Hadiah Pernikahan

 





Hadiah Buat Pengantin Baru?


Ceritadiri.com ~ Mau nikah? Wah sudah kebayang nih berapa besaran angpau yang harus disisipkan di meja penerima tamu.


    Beda Zaman

    Zaman sekarang sudah enggak ada lagi kata tabu dalam meminta hadiah pernikahan. Tinggal kirim undangan dan nomer rekening ke aplikasi penerima. Hadiah tinggal di transfer.

    Sudah enggak zaman ke kondangan bawa bungkusan kado. Minimal sekarang bawaannya amplop. Itu kalau dirayakan pernikahannya di gedung.


    Baca juga : Cheers! 


    Kalau yang buatnya sederhana, enggak pake di gedung, tapi di tempat ibadah biasanya kirim undangan digital saja plus nomer rekening. Kelihatan deh yang kasihnya cuma sepuluh ribu. LOL!

    Kalau diinget zaman saya nikah, masih ada yang bawa kado. Padahal waktu tahun 1993, kalau enggak salah, sudah mulai masuk masa transisi antara permintaan kado barang atau uang. 


    Masih Ada Gengsi 

    Kalau dulu tuh biasanya di undangan ada tulisan. 'Dengan tidak mengurangi rasa hormat, bentuk hadiah tidak berupa barang atau bunga'. Benar enggak yaa penulisannya!

    Nah, kalau yang baca begini sudah pasti ngerti. Yang pasti pengantin minta "mentah"nya saja.

    Dilema sih waktu itu. Karena orang tua saya termasuk yang "kuno" cara berpikirnya. 

    Masih ada rada sungkan dengan cara baru itu. Apalagi khususnya Almarhum Ayahanda. Ada rasa gengsi juga. Maklum waktu itu masih kerja dan cukup ada jabatan. Saya anak pertama yang dinikahkan.


    Standar Kado 

    Jadinya ya kado barang banyak menumpuk. Ada juga yang kasih angpau. Biasanya teman saya yang chinese bawanya angpau.

    Sampai sekarang kado barang masih ada dilemari. Ada juga yang sudah saya jual seperti jam dinding. 

    Zaman dulu tuh yang simple bawa kado barang ya seperti jam dinding, mangkok es buah, set cangkir teh, piring yang satu set. Harganya juga ratusan zaman itu. Termasuk mahal juga.

    Masih banyak juga barang hadiah Pernikahan. Saya persiapkan buat anak-anak saja biar mereka kalau menikah bawa semua hahaha.


    Kalaulah ....

    Sebagai yang sudah menikah, dan melihat kembali pada saat pengantinan, kalau ditanya hadiah apa yang diinginkan, atau diharapkan tentulah banyak. Mulai dari rumah, mobil, uang deposito, hadiah bulan madu. Ah semuanya deh yang senang-senang saja. Tetapi enggak bisa juga begitu. Siapalah saya bisa minta hadiah seperti itu hehehe!


    Baca juga : Sorry 


    Namanya pemberian tanpa paksaan. Jadi diberi dengan sukarela. Sebagai pengantin harus menerima dengan lapang dada hahaha! 

    Kok jadi geli sendiri sewaktu menulis topik begini. Jadi flashback, mengingat kembali. Banyak deh pemikiran kalaulah begini ... kalaulah begitu ... kepengin mengulang kembali momen itu.

    Iih ... kecuali memang mau menikah kedua kalinya yaa! Bebas deh sudah ada pengalaman pertama. Jadi dari sekarang sudah dipikirkan mau hadiah apa.


    'nd

    Namanya juga mengikuti perkembangan zaman. Sekarang mau nikah cari yang simpel saja, enggak nyusahin. 

    Masalahnya cuma berapa yang harus kita transfer. Malu kalau sedikit. Mau transfer banyak uang, yang ada cuma secukupnya saja di ATM. Enggak bisa juga tutup mata karena gengsi. Lah, besok kita makan apa?



    Love, Audy



    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar

    AJPena Online Class

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement