Advertisement

Main Ad

Belajar Terus. Nggak Henti




"Ampun ... Mama ..., buat apa lagi!" seru suamiku.
" Hihihi ... kerjaan baru, pa."

Hehehe itu cuplikan pembicaraanku dengan suamiku Tom. Kesibukkan baruku yang kadang suka mencuri waktu lebih.  Padahal sudah buat time table, schedule harian. Tapi masih suka nyolong waktu.
Sejak masa Pandemi, dan dikurung dirumah. Passionku menggebu-gebu mulai menulis.
Awalnya dibiarin saja.sama Tom. Kayaknya pengen tahu sampai dimana aku bisa bertahan pikirnya. Karena memang aku nggak pernah khusus ambil waktu duduk diam. Menulis....
Satu ... dua...tiga... muncul tulisanku. Baik berupa buku Antologi atau Ebook. Rasanya ide itu datang terus tanpa berhenti.
Benar kata mentorku, Indari Mastuti. Menulis itu bagian dari kesibukkan bukan sisa kesibukkan. Energi menulis menjadi 22 ebook dan beberapa Buku Antologi yang sudah dicetak.

Kalau dilihat dari materi masih jauh yang aku dapat tapi kepuasaan menulisku tersalurkan.
Banyak teman sesama penulis Antologi yang ikut membeli buku yang ditulis masing-masing. Nah tulisanku dibaca mereka.
Ada yang tinggal di Jawa tengah, Bali, sampai luar negeripun ada.

Bersyukur Tuhan Kasih talenta yang sudah lama terpendam.
Aku ambil kutipan dari Raditya Dika yaa.
Menulis itu digali bukan menunggu ilham yang datang. Sampai jaman rekiplik kalau ga dateng gimana? Memble.ðŸĪŠ

 Mulai bulan Agustus akhir akhirnya keluar juga ultimatum Tom. "Menulis jangan terlalu buru-buru, nikmatiin saja, memang mau kemana? Nggak usah ngoyo ,Ma." 
Ngoyono ..., apaan tuh. Slowly aja nggak usah "lari-lari"
Akhirnya menulis, jadi sedikit melambat  ..., lambat.  Yang tadinya nonton drama korea dan mandarin terlupakan. Sekarang banyak waktu kembali menonton. 
Ihh ... ngapain nonton? Perlu bu..., perlu cari ide tulisan, perlu balajar juga. Baca buku dan  nonton film. Kebanyakan bisa kita lihat plot ceritanya.

Pilih - pilih Lomba menulis, kirim hasil mudah-mudahan menang. Aga lebih sulit Penulisannya karena memakai bahasa jawa. Ah bisa juga. Walau bahasa jawanya Google hehehe.

Tapi garis besarnya ya sist setiap passion atau keinginan itu harus dikerjakan langsung. Jangan ditunggu-tunggu kapan idenya datang. Karena setiap ide itu sudah ada di diri kita. Mulai terbentuk sejak kita mulai mengenal dunia. 
Coba aja tulis sedikit kalimat ..., tiba-tiba tulisan itu berkembang pesat. Akhirnya ..., bingung sendiri. Wah ..., aku bisa menulis seperti ini.



Love, Audy Jo.



Bsd, 4 Okt 2020.



Post a Comment

0 Comments