Menu

 

Tes Antigen

 


"Arti Emergency Room?"


Ceritadiri.com ~ "Yess negatif!" Dengan sedikit kehebohan ketika mau cek. 

"Kita ke Puskesmas aja yang dekat!" Seperti biasa saya mengajukan usulan untuk cek ulang hasil tes SWAB Antigen. Daripada pergi ke rumah sakit, pasti mahal deh. 

Sebetulnya kemaren lihat harga sih rata-rata hampir sama di tempat ambil Antigen


Cuma kalau mau dikalikan lima orang jadinya mahal.

"Enggak usah mandi, nanti saja habis pulang dari Puskesmas!"seru Hubby mengingatkan.

"O, iya."

Menunggu satu dengan satu, banyak pritilan yang dilakukan. 

Omanya anak-anak sudah enggak sabar.

"Jalan duluan, Yaa!" serunya. 

"Iya, Mi!"

Akhirnya, Hubby membawa si kecil naik motor, sekalian cek nomer di antrian Puskesmas.

Sesampainya di Puskesmas, OMG pasien mengantri sampai di jalan. Antrian nomer berapa ini?
"Mam antrian sudah sampai 80, bagaimana? Kita datang siangan saja atau mau besok? Infonya dari Satpam biasanya memang hari Senin ramai. Kecuali Selasa besok sepi." Terang Hubby, kami disuruh memilih. 

Kepalang tanggung, sudah memakai baju keluar rumah, kadang malas mau mengulang kembali esok hari. Mencuci pakaian banyak kalau begini.

Berjalan kembali pulang, menunggu saja siang hari.

Kok, belum pulang yaaa Hubby dan Ananda yang besar?  Merejs berdua janjian mau potong rambut dulu.

"Yeay, sudah di tes hasilnya negatif, Ma! seruan santai dari Hubby yang datang bersama Ananda.

Sedikit naik darah di kepala, saya marah karena mereka berdua pergi tanpa mengajak kami yang di rumah.
Saya sudah menunggu lama untuk waktu kedatangan ke Puskesmas di siang hari.

Ternyata mereka berdua sudah selesai dan Puskemas sudah tutup. Aaaaa!

Bagaimana sih tadi janjian mau pergi bareng, omelan saya terus saja menghujani mereka berdua. 

"Tadi iseng saja datang pengen lihat antrian. Ternyata sudah selesai dan bisa dites. Sedangkan Kakak beruntung, karena ikut Papa jadi dites juga.
Infonya kalau yang enggak berobat enggak bisa dites.
Harus tes di luar." Panjang lebar keterangan yang diberikan Hubby.

Iya juga ya. Rugi kalau banyak yang datang tes tanpa ada riwayat sakit.

"Ya, sudahlah!"

Oma dan Ananda yang kecil akhirnya di tes antigen di rumah. Kebetulan adik saya ada alat tesnya. Malas saya mau pakai karena harus colok hidung sendiri. Dan saya tidak suka!

"Yes, Oma dan Ananda yang kecil negatif."

Tinggal saya sendiri yang belum di tes. 

Alhasil, pesan saja ke Apotek Sadang Serang. Apotek langganan yang murah.

Ternyata harga alat tes Antigen cuma 45 ribu. Kirim deh pakai Gojek. 

Mau pesan aja penuh dengan cerita juga. Haiya. 

Apotek lagi ramai jadi,"Sebentar ya, Bu!" 
Sebentarnya pesan dari pukul 16.00 sore sampai 18.30 baru sampai rumah. Itu juga dengan saya yang pesan Gojek untuk ambil.

Kalau dipikir, kan saya pesan via Whatsapp sama dengan pembeli lain. Tinggal dipilih barangnya hitung harga kasih tahu ke pembeli. Pembeli tinggal bayar dan ambil dengah kurir kalau Apotek ga mau kirim, benar enggak? 

Kok, saya merasa aneh. Apa bedanya orang yang datang dan yang online via Handphone. 

Bikin jengkel juga deh seharian ini!

Sebetulnya ada alternatif lain juga kalau mau tes antigen. 

Banyak tempat yang bisa kita datangi untuk tes itu. 

Rasanya sudah bukan barang mewah lagi. Sudah biasa saja mau tes Antigen ini.

Salah satunya yang saya tahu di Rumah sakit Borromeus bisa juga. Ala Walk Thru Laboratory kalau enggak salah.



Cuma masih kebayang peristiwa yang terjadi. Sewaktu kami diperiksa ada pasien yang datang.

Sambil memohon, minta tolong didahulukan. Ternyata dengan santai hanya dilihat dan ditanya oleh Suster,  kenapa dengan beliau. Disuruh daftar dulu dan bla ... bla ....

Hubby yang melihat mulai keluar omelannya. "Bagaimana sih rumah sakit Indonesia? Kok seperti itu penanganan pasien kritis alias Emergency!"

Baru sadar saya ketika melihat lingkungan tempat kami diperiksa. Memang di sini adalah tempat emergency tetali diubah menjadi seperti klinik biasa yang orang datang tidak dengan kriteria emergency. Semua masih bisa berdiri dan berjalan.

Kalau nonton di film atau Drama drama yang jamanya emergency semua ditangani cepat, tanpa berbasa-basi. Ataukah itu hanya di film?

Cuma kemubali lagi, apa sih arti kata emergency? Apa ada yang tahu pengertian kata ini?

Harapan sih, melihat pasien yang tadi datang sambil meminta tolong, cepat diselamatkan. Masih terngiang kata tolong ... tolong di telinga saya. Oh Tuhan.

Kalau melihat adegan itu, kemana saya harus mengadu? 

Semoga RS. yang lain tidak begitu. Perih di hati lihatnya!



Love, Audy





Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement