Advertisement

Main Ad

Kesedihan Itu






Hari minggu sudah dijadwalkan, hari libur aktivitas buat penulis  hehehe, maksudnya kegiatan yang berhubungan dengan medsos di rem. Jadi ga semua dilihat.

Kalau diperhatikan mustinya hari libur harus lebih gencar onlinenya. Ngakalin ajalah. Sebelum hari minggu sudah di share dulu produk2  audy jo. 

Seperti buletin yang tiap sabtu harus muncul. Hihihi belajar kata "harus" rasa-rasanya kalau sudah hari kamis pengen terbitin minggu depan lagi. Dua mingguan gitu atau sebulan ya?
Terus saja belajar, memperbaiki.

Nggak tahu kok hari ini cek telegram grup penulis. Ahh! Terkejut luar biasa, dada ini rasa sesak. Membaca berita teman sesama penulis ada yang meninggal. Rasanya bagaimana tanpa terasa air mata menitik. Flasback melihat diri sendiri, badan ini seperti rasa terseret-seret untuk bisa bergerak, berdiri tegak menghadapi berbagai persoalan. Harus kuat. 

Secepatnya harus bisa ditransfer semua keahlianku, kebisaanku. Banyak yang ditinggalkan harus ada yang melanjutkan.

Buletin my world harus ada yang bisa handle.  Bisnis online masa pensiun bersama suami. 

Tanpa sadar mencari sesosok teman penulis di facebook, ketemu postingan ade ipar yg sudah nggak ada duh tambah sedih hati ini.

Masalah yang aku hadapi pasti larinya ke nonton film, "berdoa, Ma! Kalau ada masalah, jangan lari."
"Sedih kalau sudah berdoa, bisa sesak nafas hidung tersumbat." 

Berbagai pertanyaan dilontarkan, "kenapa Tuhan, kok seperti ini?"
Bisa sedih berkepanjangan. Terlalu terbawa perasaa .

Sekarang yang bisa aku lakukan setiap nafasku hanya bisa berdoa terus di dalam hati. 

"Bagaimana harusnya aku 'pergi'." Pengennya waktu tidur, tanpa sakit aku "pergi"

Manusia banyak Pengennya.  Tapi hanya Tuhan empunya kuasa yang bisa berkehendak.

"Umur panjang aku minta kepada-Mu ya Tuhanku"


Shalom,

Audy Jo.
Bsd, 1 Nov 2020

Post a Comment

0 Comments