ONLINE CLASS


 

Nasihat Yang Tidak Diminta




Setiap hari sebagai orang tua mencari cara bagaimana mengurus anak-anak, supaya menjadi anak yang luar biasa. 

Belajar menasihati dengan kalimat yang baik dan netral. 

Dengan perilaku yang tidak sesuai dengan norma normal ala orang tua, banyak nasihat yang perlu diberikan. 

Salah satunya dengan anak-anak yang mulai dewasa. 
Berpikir  bagaimana sih cara menegur anak remaja dewasa. 

Rancu Antara Remaja atau Dewasa 

Hem, baru punya anak-anak umur belasan. Disebut apa ya? Remaja atau pemuda atau dewasa?

Ada yang bisa kasih masukan?

Antara mau dibilang sudah dewasa tetapi kelakuan masih anak-anak. Dibilang anak-anak tapi sudah punya janggut dan terdaftar di kependudukan.

Sampai sekarang masih bingung mau dibilang apa? Yang pasti, dia anak saya. Begitu juga saya tetap anak ibu saya, lol.


Memberikan Pengertian dan Nasihat

Saya ambil contoh yang terjadi dengan keponakan saya yang besar. Anak baik, karena saya tidak tinggal bersama selama 12 tahun, jadi ada sedikit gap karena terhilang "komunikasi". Walaupun sejak kecil saya urus, tetapi masuk masa remaja  saya tidak mendampinginya. 

Sekarang di usia sudah bukan anak-anak dan sedang menyelesaikan kuliahnya, gaya hidup yang dijalaninya sedikit melenceng dari kebiasaan menurut para orang tua.

Sudah beberapa kali diberitahu, jangan pulang terlalu larut .... Pulang subuh!

Jawaban selalu iya. Tapi sampai sekarang masih dilakukan. Alasannya lagi mengerjakan tugas akhir. Jawaban saya selalu Iya, dan memaklumi saja. Barangkali bersama teman, skripsinya bisa cepat selesai.

"Jaga jangan sampai sakit. Masih muda atur pola hidup. Biar nanti kalau sudah tua enggak sakitan. Biar bisa keliling dunia." Terus menerus nasihat ajakan untuk berprilaku positif saya utarakan. 

Kalau mau ditilik kebelakang, saya rasa kehidupan mama, papanya normal saja. Semua sibuk di pagi hari. Malam hari hanya kalau ada pesta saja.

Apakah karena pelarian? Butuh teman ngobrol yang seimbang?

Baca juga: Lupa Kalimat Positif

Tetap Belum Masuk Nasihat Itu

Saya rasa nasihat yang diberikan hampir setiap hari.
Terus menerus memberikan perumpaan. 

Muak enggak ya? 

Sebagai tantenya terlalu banyak nasihat hahaha.

Ini baru satu yang bukan anak-anak ada di rumah. Semua ada 4 yang bukan anak-anak. Termasuk yang sedang kita bahas.

Kadang jadi berpikir apakah ini karma karena kenakalan masa remaja? Hehehe. Tetapi rasanya saya anak yang baik kok!
Biasanya nasihat orang tua saya dengar.

Ampun ... kemaren malam sewaktu saya terbangun, terdengar obrolan di teras rumah. Dia sedang ngobrol dengan temannya, dan sudah pukul 3 dini hari.

'nd

Sampai sekarang belum bisa mengambil posisi sebagai penasihat yang baik. Karena belum ada perubahan yang terjadi.

Belajar mengenai parenting masih dilakukan, mencari pola yang pas untuk diterapkan.

Harapannya setelah mereka dewasa dan punya anak sendiri bisa tahu pola yang baik juga

Bagaimana saya harus memposisikan diri?


Love, Audy

Posting Komentar

0 Komentar