ONLINE CLASS


 

Berjalan di Kenangan Lama






Berjalan jalan di kenangan lama,
Suniaraja Street


"Cuci mata yuk, cek keramik lantai!" 

"Ayuk saja, mau ikut, " jawaban saya berikan, ketika Hubby mengajak main ke tempat kenangan  profesinya.

Paling suka, keluar masuk toko di daerah kenangan ini. Melihat pemandangan lain daripada yang lain. Saya paling suka melihat-melihat apalagi yang keren modelnya. Kepengen kayak yang di televisi ada acara renovasi rumah Flip flop dan Two Brothers. Kerennn banget. 



Harus Punya Sense Of Art?

Saya pikir semua yang bergerak dalam bidang designer atau rancang bangun harus mempunyai Sense of Art. Cie pakai bahasa Inggris. Kalau diterjemahkan berarti harus punya rasa artistik. Jadi kalau yang tercemplung ke bidang design tanpa sengaja apa bisa dibilang punya Sense of Art juga enggak ya? Ayooo kenapa bisa bilang gini hahaha pengalaman diri.

Beruntung darah berbicara, Sense of Art kental. Kalau mama pintar, tentu anak-anaknya pasti pintar. Uhui memuji diri sendiri, lol.


Penampilan Toko Gaya Lama

Sedikit kebingungan ketika mau mampir ke daerah ini. Semua jalur jalan berubah. Mulai dari pergantian arah. Mau masuk jalur lama ternyata dilarang. hanya terlihat larangan dari karton saja, tetapi ada tukang parkir yang melarang kami masuk.

Daerah kenangan ketika saya suka diajak Hubby main ke sini. Banyak pilihan Keramik, lampu, kran Air dan lainnya yang berhubungan dengan material bangunan. Katanya sih pilihan murah ada di sini.

"Itu tuh kayaknya coba kita masuk kesitu," ajak Hubby. kebetulan pas parkir, di belakang mobil ada satu toko yang sederhana. Biasa kalau lihat penampilan sederhana pasti enggak mahal, iya kan ehehhe. ternyataa ...  pantesan enggak berkembang tokonya, pelayanannya jelek.

Baca juga:  Historical 

Pilihan Di Antara Banyak Toko

Karena banyak toko, kadang suka pakai feeling saja,  heeem kayaknya toko ini bisa nih ditawar. Keluar masuk toko, suka bikin jengkel juga. Duh! Gimana enggak ketemu barang yang dimau, dan kalau ada enggak pas harga alias ga bisa ditawar.

Biasanya kalau sudah sampai "puncak" lelah baru deh ketemu toko yang pas. 

"Mba harga ini berapa?" 
"Oh sekian, Pak." Kata penjaga toko. 

Saya dan hubby langsung berpandangan akhirnya ... ada yang langsung jual di bawah harga yang sudah kami rencanakan. Begitulah dasarnya memang mau lebih murah lagi hehehe ditawar dong. 




"Maaf, Pak, Bu harganya sudah minim, kami tidak ambil untung banyak."

Namanya juga berusaha, mau yang lebih murah. Saya rasa semua orang juga mau kalau ditawarkan harga murah. Lagian si mba bilang enggak ambil untung banyak, lah barusan ngomongnya enggak ambil untung banyak. Berartikan sudah dapat dong untungnya. Iiishh bisa saja. 




'nd

Rasanya enggak bisa sekali ini saja datang, harus kesini lagi untuk survey supaya bisa dapat tempat atau toko yang bisa jadi langganan tetap. Apalagi kalau bisa murah harganya dan baik hati, maksudnya ramah terhadap pelanggan, benar enggak?

Uuk ah lapar setelah muter cara toko. Kepanansan. Mau cari makan siang dulu, tapi kok masih kenyang. Gegara pukul 10  makan snack timenya dengan siomay di pinggir jalan citarum. Ah, pulang saja makan di rumah.



Love, Audy.


Posting Komentar

0 Komentar