Menu

 

Berputar Putar






"Naik Komedi Putar"


Ceritadiri.com ~ "Sudah umur begini jangan banyak minum, menjelang tidur!" jelas Hubby. 


    Tambah Umur Minum Berkurang

    Saya jadi heran, masa sih! Perasaan banyak yang bilang manusia harus minum 8 liter sehari, kenapa ini berubah?

    "Untuk lansia maksimal 1,5 liter minimal 1 liter. Kalau terlalu banyak garamnya turun. 

    Terlalu banyak air minum bisa menurunkan kadar garam dalam darah. 
    Makanya kadang orang tua gampang patah tulang. Ada juga yang masuk emergency karena kejang-kejang, ternyata kadar garam dalam darahnya kurang.

    Saya takjub juga menemukan hal ini. persepsi saya jadinya berubah, yang tadinya harus minum banyak sekarang mulai menakar berapa banyak saya minum. 

    Dasar yaa, sudah tua mau nakar minuman harus mencari dulu cangkir takaran untuk memperkirakan berapa banyak air 1,5 liter itu, LOL!

    Flashback kembali ketika periksa jantung di salah satu Rumah sakit di Serpong. Saya didiagnosis ada kelebihan air di jantung. Waktu itu sih sudah minum obat untuk mengeluarkan air, tetapi saya belum kembali lagi untuk periksa ulang. Maklum untuk periksa saya harus merogoh kocek lumayan, ada jutaan. Kalau masih ada gaji normal enggak masalah. Sekarang sudah pensiun, tahu diri sajalah!

    Kebanyakan Minum

    Sebetulnya masih bertanya dalam hati. Bagaimana kalau jadwal minum obat malam, apakah minum air hanya sedikit atau harus banyak. Setahu saya kan setiap minum obat harus  bisa dilarutkan dalam lambung, benar enggak?!

    Ada yang bisa bantu jawab?

    Yang sudah-sudah, sekarang kalau dihitung ada dua sampai tiga kali saya harus  bangun dan kencing malam. Menyiksa juga. Lagi enak-enaknya tidur saya harus bangun.

    Kadang kalau sudah bangun, suka menasehati diri sendiri, Hati-hati jalannya, perlahan saja, lantainya licin, jangan sampai jatuh! Duh! apa rasanya keleyengan, nih muter-muter, Entah saya tidak bis membedakan antara vertigo atau masih dalam keadaan ngantuk.

    BangunTengah Malam Bisa Bikin Vertigo

    Hari ini bangun dini hari pukul setengah dua; padahal sudah bangun dengan perlahan; tahu sendirikan kalau bangun harus duduk dulu tiga puluh detik, diam dulu.

    Setelah itu bangun berdiri, diam dulu. Kalau tidak terasa apa-apa bisa jalan ke kamar mandi. Nah seperti itu. 

    Tetapi setelah menutup jendela kamar keponakkan yang lupa di tutup, kok rasanya mulai muter. Dipercepat saja langkahnya menuju tempat tidur, semoga cuma masih kebawa rasa ngantuknya saja.

    Eaaa, malah mulai muter, perut juga kok lapar. Yang saya pelajari jam segini kalau yang punya diabetes suka datang rasa laparnya. 

    Terpaksa bangunkan Hubby, minta makan. 

    Oat Meal Penyelamat Lapar Malam

    Biasanya kami sedia oatmeal Quaker oats, makanan yang paling cepat kalau lagi lapar tengah malam. Karbohidrat sih, tetapi gampang cepat dicerna.

    Saya pikir setelah, menyeruput cairan oat rasa puyeng saya hilang, ternyata malah menjadi. Ah, vertigo saya kumat, rasanya mau nangis. Bolak-balik, buka dan tutup mata mencari posisi yang pas. 

    Mama Penyimpan Obat

    Mencari obat Merislon enggak ada, adanya Mertigo. Kok bau Mertigonya! Jadi takut juga mau mengkonsumsinya. karena tidak ada tanggal kadaluarsa.

    Begitulah, kalau saya sakit, dan hanya tahu sendiri tempat obat. Kebetulan Hubby yang cari dan enggak ketemu.

    Setelah agak lumayan saya cari di kotak obat. 

    Begitulah karena sering merapihkan tempat obat, kadang diri sendiri lebih hapal daripada yang lain. 

    Ketemu obat Mertigo dan Frego. Tetapi semua kadaluarsa tahun 2019. Sangking enggak tahan, saya minum saja Fregonya. Sebetulnya diperuntukkan pusing dan muter. 

    Kebiasaan Dimanja

    Ternyata menunggu effeknya hampir satu jam. Bawaannya mengantuk enggak tahan juga. 

    Pas jatuhnya pukul 6.15 saya harus minum obat gula. Jadilah rasanya seperti berat, dan saya tidak tahan, mau menyerah rasanya.

    Kebetulan jadwal setiap pagi Hubby mengantar Ananda sekolah, jadi rasanya berat juga ditinggal sendiri. 
     
    Dasar manja yaaa!

    Tetap Roti Masih Lebih Kenyang dari Nasi

    Walaupun ada sisa oat cair bekas dini hari saya minum, tetap saja kalau belum ketemu dua tangkup roti panggang rasanya belum afdol!

    Sambil menunggu Hubby, saya minta tolong Ananda yang besar mengambil nasi goreng. Hanya menduga-duga saja. Sepertinya Ibunda sedang buat di dapur.

    Rupanya bertepatan dengan Hubby datang dari mengantar Ananda yang kedua, dia membawa roti yang baru dibeli. 

    Secepatnya roti panggang dia buatkan dengan irisan pisang.

    Walaupun tadi makan nasi goreng, tetapi dua tangkup roti panggang dengan irisan pisang dalam roti masih lebih enak dan pas untuk perut. Yuum!

    Vertigo Reda Sendiri

    Rencana sih mau dibawa ke puskesmas, jadinya Ananda yang besar enggak bisa dianter ke kampus. Dia naik Ojek Online saja sendiri. 

    Setelah minum Merislon; ampun merislon mahal juga. Obat ini kalau satuan itu 7 ribu rupiah. Karena harus belanja sayur, jadi dibeli empat saja. Iih! namanya akhir bulan dan belum gajian.

    Lumayan, kepala tidak muter lagi. Yang tadinya pukul sepuluh mau ke Puskemas, enggak jadi. 

    Paling nanti dikasih obat Mertigo, biasanya. Obat generik. terus vitamin. Kalau mau cek darah juga harus ke lab, enggak bisa di Puskesmas. Panjang lebar Hubby membeberkan cara penyelesaian akhir kalau saya pergi periksa di Puskesmas. Iya juga sih. yang saya pikirkan sama dengan Hubby. Kan sudah pengalaman.


    'nd

    Lumayan, sambil ngetik ini masih menikmati sedikit sensasi melayang. Apa karena terlalu banyak pegang gawai?

    Begitulah kalau kemaren malam sebelum tidur menghabiskan dua puluh episode film silat mandarin, dan hasil akhirnya hari ini harus "muter-muter naik komedi putar".

    Salam sehat, yuk nonton lagi 20 episode! Haiyaaa!



    Love, Audy

    Ref
    Wikipedia
    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar

    AJPena Online Class

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement