Advertisement

Main Ad

Kebun Latte Buaran BSD







"Tahu tempat ini nggak?" Tiba-tiba temanku WA.

"Wah, nggak tahu!"

Hihihi orang Bandung, sudah lama tinggal di BSD masih belum hapal daerah tempat tinggal sekarang.

Langsung deh searching di Google. Kalau dilihat tempatnya menyenangkan.

Akhirnya hari ini kesampaian juga nyamperin cafe Kebun Latte ini.Kebun Latte yang mengangkat tagline #ngopidikebun memiliki dekorasi alami puluhan pohon jati solomon yang tumbuh tegak lurus ke atas.

Kayaknya hari ini datang, pada waktu yang salah. Mustinya datang lebih pagi. Kalau sekarang jam nya makan siang udah pasti ramai. Apa boleh buat memang jadwal yang dibikin pukul 11.00 siang. Tetep dengan jam karetnya ibu-ibu ceria. Musti berberes.dulu di rumah baru bisa berangkat. Masak sudah mulai dari pagi. Jadi kalau pergi, makan siang buat keluarga sudah tersedia. Untung kemaren sore ada masak tambahan ayam bumbu.

Sampai di  kebun latte sedikit terlambat,  diantar suami dengan mobil. Duh! tempat parkir tidak ada di kebun latte. Bagian halaman depan.hanya khusus untuk roda dua saja. Untuk mobil diarahkan oleh banyaknya tukang parkir ke halaman rumah orang dan halaman mesjid. Jadi terpaksa jalan sedikit ke kebun Lattenya.

Memasuki Kebun Latte melewati pepohonan, dan bangku-bangku untuk mencapai tempat di balkon. Jalan perlahan takut terpeleset. Apalagi menaiki tangganya memakai karpet rumput plastik. Jadi sedikit licin. Apalagi setelah siang hari ngobrol disana turun hujan. Bahaya juga. Penutup balkon, berupa seng tidak sepenuhnya menutupi area duduk. Jadi  meja panjang dari kayu terkena air hujan. Mau foto selfi juga lebih susah karena kalau berdiri di pinggiran kena air hujan walaupun banyak daun lebar diatas kepala tetap saja kena rintikkan hujan. Kalau dilihat keseluruhan tempatnya kecil cuma menang banyak pohon saja.

Untuk makanan, menurutku lumayan, porsi cukup buat aku yang tidak suka makan terlalu banyak.  Pilihan makanan ringan saja hari ini, pilih dimsum saja. Enak, nggak pedas. Bumbu rasa asam manis pedas sedikit. Menurutku yummy. Temennya paling minum teh tawar panas. Lumyan gelas tinggi.

Teman-teman yang lain pilih kwetiau goreng, tahu goreng, pisang goreng,

Duduk di balkon atas lumayan hari ini angin kencang banget. Dingin. Salahnya gak bawa sweater atau phasmina. Taham aja deh. Berrrr....

Dari atas lumayan foto-foto kebawah. Pas mau pulang hujannya lumayan jadi mau foto di daerah bawah sedikit lebih susah. Hihihi alasan aja. Padahal malu mau foto-foto habis rame sih. Ada juga sih yang foto-foto. Ah dasar akunya malu aja.

Alhasil nyuri-nyuri ambil fotonya. Bagian cashier dan penampakan depan bisa aku potret.

Kayaknya musti kesini lagi deh!

Tapi jam berkunjung harus dirubah jangan jam makan siang. Musti lebih pagi.

Yuk ahh..

Tunggu review selanjutnya.

Shalom,

Audy Jo.

Bsd, 31 Okt 2020














Post a Comment

0 Comments