Tempat Makan Kenangan



Rengengan manja, "Lapar, Pa!" Seperti biasa saya lakukan. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00, waktunya untuk saya menyantap camilan. Snack time, jajanan kecil sesuai porsi.

Biasanya hanya satu buah apel. Saat ini, buah itu tidak dibawa, jadi ambil kira-kira saja porsi takaran berapa gram yang saya harus makan.

"Mau makan apa?"
"Makan apa, ya? "




Kebiasaan Plin Plan

Kebiasaan suka melempar pertanyaan dan jawaban.
Kalau sudah begini malah jadi lama ambil keputusan. Kalau lagi mood jelek ujungnya jadi suka berantem, lol.

"Yuk, makan siomai!"





Dalam pikiran, menginginkan siomai yang di jalan Ciliwung.  Tempat biasa, saya dan Hubby makan. Sudah murah enak lagi. Ada sih kepikiran pengen jadi Affiliate hehehe.

Eh, malah mampir di jalan kenangan hahaha. Lucu melihat tokonya. Jadi ingat kenangan waktu masih berdua saja. 

Kenangan Berdua

Hanya satu pilihan tempat makan yang paling sering didatangi. Tempatnya agak dipojok, pas di belokkan jalan. Kalau enggak salah depannya ada gedung bank. 

Ada yang pernah kesini?

Gedung lama, zaman Belanda. Direnovasi tambah cerah. Sering lewat tapi enggak pernah masuk. Penasaran juga sih!





Kesukaan tuh makan gado-gado ditambah ayam goreng, uenak banget. 

Duh jadi berliur nih, sambil menuliskan kenangan lama.

Sebetulnya suka deg-degkan sih. 

Trauma Pak Polisi

Depan tempat makan ada kantor polisi hehehe. Kenapa ya takut sama polisi. Pernah punya kenangan enggak enak, pernah ketangkap sewaktu nyetir mobil. 

Entahlah apa polisi punya indera keenam. Padahal waktu itu lagi nyetir, terus lihat ada polisi. Apa karena saya waktu itu  tersenyum kepada polisi? Jadi ketahuan deh bawa orang kebanyakkan dalam mobil. Mobil Pickup

Kenangan yang sampai sekarang masih teringat terus. Jadi hihihi tatuttt sama polisi.



Nah, ini toko juga pas depannya kantor polisi iiihhh! Serasa memasuki kenangan lama. 

Padahal kan polisi enggak ngapa-ngapain yaa. 

Palingan mereka buat kantor dekat tempat makan supaya gampang pas jam makan siangnya, lol.




Bersepakat Saja Deh!

Akhirnya mampir juga. Mau nolak tapi penasaran.  Dari tadi yang dipikirkan makan siomai di jalan ciliwung. 

Duh, mahal enggak nih makan disini? Ternyata, mahal dibandingkan makan siomai di jalan  Ciliwung. Beruntung hari ini ada yang beli buku Antologi bisa deh menyenangkan diri dan Hubby.



Ah, rasa siomai tidak seperti yang dibayangkan, kok jadi seperti dimsum? Ada udangnya. "Mundur" deh, walaupun sudah makan sebuah. Hehehe, enggak mau rugi. Kepengeeen! Biar tahu bagaimana rasanya. 


'nd

Akhirnya, malah cicip mie bakso punya Hubby. Sedikiiit saja. Nyesel ... enggak dapat yang di mau, mustinya tegas, kalau minta makan siomai Ciliwung.

Ya, sudahlah ... kan suka kulineran.



Love, Audy