Advertisement

Main Ad

Tanggal Merah di Masa Pandemi




Yeayyy ... libur....

Biasa ...  teriakan anak-anak, setelah pembagian laporan hasil belajar tengah semester. 

Hasil pelajaran selama mereka sekolah online dari bulan maret.

Sebagai orang tua, harus menerima hasil yang didapat.

Menahan emosi itu susah.

Kepengennya nilai yang didapat harus yang terbaik. Tapi kalau orang tua tidak turun tangan mengajar, jangan marah kalau nilai yang didapat tidak sesuai dengan harapan, berbesar hatilah.

Di masa pandemi ini, setiap hari adalah hari libur karena tidak bisa kemana-mana, tidak bisa keluar rumah, hanya melihat pemandangan dinding putih. 

Kalau  rumah ada halaman luas  bisa melakukan segala kegitan lebih bervariasi dibandingkan tempat tinggal apartemen atau flat kecil. 

Memasuki tanggal merah untuk yang masih bekerja di luar rumah memang hari ini memang yang dinantikan, mereka bisa beristirahat di rumah, tapi kenyataannya tidak seperti yag dibayangkan.

Pemerintah sudah mengeluarkan pernyataan tidak tegas dengan kata lain hanya himbauan untuk tidak usah berlibur, atau pergi keluar kota. Supaya tidak terjadi perluasan pandemi. 

Ternyata himbauan itu tidak di turuti. Kalau lihat berita di Televisi lalu lintas keluar kota penuh, padat dengan berbagai macam kendaraan. Ada yang berlibur ke puncak, maupun ke daerah lain. 

Memang sih, pemerintah sudah mempersiapkan pengawasan, baik melalui pengecekan rapid tes terhadap para pengunjung yang akan memasuki tempat wisata. Kalaupun sampai ada pengunjung yang terbukti atau suspek sudah pasti pengunjung tersebut akan disuruh kembali kerumah. Semua pengawasan harus di lakukan secara ketat, untuk menjaga agar pandemi tidak merebak kemana-mana.

Pagi ini, rasa bosan tiba-tiba muncul. 

Jurus merayu mendayu-dayupun dikeluarkan. hihihi gak mempan.

Rasanya cuma kepengen ke pantai. Mau ganti pemandangan saja.

Yang biasanya, melihat dinding di ganti dengan suasana yang lebih gimana gitu romantis aja. 

Enggak mempan juga.

"Bagaiman sih, semua orang disuruh berdiam diri, di rumah. Ini disuruh berjalan-jalan!"

"Habis lihat di televisi kayaknya seru, semua orang pada berjalan-jalan. Jadi kepengen juga melihat pemandangan di luar." 

Tetap masih tawar-menawar. Kebiasaan mendesak untuk mendapatkan keinginan terus dilakukan.

"Bagaimana kalau kita naik mobil saja berkeliling. Enggak usah turun, drive thru aja kalau mau makan. Bagaimana, boleh?"

"Liburan di rumah sajalah, sudah cukup."

"Yah sudahlah."

Akhirnya, menyerah juga mengikuti apa kata bos besar di rumah.

Masak saja, terus nonton film kesukaan. Akhir-akhir ini lagi suka drama Mandarin. Yang biasanya drama Korea sekarang lagi kelain hati dulu, hihihi bosen.

Kalau dibanding-bandingkan drama mandarin lebih ringan, enggak terlalu terbawa emosi, terus yang main lucu-lucu.

Rencana sih sabtu ini tgl 31 mau kumpul sama temen cewek. Biasa, kerjaanya cuma ngobrol ngalor-ngidul. Perlu di keluarkan emosi jiwanya. Biasanya sesudah itu, perasaan lebih enak, yang ada di kepala hilang mumetnya. Enggak tahu nih bisa keluar nggak, maksudnya ijin dari bos.

"Sudah tahu masa pandemi, nggak boleh keluar, masih berani juga. begitu biasanya kalimat yang dikeluarkan."

"Iya sudah tahu, tapi masih suka bertanya, hehehe.... Biasa suka menantang, barangkali pertanyaan bisa dijawab hasil positif.

Akhirnya ..., kembali lagi dengan kegiatan yang biasa dilakukan. 

Memasak. Berberes. Sudah beres, mandi. OnlineNonton. 

Karena hari kamis jadwal penyusunan Buletin buat terbit Sabtu ini. Hemm ..., lagi berpikir apa dua minggu saja terbitnya yaa? sedang berpikir apa perlu ada perubahan sedikit.

Hasil akhir dari kegiatan, membongkar pasang Blogspot hahaha ..., dari 7 blog menjadi 3 blog. mau diperkecil lagi.

Duh ... sayang, karena berbeda kontennya, dan banyak lagi isinya. Akhirnya 2 Blog didapat.

Yang penting dalam masa Pandemi ini tetap memperhatikan kesehatan diri sendiri. 

"Yuuk ahh!"


Baca Juga Destinasi Pantai Anyer


Bsd 29 Okt 2020.




Klik 👉👉 All about Me

Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop


Post a Comment

0 Comments