Advertisement

Main Ad

Forever and Ever




Kalau dilihat judulnya langsung aja ingat sama Cinderella. 

"Selama-lamanya" biasanya kalimat ini ditujukkan dalam suatu hubungan suami dan istri.

Doa diucapkan setulus hati untuk pasangan yang baru menikah.  Siapa sih yang mau, baru menikah besoknya cerai. 

Wajah ini mau ditaruh dimana? Sepertinya tatapan orang seperti menusuk langsung ke hati. Serasa mengatakan kamu enggak becus mengurus pernikahan.


Sudah tahu sama tahu kalau di dalam pernikahan menyatukan dua orang yang berbeda pemikiran itu susah. Perlu saling melatih kesabaran. Pribadi yang satu beranjak dewasa dari keluarga yang mempunyai pandangan berbeda dengan yang lainnya. Makanya diperlukan pengenalan lebih dini sebelum memasuki jenjang pernikahan.



Pertemuan pertama dengan kekasih hati biasanya melihat kondisi fisik dulu. Dia tampan atau cantik. Ah ga usah munafik. Setelah melihat fisik baru kita mulai mencoba untuk lebih mengenal dengan berbincang mengenai diri masing-masing. 

Kalau kita merasa nyaman, berarti  maju selangkah untuk lebih mendekatkan diri.

Enggak bisa dibilang juga sih, dari perbincangan kita bisa mengenal pasangan kita. Hahaha .... Biasanya yang dipermukaan itu ah ..., semuanya perfect sempurna.






Perlu seumur hidup untuk mengenal pasangan kita. Enggak bisa dibilang kalau sudah menikah sudah pasti aku tahu dia.

Psstt ..., aku sudah masuk tahun ke 27, april ini 28 tahun pernikahan, huhuhu masih bertengkar hebat. 

Capai hati? Iyalah.

Terus gimana caranya supaya pernikahan tetap berjalan?

Aku kasih tips pernikahanku saja yaa!




1. Menghormati pasangan. Walaupun kadang ada rasa jengkel.

2. Tetap sebagai perempuan harus tunduk sama suami. Biarpun pintarnya selangit.

3. Komunikasi tetap penting.

4. Nada suara harus dijaga. Jangan dinaikkan tonenya.

5. Kadang keputusan suami yang diambil menurut kita salah. Ahhh! Harus menurut, walaupun dalam hati berontak.

6. Sebagai perempuan yang penuh dengan drama percintaan.  Coba tunjukkan pancaran cinta kepada suamimu.

7. Menyentuh. Sering-seringlah menyentuhnya. Ah pura-pura saja. Eh ada apa ini hihihi pegang kupingnya.

8. Sering-sering berduaan saja.

9. Kemanapun diikuti kalau waktu diri memungkinkan. Kata mama mertuaku. Kalau ke salon harus IKUT.

10. Pegangan tangan jangan lupa.

11. Kalau lagi berantem, nah ini yang paling sulit. Minta maaf duluan. Walaupun tahu kita benar. Capee kalau keterusan. Menghabiskan energi, emosi kita.

12. Bete banget. Biasanya habis berantem, suka bete, bawaan sebel. Gampang dengerin lagi lagu-lagu pas saat masa pacaran. Dijamin pasti cinta membara lagi. 

13. Uhuuuiii ... habis berantem itu paling asik, tambah mesra di tempat tidur.

14. Dan dasar dari semua itu adalah berpikiran positif terhadap pasangan.

Waktu awal menikah tidak mengerti. Jadi banyak makan di hati. Rasanya seperti ada yang merenggut dada ini. Belajar setiap saat mencari kecocokan diantara emosi yang berbeda.




Duh beb..., beb.... Butuh bertahun-tahun untuk menyamakan iramanya. 

Kadang kalau lihat berita di televisi, suka kaget. Loh! Bukannya baru menikah? Belum ada setahun. Gampang banget cerainya. Enggak mau pusing. Beb, nikah yang kedua juga sama saja. Ketemu orang yang berbeda isi kepala. Perlu penyesuain juga.


Bersabar saja dengan yang sudah ada. Kalaupun semua yang dilakukan sudah sesuai dan masih menghadapi masalah. Berarti memang si dianya yang enggak benar, atau sudah ada yang lain di hati.

Kalau gitu ah tinggalin saja. Hahaha.


Love, Audy

Klik 👉👉 All about Me



Another Blog :

KeCap Akoe

Audy Jo Books Shop




Post a Comment

2 Comments

Mayuf said…
Tipsnya sangat bermanfaat bund, cuma belum bisa diterapin sekarang karna aku masih jomblo haha
Audy Jo said…
Hahaha. Simpan buat nanti