Menu

 

Didikan yang Luar Biasa

 







Audy Jo


"Suara Mama besar banget!" ucapan anak-anak membuat saya tersadar. Benarkah? Bukannya mereka dari kecil sudah mendengar suara saya yang seperti ini! 

Memang suara saya termasuk berat. Pas bertemu pertama kali dengan suami juga, beliau merasa kaget. Tampang saya yang Sunda berbeda dengan suara saya. Ternyata suara saya mengikuti alm. Ayahanda yang berdarah Ambon. Kecele deh hehehe. Dengan tampang kemayu mojang priangan, tetapi suaranya ngebas. Beruntung beliau tidak kaget, karena sudah biasa berbaur dengan teman berdarah Ambon, Manado hehehe.

Setiap keluarga memang berbeda didikannya. Bagaimana di keluarga Anda? Tentu berbeda dengan keluarga lainnya ya? Setiap anak dalam keluarga juga berbeda cara pembawaan dirinya. Semua bergantung dari lingkungan keluarga dan cara didikan orang tua.

Dalam menghadapi pergaulan di luar rumah, banyak gesekan yang terjadi. Anak-anak dari keluarga yang baik kadang terbentur dengan sifat yang timbul dari seseorang yang ada di luar sana. Kalau tidak kuat dalam menghadapi cobaan, tentu kita akan mengkerut, dan masuk ke dalam "cangkang" lagi. Tidak akan keluar dari rumah, karena takut menghadapi kekecewaan.

Dalam perjalanan hidup ini yang sudah sampai ke usia 50 tahun, tentu sudah banyak bertemu dengan berbagai orang dari kalangan apapun. Saya rasa, lama kelamaan sudah bisa membaca sifat orang lain ketika yang diajak berbicara mengeluarkan perkataannya. Pernahkah Anda merasakan seperti saya? Karena sangking hapalnya dengan irama perkataan yang dikeluarkan, sehingga selanjutnya Anda sudah bisa menebak apa yang akan terjadi diakhir pembicaraan.

Sebagai ibu dari dua orang anak remaja, kadang bingung juga bekal apa yang harus saya persiapkan, supaya  merekabisa menghadapi tantangan yang ada. Apalagi bertemu orang baru, dengan berbagai sifatnya. 

Bersyukur kalau mereka bisa bertemu teman yang baik, dan mau mengerti. Sebisa mungkin dari sejak mereka kecil dididik cara menghadapi sifat orang yang kejam dalam perkataan. Mulai dari berkata dengan bahasa yang kejam, sampai bahasa penipuan saya ajarkan mereka. Dengan suara besar kadang ketika marah saya besarkan, dengan harapan ketika di lapangan mereka bertemu dengan suara yang lebih besar, mereka sudah terbiasa. "Mama saya lebih galak!"

Tetapi apa mau dikata ... kedua anak kami sangat sopan santun, sedikit melankolis, hehehe. Saya baru inget ketika saya mengandung banyak "bawang" yang saya "makan". Jadi banyak air mata yang tertumpah dari "keran air mata". 

Kebiasaan ditinggal kerja ke luar kota mempengaruhi emosi ketika sedang hamil. Apalagi Kehamilan anak pertama yang telah ditunggu sepuluh tahun banyak mempengaruhi emosi saya. Sebagai seorang ibu baru, banyak yang saya tidak ketahui ketika hamil dan merawat seorang bayi. Meskipun saya tinggal dengan ibu kandung sendiri, tetapi emosi yang dari dalam hati tidak ada seorang pun yang tahu.

Ketika calon ibu mengidam sesuatu, tidak ada yang mengurus. Kebanyakan ada rasa sedih. Jadi ketika anak-anak besar dengan sifat mereka, saya mustinya tidak banyak protes. Biasalah ketakutan seorang ibu, takut kalau anak-anak kenapa-kenapa ketika menghadapi tantangan. Iih ... terlalu melankolis!

Sampai saat ini semua baik-baik saja. Bukan berkecil hari, tetapi kalau saya perhatikan semua binatang juga sama dengan manusia. Semua mendidik dengan memberikan apa yang terbaik untuk anak-anak supaya bisa bertahan hidup. Benarkan? Koreksi saya bila saya salah.

Perjalanan hidup yang orang tua telah lakukan, tentu menjadi pelajaran berharga yang bisa dibagikan untuk anaknya, supaya bisa mengambil sikap. Pilih yang positif jangan yang negatif. 

Enaknya untuk anak-anak yang sudah mengerti, mereka lebih cepat dapat pengertian yang baik untuk dilakukan di umur mereka yang masih muda, benarkan?

Bagaimana dengan keluarga Anda? Bagaimana cara mendidik mereka? Apakah berbeda dengan saya? Bolehlah berbagi?


Love, Audy

Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement