Advertisement

Main Ad

LoVe TOO ❤




"Iih ...! nanti dilihat orang malu."

Kalimat seperti ini masih sering dilontarkan untuk setiap kebiasaan yang menurut standarisasi kebudayaan tidak pas.

Padahal untuk perjalanan kehidupan pernikahanku dan tom sudah melewati masa pernikahan perak.Tahun ini masuk ke tahun yang ke 27. 

Dengan segala kondisi yang ada, baik keadaan keuangan, kesehatan, kebiasaan yang berbeda,yang baru disadari,"Ahh! ternyata aku baru mengenal dia." waktu pacaran kok ga ada seperti ini.

Ternyata memang perlu setiap pasangan yang akan melanjutkan kejenjang pernikahan itu, mengambil waktu lebih banyak untuk mengenal siapa pasangan yang akan dinikahi. Tapi memang enggak semudah itu juga, karena di waktu masa pacaran semua yang di permukaan hanya terlihat yang baik-baik saja.

"Bener apa bener !?"


*Aku Melihat Dia

==============

"Siapa itu! Ganteng! Rupanyanya ada tetangga baru."

Bagaimana yaa, mau kenalan. Gimana caranya? Masa aku yang ajak kenalan, gengsi dong!

Yahh! hanya bisa bertatapan saja.  

Setiap pulang kuliah, Doi  menungguku diteras rumah, sambil melipat tangan di dada. Suka bikin geer ahh!

Kadang biar dilihat Doi, ambil waktu cuci mobil kesayangan. 

Intip-intip tetangga. Kebetulan jendela kamarnya menghadap rumahku. 

Kalau menurut fengshui rumahnya model tusuk sate. Bisa nih intip-intip dari teras kamarku.

Ketahuan deh rahasiaku.

Kelihatan doi suka duduk menggambar .


*Perkenalan

================

Masa liburan perkuliahan, terlupakan untuk berkenalan dengan tetangga ganteng itu. 

Dapat kabar berita, adik-adikku sudah ada berkenalan. 

Akhirnya ..., kenalan juga dengan si ganteng.

Berteman biasa saja, saling mengenal diri pribadi masing-masing, apa yang dikerjakan.

Ga tahunya doi sekolahnya pernah di Jakarta. Sekolah yang yayasannya sama dengan sekolahku, walau memang beda alamat. Tapi sering satu tempat ibadah.

Kok ga pernah ketemu ya?  apa ini yang disebut jodoh? tidak akan lari dirimu kukejar hahaha.

Doi takjub deh kenal dengan aku, ini cewek badannya kecil, tapi suaranya berat. Maklum karena campuran ambon dan sunda,  aku dapat badan sunda, kulitnya putih hidung cukup lah hahaha. 

Rambut waktu kenalan sih masih lurus, karena sering ke salon minta di keriting 10 menit. Malah jadi Ikal setelahnya. Walaupun sudah tidak kesalon lagi, rambut sampai sekarang tetap ikal. Bingung juga nih ... apa darah ambonnya lebih kuat yaa ...hehehe.

Doi suka kagum, ini ceritanya waktu sudah nikah. Lihat cewek bawaan mobilnya jeep, kayaknya ini juga yang bikin doi jatuh cinta ama aku. Tomboy! katanya.

Pada masa perkenalan ini, aku masih kuliah di Sekretaris.  Doi ambil kuliah jurusan Arsitek. 

Kalau di pikir, kriteria cowok idaman sudah pas dengan Doa yang aku naikan ke pada Tuhan. Semuanya ada.

Puji Tuhan. 

Love You ❤

*Hal Terindah Dalam Pertemanan

=============================

Yang buat aku jatuh cinta pada pandangan pertama adalah senyumnya. Ga tahu rasanya berdebar aja. Serasa dunia hanya diberikan untukku.

Masa itu kegantengan aja ga cukup, harus bisa main musik,  untung Doi suka main musik.  Alat musik yang dikuasai Gitar. Kalau sudah main gitar ... membuat tambah cinta.

Padahal baru berteman, tapi rasanya seperti sudah dekat, sudah mengenal lama. 

Masa kerja praktek di lalui, aku selalu berdua dengan dia. Setia selalu mengantar. 


*Mau Bersamamu

===============

Setelah berjalan hampir setahun apa sudah setahun yaa, aku lupa. Waktu itu kalau setiap tanggal 14 februari banyak yang menyatakan cinta karena bertepatan dengan hari Kasih sayang. Tunggu punya tunggu tahun itu belum ada yang menyatakan cinta. 

Ahh, kayaknya belum waktunya!  empat hari sesudah hari kasih sayang doi datang kerumah membawa bunga mawar.

 Weiitttss! hari kasih sayang udah lewat ada apa nih! 

Hari itu rasanya menjadi hari kasih sayang kami berdua,  setiap tahun sampai sekarang selalu diingat. Moment dimana kami berjanji untuk lebih mengenal lagi, mengenal lebih dalam untuk kejenjang yang berikutnya. 

Berani mengambil keputusan untuk lebih terbuka satu dengan yang lain.

Lebih mengenal keluarga satu dengan yang lain. Tidak ada rahasia yang ditutupi. 

Aku kenal dia, dia kenal aku. Keluargaku siapa, keluarga dia siapa. 

Pertama kali diajak bertemu untuk jalan-jalan sebagai kekasih di restoran dekat kampus Sekretaris tempatku kuliah. Sampai sekarang restoran masih ada. Moment itu tak pernah terlupakan sampai saat ini. 

Saat itu kebingungan melanda,  karena memikirkan apa yang harus aku pakai. Pakaian model apa. Sepatu bagaimana. Tas apa yang harus dibawa. Lipstik mau warna apa. Rambut harus digerai apa diikat. Parfum jangan lupa. Deodoran juga enngak boleh terlewatkan. Hhampir 1001 macam printilan yang harus dipersiapkan. 

 Persiapan mulai sehari sebelumnya atau seminggu sebelumnya.

Haha .... Pas hari H yang ditunggu tunggu, berdebar-debar rasanya, sudah benar belum ini persiapan, tanya teman sebangku, "bagimana penampilanku!, sudah ok belum?"

Masa itu lagi masa wajah pakai kosmetik  Pearl Cream, jadi nggak lupa tuh pakai cream biar wajah kelihatan kinclong. Yang nggak aku sadari waktu itu kalau mukaku terlalu keputihan hahaha .... ini cerita yang aku tahu setelah kami menikah. Doi cerita waktu pertemuan pertama kenapa wajahku sepertinya putih, juga merah. 

Masih muda sih jaman masih pipi bisa bersemu merah kalau malu. Apalagi kalau doi sudah bawa teman-teman untuk berkumpul. Tambah deh bersemu merah.

Habiskan waktu berdua berjalan bersama, ke taman, bioskop,  sama sih seperti yang lain kalau berpacaran. 

Aku dan doi suka makan, jalan-jalan. 

Cari buku.  Doi sudah ngerti kesukaanku baca novel. Kadang-kadang cari novel  picisan itu daerah Asia Afrika Bandung, di hamparan jalan. 

Ada tempat tempat favorit kami berdua, yang sampai sekarang masih kami datangi, seperti jalan Cihapit dengan gado-gadonya, plus kalau lapar berat boleh lah sepotong ayam goreng.

Sama -sama menyelesaikan kuliah. Hal utama untuk menyenangkan orang tua. bersyukur untuk setiap pencapaian yang kami lalui. 



*Jarak Yang Memisahkan

=====================

Selesai kuliah  melamar kerja di perusahaan kecil, sebagai administrasi, bagian keuangan. Doi masih kerja praktek, rasanya ada yang kurang,  karena aku ambil jurusan Sekretaris bahasa Inggris harus lebih dikuasai.

Minta ijin ke dua orang tua apa bisa dijinkan untuk mengambil kursus tambahan bahasa Inggris ke Australia, tentu dengan melihat kondisi keuangan juga, enggak ngoyo lah.

Dapat ijin boleh,  ambil saja yang terdekat dengan Indonesia. Tujuan utama adalah Australia. Berhenti kerja. Mencari info tempat belajar bahasa Inggris dimana yang memungkinkan. Maksudnya tempat dan harganya harus sesuai. Dapat juga Travel Biro yang mengurus kepergianku.

Perasaan rasa nya bagaimana yaa, mau pergi tinggalin  yang ada di Indonesia. Padahal cuma pergi sebentar.  Kalau jaman sekarang di bilangnya lebay banget he.he.he.

Ijin dari Doi ok.


Tujuan negara Australia ambil di Sydney, daerah kursusnya Manly tempat Homestaynya Dee Why.

Setiap hari di lalui dengan kekuatan hanya dari Tuhan, karena berbeda kehidupan dengan yang biasanya,  baik makanan, udara,cara berbicara, transportasi dan masih banyak lagi.

Sedih sih!

Apalagi doi jauh disana yang biasanya selalu menemani. Disini melangkah sendiri saja.


*Surat Cinta.

==========

Untuk yang tercinta di Indonesia. Setiap lembar surat cinta penuh  dengan kalimat kerinduan ingin bersamamu disini, menghabiskan waktu. Rinduuu.

Setiap lembaran surat penuh dengan kerinduan. Waktu itu enggak seperti sekarang pakai handphone sudah bisa melihat wajah kekasih  hati.  Ada waktu untuk mau mendengar suaranya,  berjalan jauh sedikit dari tempat tinggal untuk ke telpon umum, jadi sudah harus dipersiapkan uang koin untuk dipakai. tambah banyak koin, tambah lama bisa berbicara dengan Doi. Ahh.jaman itu menyenangkan!

Aku kirim lembaran surat, Doi kirim balasan , menanyakan keadaan masing-masing. Apa yang sedang dikerjakan masa-masa ini, apa yang terjadi di tempat les, apa yang terjadi di tempat kerja praktek.

Surat-surat kenangan itu masih ada tersimpan rapih di satu buku yang berisi catatan harian ku waktu itu.


*Mengisi Hari

==============

Membuncah kerinduanku tak tertahankan,  untuk seluruh yang tercinta , yang ditinggal pergi. Akhirnya bertemu kembali. Semua dalam keadaan sehat.wajah-wajah tercinta  berkumpul menjemput.

Dan wajah penuh senyum itu hadir datang menjemputku.

Mulai lebih dalam lagi perjalanan cinta kita yang  terpontong oleh waktu dan jarak.

Mempersiapkan untuk jenjang berikutnya, sambil bekerja, mempersiapkan segala hal 



*Akhirnya Berani Melangkah.

========================

"Mau jadi Istriku?"

Deg..deg kan juga, akhirnya kalimat yang menjurus kesana terucapkan.

"Walau dengan keadaan yang ada, berani melangkah?"

Siapa yang enggak berani, ayoo melangkah!

Tuhan sudah memberikan jawaban yang pasti untuk kekasih hati. 

Ijin sudah didapat dari kedua orang tua.

Walau pun di dalam perjalanan menuju jenjang ini ada kesedihan yang melanda diri karena kehilangan orang yang dikasihi. Ayahanda dari kekasih hati.


Tanggal 3 april 1993 Berani melangkah  bersama, tanpa mengetahui waktu yang menanti di depan, apakah keberhasilan itu pasti didapat, atau banyak kerikil tajam yang menghadang. 

Tak takut ku melangkah sebab Kau besertaku.

Bersama -sama melewati rintangan waktu, hingga saat ini sudah memasuki tahun ke 27 tahun.



Bless us Lord.

LOVE YOU HONNEY BUNNY❤

BSD, 1 Maret 2020

LoVe TOO ❤  Naskah awal DUA JADI SATU nonfiksi.



Love, Audy

Post a Comment

0 Comments