakat. 

Apalagi di masa Pandemi seperti ini, cara sopan santun ala Jepang lebih banyak dipakai. 

Yang biasanya bertemu kerabat yang lebih tua mencium tangan, sekarang dengan jarak satu meter hanya menundukkan kepala kadangkala sambil menempelkan tangan di dada.

Susah juga kalau tanpa kesadaran bersama masih tetap memeluk dan mencium, karena sudah menjadi kebiasaan bertemu antar keluarga seperti itu. 

Eits,  sebetulnya itu kebiasaan budaya barat ya cipika cipiki. Selama, yang di cipika cipiki mau menerima ga masalah. Ya iyalah ... yang muda pasti takut menolak. Jadi, yang lebih tua haruslah bijaksana juga.

Pembelajaran yang didapat setiap adat istiadat, atau kebiasaan tidak bisa semuanya diikuti. Disesuaikan seja dengan diri sendiri, dan juga lihat lingkunganapakah bisa menerima kebiasaan lain. Apalagi "rasa kebarat-baratan."





Love, Audy 


Reff

Share:

Tuaian Baik



Perempuan yang berhasil tidak dilihat dari jagonya dia berjualan atau dari berapa banyak uang yang dapat dihasilkan.

Tetapi Perempuan yang bisa disebut berhasil kala seluruh keluarganya bisa diurus dengan baik. Anak-anak berhasil di dalam perjalanan kehidupan mereka.

Tetapkan langkah untuk masa depan, mulai dari sekarang untuk tuaian nanti.

~ Audy Jo




 

Share:

Hobby Penyemangat

 




Entahlah, lagi lelah karena banyak alasan, mood kurang bersahabat. Meriang hilang timbul bikin malas juga. 

Menghentakkan kaki untuk membangkitkan semangat. Enggak bisa loyo ayooo semangat.

Sudah pasti yang terdekat mulai mengeluarkan geramannya melihat kebandelan yang terjadi, hehehe kartu kuning kemerahan.

"Ngerem mendadak" kayaknya ga bisa. Slowly,slowly.

Kemaren malam ada zoom dari Canva Affiliate, belajar buat konten masuk Pinterest. 

Hampir kelupaan, untung alarm pengingat  berbunyi. Nah, ini salah satu yang buat "kegeraman" lainnya. 

Alarm pengingat, berbunyi hampir setiap jam. Kadang yang tercinta semua pada "Mama!" Hahahaha

Ber-zoom ria dengan para Affiliate Canva asyik juga. 

Kemaren belajar cara membuat konten dan di upload ke Pinterest.

Sudah lama kenal Pinterest, tapi enggak dekat. Kalau ada perlu saja buka Pinterest. 

Mau buat konten dan perlu photo yang pas, baru cari di sana. Buanyakk banget photo cantik di sana.

Kemaren baru sedikit dapat pengertian tentang Pinterest.

Kebanyakan MedSos juga kadang mual hahaha. 

Enggak bisa semua diisi konten. 

Ya Sudahlah nikmati saja!



Love, Audy

Share:

Mawar dan Penjahat Putih.



Ceritadiri.com ~ Keributan terjadi di perkampungan Mawar. "Mawar kuning sudah melahirkan!" 

Begitu teriakan pagi ini yang menghebohkan semua penduduk.

Sebetulnya kehebohan tidak pernah terjadi. 

Mawar kuning terkenal di kampung karena sudah lama mengidamkan keturunan yang belum pernah didapat. Akhirnya, setelah bertahun menunggu, hari ini adalah yang spesial.

Sejak kecil Mawar kuning diajarkan untuk menerima keadaan. 

Masa pertumbuhan dilalui dengan penderitaan. Semua dilakukan supaya bisa menjadi diri yang cantik. 

Penjahat putih kadang datang mengganggu di dalam perjalanan dia berkembang. 

Ketika kuncup-kuncup anaknya muncul kadang tidak kuat menghadapi serangannya 

Untunglah dia hidup di perkampungan  ada yang menjaga dari si penjahat putih itu.

Kadang perih ketika serangan itu datang. Dan harus rela diambil segala kebanggaannya sebagai Mawar kuning si cantik, idola di kampung. 

Sebagian daun penutup dirinya harus rela di petik untuk membuang para penjahat yang menempel di daun. 

Setiap hari harus bermandikan percikkan obat untuk mematikan penjahat putih. 

Akhirnya, pengorbanan yang sudah dilakukan berakhir bahagia.

... muncul anak-anak cantik mawar kuning.

**

Berani Berkorban

"Mau menjadi luar biasa, perlu pengorbanan?"

Kalimat barusan bisa juga kita ganti dengan ... kalau mau kaya, perlu ... kalau mau cantik, perlu ... kalau mau kurus, perlu ....

Semua pakai kata nyambung, perlu!

Semua perlu pengorbanan.

Pernah lihat bunga mawar? Setiap pucuknya akan berkembang, pasti didatangi hama atau kutu yang warna putih. 

Perlu pengorbanan bunga untuk dibersihkan. 

Ada dahan yang penuh kutu kita potong, kita semprot dengan obat anti hama. Barulah bisa berkembang dengan cantik.

Tanaman Kaktus pun begitu. Siram dengan sedikit air pasti akan bertumbuh cantik.

Begitu pun dalam kehidupan kita, banyak pengorbanan yang perlu kita lakukan. 

Sebagai Mama apa sih yang tidak kita perbuat untuk anak-anak kesayangan kita.

Sebagai Mama yang bekerja, ah ... banyak yaa pengorbanan yang harus dilakukan. 

'nd

Semua yang dilakukan untuk kebaikkan dan impian yang ingin dicapai.

"Adakah impian yang belum tercapai?"



Love, Audy


Share:

Goreng ganti Kukus, Mau?





"Minyak goreng masih langka?"

Heboh minyak goreng langka kayaknya masih jadi bahan pembicaraan dimana-mana. Masih jadi cerita bersambung kalau di rumah.

Untuk sekarang ini, bersyukur sudah bisa beli di koperasi atau di Indomaret dekat rumah. Kalau butuh beli kalau enggak, yaaa enggak usah. Mengutip kalimat, "Kok, gitu aja repot" dari Alm Gus Dur, kayaknya tepat nih kalau bahas seperti ini.

Sekilas dengar di ..., ada tokoh nasional bicara, "ibu ... ibu memang ga ada cara lain selain menggoreng? Kan bisa dikukus, direbus kalau masak!"

Karena beliau tokoh nasional, tentu ada netizen yang pro dan kontra.

Enggak nyangka juga sih ada jawaban beragam yang dilontarkan di MEDSOS. Misalnya, jawaban yang diberikan, "Kalau goreng kerupuk diganti rebus kerupuk memang bisa! Atau goreng tempe pakai rebus tempe! Kasihan dong, para penjual gorengan. Semua dagangan direbus atau dikukus semua!"

Jadi geli sendiri dalam hati, mendengar jawaban dari netizen. Ada benarnya juga. Dua-duanya benar. Memang susah kalau sudah bicara selera. Apalagi gorengan yang dimaksud, juga sebagai mata pencaharian sehari-hari.

Menebak kelangkaan minyak goreng sepertinya berhubungan dengan masa masuk di bulan puasa dan sebentar lagi lebaran. Biasanya harga melonjak tinggi.

Mengutip catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata minyak goreng kemasan bermerk I di pasar tradisional seluruh Indonesia adalah Rp 20.450/kg pada 15 maret 2020 konversi ke liter minyak goreng Rp. 17.996/liter. Sekarang, setelah Harga Eceran Tertinggi (HET) diberhentikan, "para" minyak goreng naik tajam. Kemasan 1 liter rp. 23.900 dan kemasan 2 liter menjadi 47.800. Walaupun tidak sama harga diberbagai tempat.

Kalau mau memikirkan harga melonjak sepertinya dari dulu saya tidak akan membeli minyak goreng buat masak. Jadi sedikit tidak ambil pusing dengan harga yang ada. Memang tetap cari harga yang termurah, seperti diskon atau promo di setiap swalayan.

Kadang ketemu merek yang entahlah, kok tiba-tiba baru ada. Kayaknya kesempatan dalam kesempitan buka "lahan" jualan minyak goreng. Suka takut juga dengan merk yang kurang dikenal.

Pagi tadi, lagi masak tiba-tiba Ibunda nyamperin di dapur, "Dy, tahu enggak merk "ini" ternyata jelek loh! Yang bagus yang "itu", terbuat dari 'kelapa'. Jadi kalau pilih jangan yang dari 'kelapa sawit'."

"Iya betul, tapi yang dari 'kelapa' harganya dari dulu aduhai. Mau beli dulu suka pikir dua kali. Jadi ngakalinnya, minyak mahal untuk menumis saja. Kalau gorengan banyak pakai minyak sawit yang murah tapi bagus. Sampai segitunya menyiasati cara pakai minyak goreng di dalam rumah tangga.

Kalau untuk menu sih, sesuai anjuran dokter sudah harus masak rebusan atau kukusan. 

Pertama sih tidak terlalu dirisaukan. Setelah beberapa bulan dengan menu tanpa minyak goreng, akhirnya nyerah juga. Setiap makan pasti mulai datang rasa mualnya. Jadi, sedikit nakal tidak mematuhi larangan nasehat dokter.

Setiap hari menu yang dibuat harus ada menu lauknya. Seperti Ananda di rumah, setiap hari harus ada menu gorengan yang tersedia. Kalau tidak ada bikin enggak semangat mau makan.

Nasehat sih sudah disampaikan. "Kalau makan gorengan bisa nyeri tenggorokannya. Jadi detoks saja ya."

Tetap jawaban, "ga enak, Ma!"

Ya sudahlah, pakai dengan bijaksana.

Minimal tiga kali pemakaian minyak bekas, setelah itu dibuang.

Bagaimana di rumah ibu-ibu? Apa ada kiat khusus?



Love, Audy Jo

Reff:
Kompasiana
Google




Baca Juga Kompasiana


















Share:

Sini Sini Beli




Soal sadar lingkungan, enggak belanja online saja. Belanja offline, sepertinya sama juga. 

Pemakaian kantong plastik masih dilakukan.

Kadangkala sadar akan keberadaan kantong plastik.

Tetapi tempat sampah di rumah memerlukan wadah untuk mengumpulkan kotoran yang akan dibuang. 

... Nah, tentu kantong plastik bekas belanja dipakai  lagi.

Belanja membawa kantong belanja sendiri, adalah salah satu yang bisa dilakukan. 

Masalahnya kalau belanja lebih banyak dari biasanya kantong belanja yang ada, tidak bisa mengakomodasi seluruh belanjaan. 

"Benar enggak?"

Sebetulnya dengan membawa kantong belanja menjadi irit belanja hehehe. 

... Ternyata salah!

Mau belanja, ya belanja saja.

Apalagi kalau ketemu yang lagi promosi.

... Uhuuui ... borong deh!

"Ada enggak  resi belanja selain kertas?"

Rasanya belum pernah terima bukan kertas resi belanja. 

Nah, yang seperti ini, berapa banyak pohon yang sudah ditebang?

Di masa pandemi seperti sekarang ada keuntungannya sendiri.  

Belanja via online lebih disukai karena pusat perbelanjaan banyak yang tutup. 

Memerlukan barang tidak usah mengantri. Lagian kan pemerintah mengeluarkan kebijaksaan pengetatan perilaku masyarakat. 

Diharapkan, pandemi cepat berlalu


Berpikir dengan belanja online, pasti lebih irit dalam keuangan.

Ahhh, ternyata salah!

Malah lebih boros. Sedikit-sedikit belanja. 

Apalagi di rumah saja. Tampilan cantik di layar handphone tak tertahankan,  memanggil-manggil minta dibeli.

"Sini ... sini ....!"

"Sudah borong apa hari ini?"



Love, Audy

Share:

Paket, Bu!





Saling Berlomba Memberikan Penawaran Yang Menarik


Paket, Bu!

Belanja Online jadi booming karena adanya pandemi. Disalah satu sisi sepertinya menjadi pemborosan karena telunjuk cepat bergerak memilih barang yang bagus di layar telpon genggam, benar enggak?

Rasanya kasihan atau gembira ya? melihat bapak kurir pengantar paket bolak-balik mampir kesetiap rumah. Kadang pagi, siang sore atau ke malam. Iya, mereka ada jadwalnya. 

Masalahnya si penerima paket enggak ada di rumah. Sedangkan kalau dari sisi banyaknya paket yang diantar tentu ada kompensasi yang bisa didapatkan. Nah! kasihan atau senang?

Baca postingan teman di facebook bikin geli karena hal yang sama baru saja terjadi.
Ada yang teriak paket di depan pagar rumah. Enggak ada reaksi dari dalam rumah. Semua sibuk dengan urusannya masing-masing. 


Baca juga : Tetangga Baru 

Padahal yang teriak kencang juga.

"Paket JNE. Siang bu!"

Tetap tidak ada reaksi. Aku pun diam saja. 

Lah! Kenapa musti clingak-clinguk keluar jendela. Enggak ada nama yang disebut sama yang antar paket.

Kebiasaan pengantar paket datang setiap hari hanya untuk tetangga depan rumah atau tetangga samping. Dari pagi sampe sore biasanya datang motor antar paket. 

Tetangga depan rumah, keluarga kecil dengan dua orang anak balita dan seorang nenek. Kalau dilihat keluarga ini hampir setiap hari belanja online. 

Baca juga : Paket, Bu!

Kepoin Tetangga

Informasi yang didapat selain Kepala keluarga bekerja di bank di kota, istri mempunyai usaha berjualan produk baju. Kadang aliran keluar masuk paket terlihat dari rumah depan atau beberapa paket dari online shop. 

Kebiasaan pak kurir barang suka berteriak di depan rumah karena nenek yang menjaga cucu kurang baik pendengarannya. 

Sama juga dengan tetangga di samping rumah, banyak juga belanja online. Jadi sudah biasa melihat kurir paket barang dengan nuansa baju merahnya mampir. Iyaa kurir dari JNE sepertinya sudah biasa terlihat di perumahan sini.




Kirain Buat Tetangga

Jadi kalau ada yang teriak "paket!" ya pasti untuk mereka. Kasihan juga kurir yang antar paket hahaha.... Lama memanggil. Baru deh ada ide baru sepertinya. 

"Bu Audy Jo. Ada paket!"

What! Namaku disebut. Hahaha paket buku pesanan datang.

Aduh pak !

Baru dapat ide yaa memanggil nama pemilik paket.

Panik, karena masih memakai baju tidur. Hihihi apa boleh buat. Jalan sambil menunduk menghalangi posisi badan. 

Untung bapak pengantar paket berdiri lebih rendah dari pagar. Jadi penampilan pembantu tidak kelihatan. Ampun memalukan.

Kenal Perusahaan Pengiriman Barang

JNE atau nama resminya PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, perusahaan yang berpusat di Jakarta ini bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik. Sudah cukup lama berdiri dari tahun 1990. Sebagai perusahaan yang kompeten sudah pasti tidak ada masalah dalam hal pengiriman paket ke daerah mana saja.

Mencari kantor cabang terdekat juga tidak sulit karena sekarang hampir disetiap sudut kota sudah banyak kantor cabangnya.

Beberapa produk dari JNE yang ada sangat membantu dalam pengiriman barang, dokumen dan jasa lainnya tersedia tinggal bagaimana pilihan apa yang mau dkirimkan. 

Apalagi dengan sudah tersedianya aplikasi yang bisa di download dari play store membuat lebih mudah lagi untuk mengecek produk dan waktu pengiriman paket. Semua terpantau dengan aplikasi.

Sedikit saja sih mau keluarin unek-unek dengan pengalaman yang pernah ada. Pernah menemukan biaya pengiriman berbeda kantor satu dengan yang lain. 

'nd

Walaupun akhirnya menemukan kantor JNE yang pas di hati. Susah juga memilih perusahaan pengantaran lain, karena sudah terbiasa dengan si merah ini.

Semoga, paket kiriman cepat sampai rumah ya, Pak!



Love, Audy


Share:

Memoar







Perjalanan hidup kadang perlu dituliskan sebagai pembelajaran bagi para pembacanya. Tidak semua sama alur hidupnya.

Kadang sebagai manusia merasa diri sudah paling terpuruk. Ternyata dengan membaca buku seperti Memoar ini, baru tersadar, "ternyata aku mengeluh untuk hal sekecil ini!"

Iya, masih banyak tekanan berat yang dialami orang lain.

Menangis adalah salah satu obat, selain menulis yang bisa membasuh luka di hati. Nah, maka begitulah fungsi air mata yang Tuhan sudah berikan untuk umat manusia.


Baca Juga


Rasanya kalau mau diceritakan banyak yang ingin dikeluarkan. Salah satunya seperti ini. Tulisan ada di Blog. Disimpan, untuk suatu saat kelak menjadi bahan bacaan untuk di share ataupun menjadi sebuah Ebook.

Selagi orang di rumah masih memperhatikan, begitu pulah sang kekasih, tetap semangat yaa mengarungi hidup. 




Semoga, tulisan di buku Memoar menjadi inspirasi para perempuan di luar sana dengan keluhan "aku ga bisa apa-apa"


Tetap semangat


Love, Audy


#audyjo #writer #penulis #memoar #biography

Share:

Bertahan Untuk Yang Gratis

 




Lelah sudah pasti dengan segala prosedurnya, tapi apa boleh buat. Hari ini membawa putri kecilku ke dokter gigi.

Pertama kali mencoba BPJS di Bandung, setelah beberapa tahun di BSD. 

Pertama kali datang dulu ke Klinik Surya Sumirat, yang ternyata dirujuk ke Faskes selanjutya,  dikarenakan tindakan yang diambil lebih rumit.

Jadilah belajar mengenal rumah sakit yang lain. Seperti sekarang ini mencoba Faskes yang lebih tinggi.


Yang biasanya kalau berbayar semua cepat penangananya, sekarang harus kesini, kesitu karena semua ada prosedurnya.

Ke bagian informasi dulu daftar, terus di fotokopi surat rujukan dari Faskes pertama Surya Sumirat. Setelah daftar di Informasi berlanjut ke bagian penerimaan pendaftaran khusus untuk diarahkan ke dokter yang dituju dan mendapatkan nomer antrian. Menunggu untuk dipanggil sesuai dengan nomor antrian.

Ternyata Dokter datang pukul 10.00 lewat, Pasien masuk satu persatu. Lamanya menunggu antrian.

Pukul 10.00 waktu makan snack, biasanya makan apel. Menunggu lagi ampun ... masuk ke waktu makan siang belum dipanggil. Akhirnya beli nasi bungkus dan bakso yang ada di seberang rumah sakit. Maoam di mobil bertiga. Susah dong makan di dalam rumah sakit. 

Sempat ketiduran karena udara dingin AC mobil yang dinyalakan setelah beberapa jam di mobil kepanasan.

Akhirnya, pukul 13.30 bersiap masuk ruangan. Psst ada cerita sedikit. Bla ...bla.. ga boleh bu upload di medsos simpan di Galeri saja. Mau tahu cerita serunya blogpri aja hehehe bahasa baru apa ini.


Akhirnya, selesai juga jadwal ke dokter gigi. Berlanjut putri kecil yang sudah tidak kecil lagi minta beli perlengkapan dalam perempuan. Keren bayar sendiri dia hahaha. Mama pura-pura enggak lihat. 

Selesai memberi sogokkan chatime, Pulang! Serunya.


Ampun! Luar biasa hari ini.



Love, Audy



Share:

Nulis Bareng

 



Kadang kalang kabut kalau ada yang bertanya, "nulis apa sekarang?"
Jawabnya bingung. Karena yang ditulis banyak hehehe. 

Ada nulis di blog dengan berbagai tema. Beberapa antologi juga sedang dibuat.



Seperti nulis bareng di batch 15,16,17. Judul yang ditawarkan menarik hati, karena lebih ke emosi untuk keluarga.

Setiap cerita yang dibuat sudah pasti membuat air mata menderai.

Menanti dengan sabar untuk terbitan buku Antologi berikutnya.

Dikeheningan subuh adalah yang terbaik untuk menuliskan sebuah cerita. Mengikuti kelas nulis bareng batch 15, 16,17 membuat mata ini perih. Rasanya deraian air mata tak tertahankan. Serasa kembali mengulang masa indah itu. 

Setiap tulisan menjadi warisan kelak. Bisa dibaca ulang.

Ah, sedikit melow pagi ini setelah menulis Surat Untuk Putraku.

Nantikan yaa. Dijamin meleleh


Love, Audy


Share:

Belajar Soft Selling

 



Jualan lama yang masih berjalan, sekarang nongol lagi hehehe.

Berjualan secara soft selling, harus banyak bercerita. Masalahnya sudah bercerita pada baca aja ga ada yang beli hehehe. Apalagi kalau lihat harganya. Ihh! Dimana-mana juga harga berbicara. Ada sparkling emasnya nih!

Belajar memperkenalkan produk dengan poster di Canva seru juga. Jadi tambah pelajaran deh cara menjual produk dengan cantik.

Semoga jualan tambah laris manis yaa.
Pakai parfum biar wangi untuk menyenangkan keluarga, khususnya buat yang tercinta❤





Love, Audy 

Kelas Canva ABCD Batch 22
Tugas ke 7
Desain poster produk dengan Reflections Effect

Share:

Nyeri Yang Bikin Curhat

 



Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.




Nyerinya kambuh lagi ...

Sudah lama nyut nyut nyeri di sisi sebelah kanan. Rasanya di tempat empede deh! Padahal empedu udah diangkat loh!

Pengen rasanya ke Emergency karena BPJS tutup kan hari minggu! 

"Coba kurangi minyak dulu!" kata hubby.

Dicoba kurangi minyak enakkan sih ga sakit.


Hari berikutnya, coba makan roti dengan gorengan telur. Enggak pakai minyak, tapi pakai mentega. Kata hubby sih dikit kok menteganya.


Nah, setelah itu mulai nyeri dikit. Ihh! Di atas meja makan ada kiriman kue. Itu loh, kue yang berlipat-lipat yang banyak fatnya. Kayaknya yummy. Coba ahh! Dikittt aja! Yummy.

Rasa yummy terpuaskan. Karena sudah tidak merasa sakit, tangan mulai bandel mencoba kerupuk yang terbuat dari nasi kering.


Mulai melilit lagi. Ampun ga bisa tidur deh. Akhirnya hari minggu pagi pengen ke emergency tapi malas. Hubungi dokter ditempat lama. Nunggu balasan chat lama.

 Tiba-tiba kepikiran adik sepupunya suami yang dokter. Biasa basa-basi dulu, kasih info baru minta tolong. Akhirnya diberi resep. Ada sebahagian resep yang memang sudah ada di kotak obat.

Minum obat anti nyeri akhirnya ... lebih baik.

Rasanya seperti roler coaster.

Tersedu sedu udah pasti. Sedih. Tapi bisa juga melewati hari ini.

Ayooo Audy semangat. Peluk erat untukmu. Love you Audy.


Love love

Share:

Belajar Menjadi Mentor Yang Baik




Tetap yaa isinya nulis. Nulis ga usah bagus kok! Nanti.diajarin nulis standar aja. 

Enggak bisa dibilang nulis itu jelek yaa ... karena semua harus berlatih terus.

Di kelas Ebook atau buku digital enaknya kalau nulis salah bisa dihapus. Walaupun sudah terbit bukunya. 

Namanya juga digital gampang hapusnya.

Mulai tahun 2022 ada tambahan ilmu baru dalam bidang Photography yaa,  biar berani ikutan Challenge Photography yang banyak di Instagram.

Sudah daftar buat tgl. 1 - 3 Januari?

Begitulah kira-kira iklan dari kelas Ebook yang dibuat untuk jadwal bulan Januari 2022. Lebih banyak ke penulisan, khususnya menulis di Blog.

Ada juga tambahan belajar photo. Bersyukur banyak mengikuti kelas online dari tahun kemaren. Terpaksa enggak juga sih. Karena pandemi yang terjadi jadi banyak di rumah.

Mengisi waktu dengan yang berguna daripada banyak menonton drakor. Walaupun masih menonton tetapi presentasinya tidak besar. Menonton juga perlu karena menambah referansi untuk penulisan cerita menjadi Ebook.

Senang saja menulis untuk dijadikan warisan.

Sebagai Mentor kelas menulis berharap semoga semua murid menjadi pandai membuat Ebook dan bisa menjadi Ebook yang bermanfaat juga. Semoga yaa.


Love, Audy

Share:

Teman Satu Visi Belum Didapat

 



Mencari teman yang satu visi ternyata tidak mudah.

Sudah membuat Flyer ngajakkin yang mau bantu "tidak ada suara" kecuali di kelas ebook yang berbayar.

Pertanyaan dalam hati apakah sesulit itu?

Ah, semoga bukan yaa hanya pada belum tertarik.

Trus! Apakah berputus asa? Ehee nope!

Masih bisa dihandle sendiri dong! Sebetulnya gampang mengurus seperti ini. Beruntung background dari Sekretaris jadi sudah biasa underpressure heemmm tulisan disambung enggak yaa?

Kadang menulis suka menduga duga bemar enggak ini cara penulisannya. Tapi sampai sekarang belum ada yang koment alias silent Hihihi kayak silent in the Lamb. Apalagi itu!

Ah, cari terjemahannya sendiri. Peace ...

Oot deh!

Sampai saat ini tgl. 30 Desember belum ada info jelas yang mau membantu. Kecuali ada dua orang yang sudah menulis di GForm. Masalah yang ada mereka belum selesai buat Ebooknya.

Semoga teman yang satu visi bisa didapat yaa ... berharap.



Love, Audy

Share:

Bom Waktu Setahun Sekali



Baca Juga di Kompasiana

Mendekati hari lebaran suka bikin deg-degan, karena seperti tahun sebelumnya ART pasti sudah berganti. 
 
Kadang sudah dibaikin malah enggak kena sepertinya.  
 
Kok rasanya lebih banyak keluar uang kalau tiap lebaran. Mulai dari membeli bahan kain, kue-kue dan lain sebagainya alias mempersiapkan sogokkan supaya ART bisa balik lagi kerja di rumah. 
 
Kenapa sih ngomong begini, kayaknya suka enggak rela. 
 
Udah dari baru datang sebagai ART , diajarin, diarahkan segala macam keahlian supaya bisa sesuai selera dengan keinginan keluarga. 
 
Entahlah apa karena aku punya indera ke enam, jadi kadang tahu ART mana yang cocok dengan keluarga. 
 
Biasanya bulu kuduk suka berdiri melihat cara kerjanya. 
 
Maksudnya kalau cari pacar sepertinya nyambung kalau lagi bicara. 
 
Kalau ada  ART, kerjaan sebagai ibu rumah tangga menjadi lebih mudah. Olah raga pagi bisa dilakukan tanpa ada gangguan. apalagi rumah cepat bersih dan pekerjaan rumah tangga lainnya beres. sehabis olah raga bisa bersantai sejenak dan setelah itu bekerja secara online, ahh hidup menjadi lebih mudahhh 
 
pengennya memilih ART tuh yang umur enggak usah muda banget dan ga tua juga. tapi pada prakteknya gak bisa seperti itu.  
 
Mencari dengan berkeliling di komplek perumahan sudah biasa, bertanya-tanya. Mulai dengan obrolan basa basi sampai akhirnya tujuan utama dipertanyakan. 
 
Biasanya menunggu beberapa hari untuk mendapatkan info ART yang mau bekerja. Karena kelamaan menunggu akhirnya pelerkaan rumah tangga sudah bisa di urus sendiri walaupun dengan tenaga seadanya. 
 
Kalau sudah begitu, keinginan punya ART lagi pupus sudah. Malas menambah orang baru dalam rumah. 
 
 
Love, Audy
Share:

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri
Kehidupan pribadi yang penuh cerita, baik suka maupun duka. Rasa marah atau senang yang perlu ditulis. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil hikmahnya. Berbenah diri selalu.

Cerita Lain di Blog

Isi Email - Untuk Cerita Terbaru via Email

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Audy Jo

Audy Jo
Moms like to write, all about life, family and others related to life. Mentor Online Class for Women.

Ebook Audy Jo


Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

AJPena Jasa

AJPena Jasa
Buat Ebook Dan Blog