Advertisement

Main Ad

Washi - More Paper

 






Washi atau wagami adalah kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. 

Dibandingkan kertas produksi mesin, serat dalam washi lebih panjang sehingga washi bisa dibuat lebih tipis, namun tahan lama. 

Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Wikipedia




Washi sendiri sudah ada sejak abad ke 8M. Yang diturunkan ke generasi berikutnya. 

Tehnik tradisional pembuatan pada saat ini sudah diturunkan dan dipakai di daerah: 

1. Kota Hamada
Pabrik Shimane
Dengan produk bernama: Sekishu -Banshi

2. Kota Mino
Pabrik Gifu
Produk bernama: Hon -Minoshi

3. Kota Ogawa/Higashi- Chichibu Village :
Pabrik Saitama
Produk bernama : Hosokawa- Shi.


Cara Pembuatan Washi dari batang Mulberry:

1. Mempersiapkan Materi mentahnya:

- Dipilih batang yang masih muda /awal tumbuh, ditebang. 

- Kulit batang dikupas 

- Dicuci dan direndam dalam kolam yang berisi air yang mengalir sehingga air tetap bersih. Rendam beberapa hari untuk menghilangkan kotoran yang menempel dan medapatkan serat berwarna putih.

2. Rebus serat sampai Lembut

3. Angkat dan rendam dalam air bersih yang mengalir. Biasanya di masukan dalam baskom yang direndam dalam kolam air yang mengalir supaya lebih gampang membersihkan sisa kotoran yang masih menempel di serat dari batang mullberry.

- Di momen ini biasanya dibutuhkan ketelitian dan kesabaran.

- Momen kebersamaan terjalin di antara keluarga dengan saling memberikan informasi tentang serat yang sedang dikerjakan.

4. Pemisahan Serat.

- Serat dihamparkan, dirapihkan. Setelah itu dipipihkan dengan cara menumbuk dengan Batang kayu atau palu gada dari kayu.

Hal ini dilakukan untuk merapihkan bentuk yang berantakan dan mengeluarkan air yang ada. Dipukul sampai hancur, menjadi bubur.

5. Hasil serat yang hancur di masukan kedalam wadah berisi air dicampur dengan getah dari sisa kulit batang yang dikupas.

Hal ini dilakukan supaya serat bisa menempel kembali.

Air yang berisi serat dicedok di ditampung  dalam saringan cetakkan kayu, bentuknya sesuai kebutuhan pabrik yang bersangkutan.

6. Memeras, Menata, Mengeringkan.

Cairan yang berisi serat tadi, ditampung dalam saringan cetakkan kayu. Ditunggu semalaman untuk mengeringkan airnya. Setelah itu di keringkan di matahari hari. Sehingga menjadi kertas yang lembut dan natural.

7. Hasil kertas yang sudah jadi, disusun sesuai ketebalan.

Biasanya terjadi perbedaan, karena penampungan air serat yang tidak sama setiap cedokkannya di dalam saringan cetakkan kayu standar pembuatannya.




Jenis Washi:

1. Kertas Mashi

Mashi adalah kertas yang dibuat dengan cara pembuatan kertas yang paling tua. Bahan baku dari serat pohon Cannabis sativa L. (hemp) dan Boehmeria nivea (sejenis rami), serta jala usang yang tidak bisa lagi dipakai menangkap ikan ditambah kain bekas dari serat rami. Kain bekas dari rami mempunyai serat yang kuat sehingga harus dipotong-potong kecil dulu sebelum direbus atau digiling dengan penggilingan batu.

2. Kertas Kokushi

Kokushi adalah sebutan untuk kertas dengan bahan baku pohon murbei kertas (Broussonetia kazinoki atau dalam bahasa Jepang disebut koku). Bahan baku berasal dari serat kulit dari dahan pohon yang masih muda. Kulit dahan pohon harus direbus dulu sebelum dapat dibuat kertas.

3. Kertas Hishi

Hishi atau ganpishi adalah sebutan untuk jenis kertas dengan bahan baku tanaman perdu Diplomorpha sikokiana (ganpi) atau Edgeworthia chrysantha (mitsumata)

4. Kertas Danshi

Bahan baku utama adalah kulit dahan yang masih muda dari pohon suku Celastraceae  (nishiki). Kertas jenis ini berwarna putih dan tebal.




Kertas washi biasa dipakai sebagai penutup pintu atau jendela, pada bangunan arsitektur tradisional jepang. Untuk menghalangi sinar matahari yang menyengat. Tehnik ini menjadikan Simbol Arsitektur Jepang.

Washi terkenal di seluruh Dunia karena sebagai Ikon kerajinan jepang. Dan menjadi ciri khas dan kebanggaan orang Jepang.

Serat Washi, serat antibakteri sehingga dipakai untuk bahan  baju keluar angkasa.

Apalagi kalau dipakai untuk campuran pembuatan celana jeans. Disebut washi denim. Bahan jeans cepat kering kalau dicuci dan tidak mudah kusut.


Washi sendiri di kota Mino dipakai untuk:

- Festival Lentera

- Upacara keagamaan

- Cara pembuatannya diajarkan di dalam Pertukaran Budaya antar Negara. 

- Warisan Budaya.


Tehnik Washi akan tetap terjaga dan diturunkan ke generasi penerusnya.

Washi berkontribusi untuk menyelamatkan warisan budaya tak berwujud melalui warisan di seluruh dunia.




Love, Audy


Ref:

Wikipedia 

Picture Washi Wikipedia

Waku-Waku Japan Tv

The Tradisional Japanese Hand-Made Paper

Mulberry Paper


Klik 👉👉 All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop



Post a Comment

1 Comments

Mayuf said…
Informasi yang sangat bermanfaat ,aku juga baru tahu hehe