Menu

 

Bukan Ibu Malas Tapi Freeze Response

 





Ternyata saat istri hanya diam melamun atau main HP, padahal rumah sedang berantakan, itu bukan tanda dia MALAS!

Itu adalah "Freeze Response". Sistem sarafnya sedang shut down karena terlalu menanggung beban pikiran (Mental load) yang berat.

Jujur deh, Bun ... pernah nggak lihat cucian numpuk, mainan berantakan, tapi badan kayak disemen? Nggak bisa bergerak sama sekali, cuma jari yang scrolling hP tanpa tujuan, padahal pikiranmu teriak:"Ayo bangun! Kerjain! Jangan malas!"

Akhirnya kamu nangis dalam hati, merasa jadi istri gagal. Merasa jadi ibu yang buruk.

Dengerin baik-baik : Itu bukan malas. itu tubuhmu sedang "Mogok Kerja" karena otakmu sudah terlalu panas mikirin ribuan hal yang nggak pernah selesai. Sarafmu korslet (Shutdown).

Jangan hukum dirimu lagi. Kamu nggak butuh dimarahi, kamu butuh dipeluk dan dibilang: "Nggak apa-apa istirahat sebentar, kamu sudah berjuang hebat kok."

Siapa yang sering merasa "berdosa" kalau lagi diam begini?

(Sumber IG shalihaofficial)


----


    Bukan malas ternyata!

    Saya ketemu konten yang membenarkan kalau isteri yang kadang merasa malas itu karena sedang korslet. 

    Jadi geli sendiri ternyata korslet bukan hanya untuk listrik saja, ternyata di otak juga bisa yaa! Tapi bukan termasuk menjadi gila! Entahlah, apa kalau dibiarkan tanpa ada penanganan masuk kategori itu?

    Pembenaran untuk keadaan isteri seperti ini, rasanya perlu informasi yang lebih jelas dari seorang pakar kesehatan, saya rasa psikolog. Apa ada dokter khusus untuk situasi ini?

    Saya penasaran dengan kalimat "freeze response". ini adalah salah satu respon alami tubuh saat stres berat.

    Daripada antri di klinik dokter, lebih baik saya bertanya cepat dengan AI, semoga jawabannya sesuai.

    Menurut Chatgpt:

    Biasanya kita kenal:
    * Fight --) melawan
    * Flight --) menghindar / kabur
    * Freeze --) diam, mati rasa, bingung, nggak bisa ngapa-ngapain

    Jadi apa yang sebenarnya  terjadi?

    Saat seorang (dalam konteks ini istri, ibu) terlalu lelah secara mental, otaknya kewalahan:

    * terlalu banyak yang dipikirkan
    * terlalu banyak tuntutan
    * terlalu sering menahan emosi
    * terlalu jarang dipahami

    Akhirnya, sistem saraf “mematikan sebagian fungsi” sebagai cara bertahan hidup.

    Makanya yang kelihatan dari luar:
    * diam
    * melamun
    * scroll HP
    * nunda pekerjaan
    * rumah berantakan

    Padahal bukan malas.
    Itu tanda otak dan emosi sedang kelelahan berat.

    Kenapa HP sering jadi pelarian?

    Karena HP:
    * nggak menuntut apa-apa
    * nggak menghakimi
    * memberi distraksi cepat saat otak terlalu penuh

    Itu semacam rem darurat buat sistem saraf.

    Yang dibutuhkan orang dalam kondisi freeze

    Bukan:

    * dimarahi
    * dibandingkan
    * ditambah beban

    Tapi:

    * rasa aman
    * pelukan
    * kalimat sederhana seperti:
      “Nggak apa-apa. Kamu capek. Istirahat sebentar ya.”
    Kalau kamu merasa, “Kok aku begini ya…”
    Tenang. Itu bukan kegagalan, tapi tanda kamu manusia dan sudah terlalu lama kuat sendirian.

    ---


    1️⃣ Cara keluar perlahan dari freeze response

    (pelan, manusiawi — bukan “harus langsung produktif”)

    Hal penting dulu:
    Freeze bukan masalah niat, tapi kondisi sistem saraf. Jadi yang ditenangkan tubuh dulu, bukan dipaksa mikir.

    🔹 Langkah 1 — Sadari & berhenti menyalahkan diri

    Ubah kalimat di kepala:

    * ❌ “Aku pemalas”
    * ❌ “Harusnya aku bisa”

    Menjadi:

    * ✅ “Tubuhku sedang kelelahan”
    * ✅ “Aku butuh pemulihan, bukan hukuman”

    👉 Rasa bersalah justru bikin freeze makin dalam.

    ---

    🔹 Langkah 2 — Turunkan tekanan (micro-reset)

    Lakukan hal kecil yang terasa aman, misalnya:

    * tarik napas pelan 4–6 hitungan
    * minum air hangat
    * cuci muka
    * duduk di lantai / sandaran tembok
    * keluar sebentar lihat langit

    ⚠️ Jangan targetkan “beres rumah”.
    Targetkan: “aku kembali hadir di tubuhku.”

    ---

    🔹 Langkah 3 — Gerak sangat kecil

    Freeze membuat tubuh kaku. Lawannya gerak ringan, bukan kerja berat.

    Contoh:
    * rapikan 1 barang
    * lipat 3 baju
    * cuci 1 piring
    * berdiri 2 menit

    Selesai → berhenti → hargai diri.

    ---

    🔹 Langkah 4 — Validasi diri (ini penting)

    Ucapkan (boleh pelan):

    > “Aku capek, tapi aku tetap berharga.”
    > “Aku nggak rusak. Aku sedang lelah.”

    Kalimat ini menenangkan saraf, bukan lebay.

    ---

    🔹 Langkah 5 — Minta bantuan tanpa merasa gagal

    Bantuan ≠ lemah.
    Freeze sering muncul karena terlalu lama kuat sendirian.

    ---

    2️⃣ Sudut pandang untuk pasangan (ini krusial)

    ❤️ Yang perlu pasangan pahami

    Saat istri:
    * diam
    * melamun
    * nggak responsif
    * kelihatan “nggak ngapa-ngapain”

    Itu bukan tidak peduli.
    Itu tubuhnya sedang shutdown.

    Bayangkan HP:
    * bukan rusak
    * tapi overheat.
    * solusinya bukan ditekan, tapi didiamkan & didinginkan.

    ---

    ❌ Yang sering dilakukan pasangan (tapi salah)

    * “Kamu kenapa sih?”
    * “Dari tadi cuma main HP”
    * “Ibu rumah tangga capek apa?”
    * “Kok nggak dikerjain?”

    Kalimat ini = ancaman bagi sistem saraf → freeze makin parah.

    ---

    ✅ Yang justru menolong

    Pasangan tidak perlu solusi.
    Yang dibutuhkan adalah rasa aman.

    Kalimat sederhana:

    * “Kamu capek ya?”
    * “Aku di sini.”
    * “Nanti kita beresin bareng.”
    * “Istirahat dulu nggak apa-apa.”

    Dan kalau bisa:

    * pelukan tanpa ceramah
    * bantu satu tugas kecil tanpa disuruh

    ---

    ❤️ Intinya untuk pasangan

    Istri yang freeze bukan malas
    tapi kelelahan yang tidak sempat pulih.

    Kalau dimengerti → pulih lebih cepat
    Kalau disalahkan → makin tenggelam

    ---

    Reflektif 

    Pada akhirnya, diam bukan selalu tanda menyerah.
    Kadang itu adalah bahasa tubuh yang berkata, aku sudah terlalu lelah untuk terus kuat.

    Freeze bukan kegagalan.
    Ia adalah cara terakhir tubuh melindungi diri ketika beban terlalu lama dipikul sendirian.

    Mungkin hari ini rumah belum rapi.
    Mungkin pekerjaan belum selesai.
    Tapi jika kamu masih bertahan, masih bernapas, masih mencoba—itu sudah cukup.

    Berhentilah menghukum diri.
    Peluk dirimu sendiri dengan lebih lembut.
    Dan bila kamu adalah pasangan dari seseorang yang sedang diam, ingatlah:
    yang ia butuhkan bukan tuntutan, melainkan rasa aman.

    Karena ketika seseorang dipahami, ia akan menemukan jalannya kembali—
    pelan, tapi nyata.

    ---

    🤍



    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar




    AJPena Online Class

    Cerita Lain di Blog

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement