Menu

 

Titot Kamu Belok Ke Neraka

 




Audy Jo 


Siklus manusia sejak lahir dan tua hampir sama. Ketika baru lahir dan tidak bisa apa-apa ada yang menolong baik itu ibu dan orang yang ada di sekitar, yang mengasihi. 

Semua turun tangan untuk menolong bayi itu. Mulai dari memandikan, memberi susu, makan, memakaikan pakaian, membawa berobat kalau sakit. Karena keterbatasan gerak sehingga memerlukan orang untuk mengurus. 


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."


Ketika mulai bisa berdiri dan mulai melangkah, Sifat egois mulai muncul. Rasa untuk melakukan sendiri sudah mulai timbul. Kadang diarahlan, dia akan mulai membelokkan badannya ke arah yang dia mau. Apabila tidak dituruti bayi besar itu akan mulai menangis karena permintaan tidak dituruti.

Sejak tercipta manusia itu sudah diberikan "free will" oleh Tuhan.  Semua keputusan ada di tangan manusia. Tuhan tidak pernah melarang manusia melakukan sesuatu. Kembali ke manusianya itu. Apakah pilihan yang diambil sudah benar? Atau hanya keinginan sendiri yang lebih kuat.

Perjalanan hidup manusia kadang tidak melihat lagi rambu-rambu yang ada. Hanya karena masih ada kekuatiran dalam diri yang bisa melawan perintah yang sudah ada.

Ketika usia mulai senja, mulailah setiap peraturan yang ada mulai diperhatikan. Banyaknya penyesalan yang harus dilakukan. Mulai berbenah hidup yang kadang sewaktu melakukannya tidak pernah berpikir dua kali untuk hasil akibatnya.

Dari sisi ketika sudah menjadi orang tua ... kita mendapat tantangan yang berat dari anak-anak kita. Pada saat ini kita baru sadar, ternyata beginilah rasanya ketika orang tua menghadapi kita di masa muda.

Dengan perbedaan zaman, sekarang semua serba digital. Semua lebih praktis. Nasehat yang biasanya kita berikan, sekarang bisa dibalas dengan banyaknya alasan. Ada perlawanan yang di berikan.  Anak anak menjadi lebih steady dalam menjawab. 

Sudah pernah merasakan apa yang saya rasakan? Kalau iya welcome to the parenting club!

Walaupun begitu setiap kesalahan yang diperbuat harus bisa dikoreksi. Sebagai orang tua kadang tidak bisa lepas tangan membiarkan anak-anak berbelok ke arah yang salah. Kalau salah harus ditegur! 

Takutnya ketika kita tidak melakukannya, dan pada saat nanti, pas penghakiman jangan sampai ada kalimat yang menanyakan mengapa kita tidak memberikan nasehat atau teguran untuk kesalahan yang ada. 

Titot! Yaa kamu belok ke neraka!

Masuk usia senja, pendengaran mulai berkurang. Orang luar pasti memandang kita dengan wajah yang penuh sinis, ketika kita berbicara dengan suara keras kepada orang tua kita. Mereka tidak tahu kalau orang tua kita pada saat itu tidak memakai alat pendengarnya.

Kelihatan kalau kita menganggap orang tua kita sebagai anak kita. Seperti mengajarkan bahasa mula-mula kepada mereka. Wajah kita harus bertatapan dengan mereka ketika sedang berbicara. Setiap mulut yang terbuka artinya ada kalimat yang mereka lihat dan artikan. 

Pernahkah Anda bertemu seperti ini?

Jadi kalau bertemu dengan anak yang suaranya keras, seperti memarahi cek dulu apakah orang tuanya bisa mendengar atau tidak? Kalau iya berarti ... ada lagi penyebab lainnya. Yang kita tidak tahu. Kadang orang tua bisa menjadi seperti anak-anak ketika suaranya tidak terdengar oleh anaknya. Dan ia menjadi ngambek.

Saya berharap ketika saya sudah sampai di usia tua, tidak mau menyusahkan anak-anak saya.


Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap. 


Manusia boleh berandai-andai, tetapi semua hanya belas kasihan Tuhan saja yang terjadi dalam hidup kita.


Love, Audy 

Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement