ONLINE CLASS


 

Keinginan




Kemaren mampir ke toko bahan bangunan. Rasanya keinginan membeli barang yang "cantik-cantik", suka enggak tertahan.


Suka Lupa Diri Menahan Keinginan

Sudah masuk toko yang disuka suka lupa diri,  serasa jadi jutawan. Banyak keinginan. Mau ini, mau itu. Iih cantik kalau pakai gambar ini. Banyak kalimat pujian kalau membandingkan produk yang diinginkan

"Kebanyakan nonton Flip Flop nih," kata hubby. Namanya suka yang "cantik", enggak apa-apa dilihat. Direka-reka, menghayal, serasa disebuah rumah idaman. Rasanya hormon endorfin keluar deh karena kenyamanan di sini.


Banyak Keinginan Yang Harus Disesuaikan

Tentu ada keinginan pilihan krem atau putih semua ingin dicoba, dipadu padankan.

Ada yang bentuknya kotak, segi panjang,  diagonal wah banyak. Mulai dari yang murah sampai mahal.

Mulai deh, keinginan dalam hati, diutarakan.


Itulah Gunanya Pasangan

"Mulai deh, Mama! Banyak maunya," ujar Hubby.

Saya hanya bisa nyengir saja, kalau sudah ditegur. 

Hubby sudah tahu keinginan saya kalau masuk sebuah toko. Toko apa saja hehehe.

Begitulah kalau sudah lama berumah tangga sudah hapal karakter masing-masing. Tinggal bagaimana sebagai pasangan berani mengerem keinginan yang sudah enggak masuk akal, lol.


Bolehkan Berkhayal?

Namanya juga masuk toko, melihat-lihat apa yang mau dicari, juga harganya pas dengan budget. Bolehlah berkhayal banyak hahaha, kan enggak dilarang toh!


'nd

Tuh kan! Yang mahal hanya dilihat saja. Hampirrr ke "gas", beli yang di luar rencana. Akhirnya beli sesuai budget, tahaaan!


Love, Audy

Posting Komentar

0 Komentar