Advertisement

Main Ad

Mau Kenal Dengan Filateli





Tiba-tiba kepikiran kata Filateli. Eh bener nggak ya ejaannya. Coba cek dulu ke KBBI atau Google.

Menurut KBBI Filateli adalah Koleksi dan penyelidikan tentang prangko dan meterai.
Atau Pengumpulan prangko.
Berarti basisnya adalah Hobi kesukaan.

Kamu suka Filateli?

Menurut Google, Filateli adalah aktivitas atau hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya seperti Sampul Hari Pertama. ... Filatelis adalah Pengumpul Benda Filateli. Kata ini sebenarnya salah kaprah, karena yang disebut Filatelis adalah seorang spesialis, yang sangat mendalami satu bidang di dunia filateli saja.

Kata "filateli" berasal dari bahasa Inggris philately yang berasal dari bahasa Prancis "philatélie", yang diciptakan oleh filatelis Georges Herpin pada tahun 1864. 

Kalau di benak, Filateli itu indentik dengan sosok kertas kecil segi empat yg ada berbagai gambar atau tulisan dengan angla nomila di sudut kanan atas. Alias prangko. 

Sejarah prangko sendiri dimulai pada tanggal 6 mei 1840, dimana prangko pertama lahir didunia berkat hasil gagasan pemikiran ide dari seorang pria yang lahir pada tanggal 3 Desember 1795 bernama Sir Rowland Hill. Dimana berkat hasil pemikirannya itu, munculah prangko yang dijuluki The Penny Black di Inggris. 

Prangko yang awalnya digunakan untuk pembayaran surat menyurat, ternyata berkembang menjadi benda koleksi yang sangat besar daya tariknya. Doktor Gray seorang pejabat museum di Inggris tercatat sebagai pengumpul prangko pertama. 

Mengenai Prangko di Indonesia, sejarahnya dimulai pada 1 April 1864 ketika pertama kali cap Hindia Belanda dikekuarkan

Prangko pertama yang dikeluarkan oleh Administrasi Pos Indonesia, dilakukan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang diterbitkan pada tanggal 1 Desember 1946. Dengan menunjukkan gamber banteng dan bendera Indonesia, untuk memperingati setengah tahun Kemerdekaan. Dicetak di Yogyakarta.

Biaya yang dibutuhkan untuk membuat prangko dengan gambar diri cukup terjangkau, yakni berkisar mulai dari Rp20 ribuan per lembar isi 4 keping prangko dengan kopur (nominal tertulis) Rp5.000. Sedangkan untuk prangko Prisma 1 lembar nominal Rp3.000 isi 8 prangko harganya Rp32 ribu.

Teringat masa kecil jaman aku, mengumpulkan prangko biasanya langsung bertatapan muka atau secara barter. Kalau ada beberapa prangko yang sama bisa kita tukarkan dengan model prangko model lain dengan teman barter kita untuk pencinta filateli, 
Modelnya bermacam-macam, sebagai penggemar filateli khusunya prangko, hobi ini sudah dilakukan sejak masa kecil. Masa dewasa agak lebih tersendat karena sudah mulai memasuki era komunikasi yang lebih canggih. Prangko mulai tergantikan dengan surat menyurat secara elektronik. Memakai email ataupun aplikasi medsos lainnya, sudah tidak ada batas ruang dan waktu untuk menyampaikan pesan.

Semoga bermanfaat.


Love, Audy



Bahan tulisan dari:

1. Wikipedia 

2. Scout 


Bsd, 30 Okt 2020


Post a Comment

0 Comments