Cuap-cuap Akoe.   

Lagiii .... Enggak habisnya cerita tentang kelas NOW.

Seharian mulai dari subuh belajar.

Di kelas NOW Batch 1 belajar sharing di grup. Bayangkan dari ratusan mau saling sharing. OmG enggak kuat hahaha.

Hari ini, semoga teman NOW bisa sharing yaa. Asyiikkan dapat ilmu baru.

Ilmu Baru Setiap Hari

Ilmu atau alima berasal dari bahasa Arab yang berarti pengetahuan. 

Ilmu yang didapat bisa dari mana saja. 

Saya rasa ilmu pertama kali diajarkan oleh Ibunda ketika mulai dari kandungan. 

Mulai diajak mendengarkan musik klasik ketika masih berupa janin di perut. Emosi yang diajarkan secara tidak langsung, ketika bunda merasa sedih atau senang.

Ketika sudah lahir pun, ada ilmu yang didapat. Bagaimana mereka berinteraksi dengan Ibundanya. 

Baca juga : Mengisi Post di Blogger

Coba deh ingat lagi bagaimana cara anak-anak tumbuh.

Enggak mungkin tiba-tiba sewaktu bayi sudah langsung pegang sendok hehehe. 

Ada step ilmu yang mereka pelajari sehingga bisa menjadi seorang manusia seutuhnya.

Ilmu dari Pendidikan Formal

Setelah masuk masa pendidikan. Ilmu yang didapat mulai beragam. 

Guru-guru di sekolah menjadi begitu penting karena ilmu yang mereka berikan kepada para murid. 

Selain secara terarah, sebagai murid juga belajar untuk memilih ilmu yang bisa kita pakai di dalam kehidupan kita.

Di masa pendidikan formal sebagai murid diajarkan:

1. Kedisiplinan

Bisa mengatur waktu. Kapan harus menyelesaikan tugas pelajaran.

2. Menghargai teman

Kadang ada beberapa friksi yang terjadi. Karena perbedaan pola asuh di rumah masing-masing. Kebiasaan disayang yang berlebihan membuat diri menjadi lebih superior terhadap yang lain. 

3. Belajar Menghormati

 Khususnya yang lebih tua dan teman sebaya.

4. Sebagai warga negara yang baik 

Ada pelajaran dari  nilai-nilai Pancasila, yang harus diketahui oleh para murid. Sehingga di dalam masyarakat bisa menempatkan diri.

5. Belajar kemandirian

Mulai dari pembagian tugas piket di kelas. Seperti menyapu kelas, membersihkan papan tulis

6. Belajar Berbicara. 

Beberapa murid kadang malas untuk mengungkapkan apa yang ada dipikirannya. Perlu sesekali.diberi tugas untuk maju ke depan kelas mengutarakan hasil pelajaran atau pekerjaan rumah dengan berbicara di forum kecil. Sehingga bisa timbul rasa berani. "Saya bisa!"

7. Entrepreneurship

Mulai mengenal dari segi keuangan. Apa yang bisa mereka lakukan dengan modal yang ada. Menjadikan mereka pengusaha kecil yang bisa mereka lakukan mulai dari muda.

8. Menambah Relasi

Kadang ketika tua mencari teman yang seirama tidak mudah. Perlu memupuk pertemanan mulai dari mereka di bangku sekolah.

Baca juga : Belajar Sabar Dalam Segala Keadaan


Belajar Ilmu Secara Tidak Formal 

Ilmu yang didapat di sekolah biasanya, hanya dari segi pendidikan formal saja. 

Ilmu sebagai manusia seutuhnya didapat dari perjalanan bertahun-tahun ketika mereka mulai memasuki fase pertumbuhan. 

Mulai dari bayi sampai dewasa menyerap secara otodidak apa yang baik dan buruk yang bisa mereka aplikasikan di kehidupan masing-masing.

Kejamnya dunia terasa ketika merka mulai memasuki sebagai individu dewasa yang harus bertanggung jawab secara mendiri. Mulai dari mencari nafkah dan memasuki masa meneruskan keturunan.

Ilmu yang didapat berbeda lagi ketika mereka masuk dalam dunia kerja. Kadang belajar secara formal pendidikan yang dipilih. Tetapi kenyataannya ketika masuk di dunia kerja. Tidak sesuai dengan bidang yang dipilih. 

Banyak cintoh di sekeliling saya. Lulusan sekolah hukum malah mendapat kwrja di bagiam Customer di sebuah bank. Lulusan sekolah administrasi luar negeri, berakhir menjadi seorang marketing  alat digital. 


Tidak cukup Ilmu S1

Jadi kalau dibilang saya sudah selesai kuliah bukan berarti sudah berhenti menuntut ilmu.

Zaman terus berubah. Yang tadinya cukup sampai S1 sekarang mulai menjadi S3. Psst ini bukan jualan es yaa hehehe.

Contohnya ketika seorsng lulusan S1 Sarjana Strata 1 mau menjadi seorang dosen di tempat almameternya di harapkan sudah menmpunyai ijasah S2 lebiih baik lagi S.

Kalau dipikir memang ga benar juga. Masak mau mengajar murid lulusan yang nantinya sama dengan pengajar mereka.

Ya seperti memberi "muka" untuk para p3ngajarnya. Saya rasa ada rasa lebih dihormati. Kalau dalam tingkatan kakak adik. Kakak harus lebih dihormati. 


'nd

Sebagai manusia memang Tuhan sudah berfirman hrus terus menambah ilmu. Apalagi sebagai seorang perempuan yang menjadi ibu. Harus ada bekal ilmu yang dapa diajarkan untuk anak-anak.

Ibu yang banyak ilmu bisa mendidil anak lebih baik lagi.

Soo, yang melahirkan, membesarkan, dan mengajarkan seorang pemimpin negara dan dunia, siapa?  



Love, Audy