Menu

 

Cat Rambut

 






Takut-takut Merubah Penampilan Warna Rambut

Ceritadiri.com ~

Eh, badan kok enak nih! Apa habis jalan pagi ya? Pertanyaan dan jawaban sendiri dalam hati.



    Rasanin Irama Badan

    Kayaknya pakai cat rambut ok nih dengan kondisi gini.

    Kebiasaan saya tuh suka rasanin badan. Kalau badan gini cocoknya gimana! Kalau dibawa berenang ok pasti belakangnya ga ada masalah. Jadi tahu irama badan sendiri. Suka enggak rasanin kayak saya?

    Sudah dua tahun lebih di Bandung. Tiap hari juga lihat kemasan cat rambut yang dibeli di BSD. Pakai enggak ya ... ah nanti saja. 

    Musti rasa badan sehat dulu baru saya pakai.

    Sedikit takut kalau pakai yang kena kulit kepala. Karena pernah dijahit nih kepala, karena ketimpa kayu dekorasi penutup horden jendela rumah.


    Bolak-Balik dan Akhirnya.

    Sudah sampai berpindah tangan dan balik lagi, alias ga jadi dipake sama saudara. Saya pikir ini kok cat rambut bolak-balik aja. Apa nunggu saya pakai. Hahaha.

    Akhirnya, hari ini dengan tekad kuat saya buka kemasannya. Langsung oleskan di rambut.

    Pertolongan datang, Ananda cantik mau bantu mamanya semir cat di rambut.


    Pakai Saja!

    Sret ... sret .... Dengan lembut tangan Ananda menyisir helaian rambut dan menambahkan cat.

    "Warna apa ini, Ma. Kok, sepertinya warna hitam?"




    Wah saya jadi terkaget juga. Keinget barusan tadi pagi jalan dan mampir ke Minimarket. Ada cat rambut yang sama dengan yang dipakai saat ini. 

    "Rasanya coklat tua deh. Tadi lihat gambar orangnya!" Haiya. Semua gambar sama modelnya dengan warna sama. 

    Deg degkan juga ... untungnya kemasan masih ada jadi dicek. Ah, ternyata coklat tua.



    Gitu deh! Kalau pakai saja, enggak perhatikan kemasannya.


    Ekstrak Buah-buahan

    "Bagus ya enggak bau. Biasanya Mama enggak bisa kalau ada bau menyengat, bau amonia, " jelas saya.

    Apa karena di kemasan ada gambar buah-buahan ya. Pikir saya. Iya juga barangkali.

    Sambil terus memperhatikan Ananda menyemir rambut. Bersyukur cat rambut tidak berbau. Semoga saja bisa menutup uban.


    Ananda Pengen Juga

    "Boleh coba, Ma?" Ananda kepengen merasakan cat rambut mamanya.

    " wah, mustinya dari tadi ngomong, biar cat disisain buat ade," jawab saya.

    "Ada sedikit, Ma," terangnya.

    Iya boleh dicoba. Akhirnya saya mengoleskan cat rambut.yang sedikit itu ke rambutnya.

    Karena cuma sedikit saya oleskan dibahagian atas saja.

    Yah, sedikit dapatnya jelas saya. Sudah nih nanti di keramas ya. Sekalian mandi. Pakai handuk yang khusus habis pakai cat rambut.

    Kebiasaan kalau Hubby pakai cat biasanya pakai handuk berwarna gelap biar enggak kelihatan belang, karena bekas cat rambut yang menempel.


    Tanggal Kadaluarsa 

    "Memang anak-anak boleh pakai cat rambut, Ma?" 

    "Kayaknya boleh deh! Coba baca kemasannya!" 

    "Tulisannya jauhkan dari anak-anak. Di bawah umur 16 tahun tidak boleh, Ma!" seru Ananda

    "Cepet cuci rambutnya, De!"

    Kami berdua cepat masuk kamar mandi keramas secepatnya. Beruntung air panas untuk keramas sudah dipersiapkan.

    Selesai mandi penasaran dong dengan hasilnya.

    Tanpa sengaja saya baca ulang lagi kemasan catnya. OMG tanggal kadaluarsa bulan 1 tahun 2023 hahaha. Jatuh temponya bulan ini, dan tahun ini. 

    Pantesan! Semoga enggak yaaa. Bau amonianya enggak ada hehehe.


    Menerima Apa Adanya

    Setelah dikeringkan ternyata  ... rambut Ananda sedikit berwarna coklat. Walaupun tidak terlalu kelihatan.

    Giliran saya hahaha rambut lebih hitam sedikit, tetapi uban masih kelihatan. Apa tidak rata ya? Ya, sudahlah. Darpada pergi ke salon musti keluarkan uang berapa.




    Cek and ricek kalau ke salon cat rambut mulai dengan harga 200 ribuan. Entahlah, barangkali kalau salon yang biasa enggak semahal itu atau bawa cat rambut sendiri.


    'nd

    Perasaan tambah senang melihat penampilan kayaknya tambah muda sepuluh tahun hehehe. 

    Semangat pengin kasih kejutan buat Hubby nanti pulang kerja.

    Nikmatin ah ... warna rambut baru 2023.



    Love, Audy


    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar




    AJPena Online Class

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement