Menu

 

Simple Life





Hidup Lebih Sederhana

Ceritadiri.com ~ "Hayoo bertobat!" Kalimat yang terdengar di kepala. 

Gini deh kalau tahu salah dan enggak mau berubah!

Ketakutan sebagai manusia saya pikir ya biasa saja. Tergantung diri sendiri mau berubah atau enggak. Enggak bisa dipaksakan.

Baca juga : Gempa Bumi

Ih! Membahas konten yang berat! Enggak deh ... ringan saja dari perspektif Cuap-cuap Akoe.


Credit Pic Pexels by Markus Distelrath


Gegara bulan ini banyak kilat, geledek dan hujan lebat yang menggetarkan kaca jendela. Berdoa ... jangan sampai kaca pecah. Ketakutan sehingga bisa sampai mengeluarkan kalimat di atas.

Cuaca mulai ekstrem, manusia harus mawas diri! Begitu himbauan yang ada. 

Semua gara-gara manusia yang tidak memikirkan iklim global. Susah juga mengerem laju perkembangan dalam dunia. Mulai dari pembangunan dengan kaca-kaca besar. Pengurukkan tanah, penebangan hutan. 

Baca juga : Sungai Kenangan

Suatu saat lalu, langit bisa cerah, jernih karena manusia berhenti melakukan aktifitas. Apakah harus begitu untuk mengembalikan keceriaan udara?  Enggak mau juga, karena semua itu terpaksa berhenti karena adanya virus covid menyerang umat manusia sedunia.


Credit pic Pexels by Markus Spiske


Luar biasa ketika panas itu datang! Padahal saya tinggal di Bandung. Panasnya menyelekit kulit ... seperti dicubit. 




Lagi membayangkan ketika panas seperti ini datang ketika saya masih tinggal di BSD, Serpong. Rasanya AC akan terus nyala sampai malam tiba. Dengan rumah yang berdempet masih ada keuntungan untuk hawa panas tidak terlalu signifikan, karena hanya menembus atap rumah.

Baca juga : Hari Penting

Bulan ini memperingati hari Perubahan iklim Dunia. Aksi yang bisa kita lakukan dari rumah:

- Hemat Energi, matikan lampu yang tidak dipakai.

- Memakai transportasi umum, berjalan kaki, naik sepeda. Meminimalisir pemakaian bahan bakar.

Bagaimana sudahkah dilakukan?

Sulit juga ya, kadang sebagai ibu rumah tangga, memakai tenaga listrik untuk membantu percepatan kerjaan. Mulai dari hand blender, setrika, apalagi yang punya karpet di bersihkan dengan vakum pembersih. 

Kok saya jadi berpikir ... zaman dulu pakai apa ya? Kok bisa? Hidup lebih simple ... sederhana!


Credit pic Pexels by Mikhail Nilov


Zaman terus maju enggak mungkin kembali ke zaman batu. Sebisanya saja menempatkan diri lebih bijaksana. Pemakaian peralatan yang tidak perlu juga harus diperhatikan. Sedikit-sedikit lah membenahi diri, supaya perubahan iklim yang ada kembali normal. Semoga!


Love, Audy


Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement