Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.Wahyu 3:15-16
Anak-anak Harus Bisa
Sarapan Di Rumah Bata
Coba Yuuk!
Sudah Dirawat?
Yang Cantik Yaaa!
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.Wahyu 3:15-16
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. — Matius 6:33
Pertama kali hati ketika hati diketuk, ayat ini menjadi pegangan yang harus diikuti.
Tidak mudah dan melupakannya. Begitulah hati manusia ketika apa yang terjadi didepan mata.
Ketika kebutuhan dalam dunia kurang terpenuhi. Mengejar duniawi untuk mencari dan memenuhi kebutuhan yang tidak pernah habis.
Serasa mengisi air dalam gentong bocor. Air tidak pernah terisi, habis terus tanpa disadari, karena lubang itu tidak terlihat.
Tetapi kasih Tuhan itu tidak berkesudahan. Terus diangkat-Nya, ketika kita jatuh. Diberikan kesempatan terus menerus.
Hal yang sudah terjadi adalah bagian pelajaran yang bisa dilihat dan menjadi pelajaran, bahwa kita melewati nya bersama Tuhan.
***
Terima kasih untuk kebesaran-Mu karena banyak kesalahan yang selalu dimaafkan.
Ketika kekuatiran itu datang, ayat ini menguatkan, bahwa apa yang kita kejar di dalam dunia tidak sebanding dengan apa yang akan Tuhan sediakan ketika kita memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan.
Menunggu kadang lama, karena waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita.
Sebagai manusia yang tidak pernah sabar ... kadang godaan lebih menarik daripada janji Tuhan yang ditunggu. Jatuh lagi! Tetap Tuhan mengangkat. Tak pernah habis kasih-Mu ketika kita jatuh.
—AJ
Efesus 4:24 (TB) dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Anak gadis yang sudah beranjak dewasa, dan baru sebulan lalu dapat KTP, yang menandakan kalau dia sudah sah terdaftar di catatan pemerintahan. Ada rasa kebanggaan tersendiri ketika KTP itu masuk di sisipan dompet.
Kartu yang menandakan kalau keputusan yang diambil itu sudah tanggung jawab diri sendiri. Semoga dengan adanya kartu ini pikiran pun bertambah bijaksana dalam pergaulan. Segala perbuatan, perkataan harus dipikirkan sebelum dilakukan ataupun diucapkan.
Dalam percintaan pun, ada bentuk tanggung jawab ke diri sendiri. Ada rasa, belum mau pacaran. Mau berteman saja dulu.
Semua yang dinyatakan, ternyata mendapat cobaan.
Ada yang senang dan menyatakan suka!
***
Sudah dari tahun lalu mau nulis, tapi kok malas banget!
Sebagai ibu tentu ada rasa khawatir, dan juga gelisah. Bagaimana Anak cantik bisa melalui segala persoalan yang ada.
Memang bagus sih, ketika banyak persoalan datang, semua bisa membuat dia menjadi lebih kuat, karena bisa menyelesaikan semua persoalan. Tetapi sebagai orang tua ada rasa khawatir, apa keputusan yang diambil itu sudah benar.
Ananda cantik punya prinsip, mau pacaran nanti kalau sudah kuliah. Yang lagi suka ditantang mau aja nunggu sampai kuliah. Baguslah!
Tetapi beda lagi dengan pihak yang disana. Entahlah saya sebagai ibu dan galak pernah bertanya langsung, apa yang disukai dari Ananda Cantik? Lucu. Saya speechless!
***
Mau diajak ke gereja, dan mengikuti Ananda mengurus di sekolah minggu. Siapa tahu sebentar lagi resmi jadi pengurus.
Kita lihat saja nanti yaaa, perkembangannya.
Love, Mama Audy