Advertisement

Main Ad

ᗷᗴᖇᑭIᛕIᖇ ᑭᗝᔕI丅Iᖴ

 





Sebagai manusia tidak terlepas dari berbagai emosi.

Kadang marah, tertawa, cemberut tanpa sebab. Kok bisa ya? Tapi itulah, betapa luar biasanya Tuhan Pencipta kita. Kita? Ya dong kita hahaha. Apa ada yang lain? yang bisa baca tulisan ini. 

Sampai dengan umur segini pip ..., pip .... Yang namanya emosi, aku rasakan bertahap.


1. Masa Sekolah Dasar 

• Sebagai anak perempuan sudah lebih mengerti emosi perasaan. Rasa suka, rasa minder. Sudah mulai mengerti peristiwa di sekeliling. Di dalam keluarga lebih dominan melihat ke sosok ibu daripada ke ayah. Tentu karena ayah jarang di rumah. Kalau pun ada pertikaian di dalam kehidupan rumah tangga orang tua, lebih prefer ke ibu. Walaupun tidak mengetahui apa sebetulnya yang sedang terjadi. Psst ..., ini dari kaca mata akoe ya.

• Mengenal lawan jenis. Nah ini topik yang menarik. Tanpa disadari ketertarikan itu bukan secara fisik. Lebih kerasa "dia itu keren. Jago ya berenangnya!" Lebih kerasa simpati, karena yang disukai berbeda dengan yang lain.

• Emosi yang dipengaruhi PMS atau disebut juga Premenstrual Syndrome

Kalau kamu gimana?


2. Masa Sekolah Menengah Pertama

• Usia  12- 18 tahun, atau masa remaja peralihan dari masa anak-anak menuju dewasa.

• Emosi ingin mengenal diri sendiri. "Siapa aku ini. Apa yang bisa aku lakukan. Cowok itu keren. Duh! kenapa aku begini, penampilanku buruk. Wajahku ada jerawat. Badanku tidak wangi."

• Ingin memperlihatkan jati diri. Kadang mencari teman yang sama kesukaannya. Seorang yang hobi beladiri kadang mencari  teman yang sama kesukaannya. Bela diri ataupun olah raga lainnya. Biasanya karena pembicaraannya bisa lebih nyambung.


3. Masa Sekolah Menengah Atas

•  Masa transisi dari usia remaja ke dewasa. Dibilang sudah dewasa belum juga karena belum mau bertanggung jawab penuh. 

• Emosi cepat sekali berubah. Gampang dipengaruhi. 

Hormon pertumbuhan sangat mempengaruhi baik anak laki-lakli atau anak perempuan. Untuk anak laki-laki mulai ada jakun di leher, suara berubah lebih berat, mulai tumbuh kumis. Sedangkan anak perempuan payudara bertumbuh. Dan mulai ada rambut di area vagina dan ketiak.


Coba deh Cek di sini 

 Hormon Wanita

Masih Tetap Ada Perbedaan 



4. Masa Perkuliahan

Umur 19 - 23 tahun

Emosi di masa ini banyak dipengaruhi oleh kelelahan fisik. Karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Apalagi kadang ada yang berkuliah sambil bekerja.

Di masa jenjang terakhir pendidikan, sudah mulai memikirkan tantangan di masa depan. Bagaimana cara untuk mengimplemen-tasikan pendidikan yang didapatnya.

Mulai melirik siapa jodoh untuk masa depan hahaha.

Mulai belajar menahan emosi, walaupun kadang masih meledak juga.


5. Masa Dewasa 

Banyaknya tugas kuliah dan pekerjaan yang menumpuk kadang mempengaruhi emosi.Biasanya fiaik menjadi cepat lelah. Jerawat lebih banyak muncul karena stres yang berlebihan. 

Tapi di masa ini sudah mulai yang banyak melirik lawan jenisnya untuk lebih diseriuskan. Masa-masa keemasan.

Mulai mencari pekerjaan yang sesuai. Mengumpulkan uang. Mencari calon pendamping seumur hidup.


6. Masa Berkeluarga

Sudah mempunyai pekerjaan yang mapan. Sebagai seorang manusia ingin lebih lagi. Mempunyai keturunan adalah penting. Mencari belahan jiwa itu tidak mudah. Kadang yang di depan mata sepertinya cocok, tetapi di dalam perjalanan penjajakan banyak sekali perbedaan. Lebih baik mengetahui perbedaan itu sebelum memasuki masa pernikahan.

Karena menikah itu untuk selamanya. Bukan permainanan "rumah tanggaan." 


7. Memasuki Umur 30- 40 tahunan

Sebagai seorang perempuan, bersyukur untuk keluarga yang sudah tercipta. Dengan dua anak, pekerjaan yang mapan. Terus menerus pernikahan harus dijaga. Rasa cinta, rasa keromantisan harus dilakukan setiap hari. Jangan sampai tidak yaa.

Kadang mendengar berita atau melihat gosip di televisi, baru nikah setahun sudah bercerai. Apa sih yang dicari di dalam kehidupan pernikahan? Hellooo .... namanya juga mempersatukan perbedaan. Tidak ada yang sama semua. Harus bersama-sama dengan sekuat tenaga mempersatukan perbedaan.


8. Masuk masa senja 40 - 50 tahun

Bersyukur untuk 27 tahun pernikahan kami. Jatuh bangun dalam mengelola emosi. Awal pernikahan, kalau ada salah sedikit pasti bertengkar karena hal yang sepele. Emosi di dada terasa banget, seperti ada yang menekan di dada. Menangis adalah jalan satu-satunya untuk meredakan pertengkaran. Karena pasanganku tidak tegaan. 

Mencari pola hubungan yang sehat  di antara kami berdua membutuhkan waktu bertahun.

Masalah utama karena kami berdua sama-sama anak pertama, jadi kebiasaan suka memerintah. Hehehe. 

Beruntunglah kapasitas memerintah suamiku tidak begitu besar. Keegoakuan lebih besar. Jarang mau meminta maaf lebih dulu. Sooo.... suami yang harus meminta maaf. Hihihi .. untunglah bertahan sampai sekarang. 

Marahan masih ada juga tapi,

kemarahan yang ada sekarang lebih banyak dibicarakan langsung dengan nada yang rendah, langsung meminta maaf. Walaupun marah tetap saja harus berkomunikasi seperti biasa. Keromantisan sampai sekarang masih kami lakukan. Baik bersentuhan membelai, mencium, berpelukan, bermanjaan. Rasa pacaran terus dilakukan.


 

Jangan sampai kemarahanmu ditahan sampai matahari terbenam.






Love, Audy







Post a Comment

0 Comments