Advertisement

Main Menu

Tempat arisan

 




Ketemuan sama teman itu penting, apalagi seperti aku ini. Teman sesama ibu rumah tangga yang biasanya antar anak kesekolah.

Enggak juga setiap hari. Biasanya sebulan sekali. Ada yang dikejar juga hahaha apalagi kalau bukan uang arisan. Apalagi kalau belum dapat.

Ikut arisan juga kan?



Sebelum masa pandemi, biasanya tempat-tempat baru suka jadi pertimbangan untuk nanti dikunjungi dengan rombongan. Penasaran sih sama tempatnya. Bagaimana atmosfir, makanan, dan yang terpenting untuk aku harganya. Enggak tahu juga kalau ibu-ibu yang lain. Budgetnya terbatas buat aku. Kalau perlu makan kenyang dulu dari rumah, baru jajan sedikit. Cicip saja.

Ah pelit ya? Hehehe, biar saja. Lagian enggak bisa makan enak juga di umurku sekarang. Banyak "teman" yang mengikuti di badan ini.



Biasanya pilihan tempat ditentukan oleh yang kebagian dapat arisan. Enak banget kalau punya teman banyak. Mereka mempunyai informasi yang beragam. Tahu tempat yang aku enggak tahu. Hehehe ibu rumahan suka malas keluar kalau enggak ada yang antar. Kata hubbyku kayak ibu ratu aja. Loh kok ibu ratu? Ya iyalah, kan sudah ada sang putri. Kalau dulu sebelum punya putri, aku dipanggilnya sang putri. Aih ada-ada saja julukkannya. Terima kasih buat hubbyku yang memanjakan. Ibu ratu jadi malas hehehe.

Pilihan arisan dapat tempat yang wao! Kalau enggak pinter setir mobil lebih baik jalan kaki.

Walau aku numpang mobil teman, ada sedikit keraguan. Bisa enggak ya lewat Jembatan kuning ini. Jembatan kecil, pas untuk satu mobil. Kalau salah sedikit bisa masuk deh, terjun ke kali kecil ini.

Yang bikin berdebar juga karena setelah melewati jembatan langsung belok kiri ke jalan kecil di pinggir kali. Jalan tanah. Kebayang kalau lagi hujan, licin .... Untunglah yang bawa mobil, jagoan. 

Memasuki daerah yang banyak pohon, enggak kebayang tempat makannya. Masa ada tempat makan di daerah seperti ini. Kalau mau dibilang tempatnya masih di tengah kota. Tapi ada tempat nyempil tersembunyi. Untung ya, punya teman yang suka makan. Jadi tahu ada tempat makan selain di mal.

Akhirnya sampai juga di Warung Tuman:

1. Seperti rumah biasa saja. Bertingkat. 

2. Tempat makan meja dan kursi dari bambu. 

3. Ambil makanan di kiri rumah seperti ada dapur kecil. Pesan makanan di sini. Nanti diantar ke meja. 

4. Yang bikin surprise di sini piring sama gelas dan lainnya model jaman dahulu kala. Dari seng berbunga. 

5. Udara sejuk. Enggak kerasa kayak di kota. 

6  Beragam makanan rumahan. Kalau sudah lihat makananya enggak tahan pengen semua di cicipi. 


Duh senang deh kalau ingat momen ini. Tertawa bercanda. Tanpa terasa sepertinya sudah dua tahun yang lalu. 

Bersyukur di masa pandemi warung makan masih berjalan. Kalau dilihat dari instagramnya masih banyak yang mampir makan. 

Harus pagi ya datang kesini. Siang suka habis makanannya.


Coba deh!


Love, Audy













Post a Comment

0 Comments