Kembali menemukan komunitas yang baru. 

Manusia itu tidak bisa hidup sendiri saja. Harus ada manusia lain yang berhubungan. Manusia itukan mahkluk sosial. Perlu mengutarakan berapa ribu kata untuk didengarkan. Benar?

Komunitas Wanita Yang Baru 

Menemukan komunitas wanita yang baru pas, tidak mudah juga. Mau mencoba yang lain rasanya kurang pas. Ya sudah, akhirnya kembali ke yang lama. 

Jadi Orang baru dengan rasa lama. Hehehe salah ya pribahasanya. Orang lama dengan rasa baru. Ahh whatever-lah! lol.

Kebiasaan kalau ada orang baru datang suka ditanya siapa yang baru yuk berdiri. Untung tidak ada keluar kalimat itu. Hehehe kenapa ketakutan ya, orang biasa saja. Kadang enggak suka menarik perhatian sih.




Sahabat Wanita Tak Selamanya Bersama

Kita perlu mempunyai komunitas. Setelah pandemi semua kegiatan menjadi online rasa untuk berkumpul menjadi padam. 

Awal memang ada rasa kehilangan. Tetapi kemudian, kok merasa jadi orang yang hanya ... ah, aku sendirian saja.

Beruntung orang yang sudah left dari grup sebelum pandemi, enggak ngerasa.

Punya teman yang dekat terus pergi kadang buat sedih saja. 

Oh ... barangkali ingin mempunyai teman yang baru atau komunitas yang baru. 

Jadi tahu rasanya kalau meninggalkan sebuah komunitas itu rasaanya bagaimana.




Tuhan Selalu Menolong

Saya rasa di dalam perjalanan hidup, Tuhan itu sangat baik.

Seperti mendapat insight baru ketika kemarin ikut dalam komunitas yang baru. 

Ketika berkumpul dan berkenalan saya mulai mengikuti alur yang terjadi dan mendapat kesimpulan ternyata Tuhan sudah mempersiapkan beberapa pertahanan, khususnya yang berhubungan dengan hati.

Bagaimana hati yang dibentuk bisa tegar dalam menghadpi persoalan yang terjadi. 

Saya dibentuk untuk bisa memposisikan sebagai orang yang menerima perlakuan yang tidak enak. 

Ternyata beberapa "sepatu" orang lain sudah bisa saya rasakan. Oooh begini rupanya kalau saya memperlakukan seseorang begini. Oooh begitu perasaan orang yang saya begitukan. 

Saya rasa di dalam perjalanan kehidupan saya sampai saat ini banyak yang sudah Tuhan ajarkan. Supaya saya bisa lebih empati lagi terhadap orang lain. 

Tetapi saya percaya Tuhan selalu menyayangi saya. Karena ketika doa sungguh-sungguh itu dinaikkan semua permintaan pasti dikabulkan. 


Menjadi Wanitanya Tuhan

Dengan komunitas yang baru saya berharap dapat pelajaran yang baru. Khususnya menjadi seorang wanita yang luar biasa di mata Tuhan.

Bisa menjadi ibu yang lebih baik dengan kedua anak remaja saya.

Ke depannya akan di ajak komunitas yang lebih kecil lagi yaitu cool wanita.

Ada grup khusus lebih kecil lagi lingkupnya, agar bisa saling menjaga dan menopang.




'nd

Semoga bisa betahan.  Enggak enak kalau sudah dekat ditinggalkan. 

Apalagi di usir dari grup yang sudah seperti keluarga.


Love, Audy