Menu

 

Rambut Kuncir Dilarang?

 



Audy Jo


Pandemi sepertinya sudah mulai bersahabat dengan para manusia. 



    Manusia juga sudah mulai mengenal iramanya pandemi sehingga bisa beriringan berjalan bersama.

    Anak-anak yang sudah dua tahun ini bersekolah di rumah, sekarang mulai masuk dan mengenal sekolahnya masing-masing.

    Keluar dari kamar perlu waktu, kadang mau kembali duduk saja di kamar. Enggak mau onsite ke sekolah. Sudah biasa santai belajar di rumah, apalagi sambil berbaring bisa dengerin pelajaran. Labeling Anak rebahan, rasanya cocok untuk anak-anak yang bersekolah online.

    Kembali On Track

    Keadaan yang terjadi di tahun ini, kembali on track sebelum masa pandemi terjadi. Yang biasanya masak pagi sebelum pandemi, sekarang terulang kembali. 

    Sebagai orang tua, biasanya masa online lebih santai, karena menyiapkan sarapan pagi untuk anak tidak terlalu terburu-buru. Sekarang rasanya seperti ada dua nahkoda dalam mengurus perahu, supaya semua bisa jalan beriringan. 

    Bersyukur untuk bantuan suami yang besar ketika subuh menjelang. Saya tidak perlu bangun lebih pagi. Walaupun memang sudah bangun tetapi masih ada waktu sedikit untuk membereskan pekerjaan online

    Beliau sudah membereskan sarapan, bahan-bahan yang akan dimasak biasanya dikeluarkan dari lemari es, yang mana nanti tinggal dimasak.

    Seperti itulah kebiasaan di keluarga. Kami berdua sudah mengerti bagaimana meng-handle satu perkara, seperti mempersiapkan anak pergi ke sekolah. Yang penting semua beres.

    Banyak Ide Ketika Mematut Diri

    "Bagaimana hari ini, mau model apa, De?" Pertanyaan setiap pagi saya tanyakan ke Ananda cantik. Selagi mematut diri di depan kaca. Memikirkan model rambut yang harus diikat.

    Tugas baru waktu pagi hari  mama belajar nguncir.

    Peraturan di sekolah yang sekarang, semua anak murid harus merapihkan rambutnya. Khusus untuk anak perempuan yang berambut panjang harus dikuncir kuda. Tujuannya, supaya tidak mengganggu pandangan mata sewaktu belajar. 

    Ananda yang senang rambut panjang dari kecil, kadang dirayu untuk potong rambut biar tidak susah menguncir. Masih sayang katanya.

    "Hari ini kuncir kuda saja, Ma! Terus pinggirnya ditarik keluar sedikit saja."

    "Oh, model ninja ya?" jawab saya. Setahu saya sih yang diinginkan seperti para ninja jepang kalau ada rambut di sisi pipi yang tidak diikat. 

    Ternyata di negaranya, kunciran model seperti ini dilarang, karena bisa menarik gairah seksual siswa laki-laki. Tengkuk yang terlihat ternyata bisa memorak-porandakan birahi. Ah, masa!







    'nd

    Dari model rambut, kita bisa membaca karakter orang dari gaya rambutnya. Kok bisa ya? Kalau rambut dirubah bentuknya apakah karakternya juga berubah?

    Pertanyaan yang mungkin menggantung saat ini, lol

    Tentulah! Dengan membaca karakter rambut bergelombang, dan kemudian rambut dicatok diluruskan, karakter yang tertulis juga menjadi berubah.

    Bikin geli saja ya. Tetap saja walaupun dengan model rambut yang bermacam sudah pasti karakter yang akan terlihat bukan dari rambut saja, tetapi dari setiap sikap dan tingkah lakunya. Apalagi kalau sudah ngobrol bareng, nah kelhatan deh karakter aslinya.

    Yang penting model rambut apa saja, tetapi kalau sikapnya tidak berkenan, tidak ada yang akan mengajak berteman, benar enggak.

    Semangat buat ananda yang masih mencari jati dirinya.


    Love, Audy

    16922

    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar




    AJPena Online Class

    Cerita Lain di Blog

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement