"Loh, itu sapi kok ditaruh di sana?"

Hubby menunjuk ke arah perumahan di bawah bukit.

Daerah sana dulunya kuburan. Saya rasa kuburan keluarga. Tetapi sekarang sudah mulai tertutup dengan rumah-rumah yang baru dibangun

"Wah, mulai tuh dipotong, Ma!" Teriakan dan ajakan Hubby memecahkan konsentrasi saya yang sedang menulis blog.

Sambil mengeret lengan saya, untuk memperhatikan kejadian itu.

"Tidak mau!"


Buat Konten

Hehehe sedikit outline untuk isi blog hari ini.

"Bagaimana kemaren seru?"

Sedikit outline hari ini share di grup Telegram. 

Saya jadikan untuk bahan postingan. 

Sebetulnya bukan mau menceritakan hari raya umat muslim, tentulah saya enggak ngerti. Tetapi mau menceritakan tentang sapi yang menjadi kurbannya. 

walaupun bukan pakar persapian makanya belajar mengenal sapi lebih dekat hahaha, lol

Sapi itu siapa?

Sapi atau Lembu adalah hewan ternak anggota famili Bovidae dan subfamili Bovinae. 
Sapi dipelihara terutama untuk dimanfaatkan susu dan dagingnya sebagai pangan manusia.
Hasil sampingannya seperti kulit, jeroan, tanduk, dan kotorannya juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan manusia.

As Simple As That

Beberapa hari ini menunggu kiriman daging kurban. Walaupun saya tidak merayakan, kadang dapat pembagian juga sedikit. Hehehe. 

Tergantung juga sih. Kalau ada yang berkurban banyak dan semua sudah kebagian, pasti ibu saya dapat.

Ternyata dugaan salah. Tahun ini ga dapat hahaha. Apa karena yang berkurban sedikit.

Enggak pernah berpikir tentang apa arti hari raya kurban. Hanya berpikir mendapat hadiah pembagian daging sapi aja. As simple as that.

Apalagi kalau dihitung dari uang belanja, wah ngirit banget! Tinggal beli sayuran saja tiap hari.

Apalagi kayaknya sudah puasa lama makan daging sapi hahaha, kacian deh! Ya, dong umur berapa sekarang mau makan enak. Takut kolestrol.


Pantangan Dilanggar

Akhirnya, kejadian. Dapat kiriman daging sapi plus lemak, dan lain-lain. OMG.

Langsung di kepala berputar menu yang cocok dengan tambahan daging sapi. Rasanya gelap mata. Enggak berpikir embel-embel di belakangnya. Kalau makan daging sapi nanti ... bla ... bla.

Kalau datang si Embake masak menu lebih berat dengan bumbu lengkap. Saya malas  kalau yang berbumbu, walaupun bisa masak. 

Baca juga : Ala Korean Dengan Rendang

Walaupun rendang enggak jadi, tetapi semi rendang alias Kalio jadi dibuat. 

Dicampur dengan kentang. Pengennya sih kentang yang kecil. Ternyata lagi ga ada.

Beberapa hari ini,  tukang sayur pada tutup. Apalagi langganan yang dekat rumah belum buka juga. 

Jadi hampir setiap hari makan daging sapi yang ada. Rasanya "berat".


Akibat Makan Daging Sapi

Yang ada dipikiran sudah pasti, kolestrol naik. Walaupun tiap malam makan obat kolestrol. Entahlah!

Informasi yang didapat juga kebanyakan makan daging membuat Halitosis atau bau mulut. 

Saat tubuh terlalu banyak membakar lemak, ia akan menghasilkan benda kimia bernama  Keton. Nah, inilah yang menyebabkan bau mulut.


'nd

Nikmati Saja, Hidup ini.

Kalau mau dipantang semua makanan pasti enggak bisa dimakan. Apalagi umur sudah tidak muda lagi.

Mulai lagi dengan menu seperti biasa. Pantang lagi. 

Kebiasaan standar kalau sudah menikmati yang enak, pasti menyesal belakangan.



Love, Audy