Menu

 

Saling Perhatian dan Memperhatikan








Momen hari ini, untung cepat diabadikan, suka terlewat. Alias enggak sigap nih otak mamanya hahaha.

Kebiasaan Ananda berdua yang suka saya perhatikan. Kalau keduanya baru pulang dari sekolah, atau tempat kuliah. Pasti yang ditanya saudaranya.

"Mana, Kakak?"
"Mana, Ade?"

Selanjutnya yang ditanya Papa atau Mamanya. 
"Papa dimana?"
"Mama ngapain aja. Asyiik ya, Mama di rumah terus." Lol.




Kalau pas jamnya makan, sambil ngobrol ... sejak pandemi kebiasaan makan duduk, sekarang berdiri. Karena masuk kamar kebanyakan duduk. Padahal menurut penelitian enggak bagus makan sambil berdiri. Benar enggak?
Tetapi, namanya anak-anak tahu sendirikan. 




Sambil mundar-mandir ngobrolnya. Biasanya karena yang satu sudah selesai makan. Sambil jalan kaki dalam rumah maksimal 30 menit, biar cepat bersendawa. Enggak lupa pegang info dari telepon genggam atau tabletnya.





Banyak juga yang diobrolkan. Mulai dari kegiatan di sekolah, mata pelajarannya, teman-temannya,  sampai perjalanan dari sekolah pun biasanya diceritakan. Soal game? Enggak ketinggalan favorit mereka berdua.



Kadang bingung obrolan tingkat mereka, hehehe. Mamanya enggak ngerti. Kayaknya mereka punya kode tersendiri, apalagi ngomongin teman lain. 

Mama biasanya nimbrung, kalau sudah ditanyai kecengan, Lol.
Biasanya kalau sudah masuk cerita cowok keren, atau cewek keren baru mereka tanya, bagaimana cara menghadapinya. Nah ....




Hari ini, Ananda cantik tanya, Beda SMK dan SMA. SMA Swasta dan SMA Negeri. Ada masukan?

Kalau soal beginian, mama yang masih kuno ini hanya berpikiran kalau SMK, hanya untuk satu minat saja. Sedangkan SMA, biasanya banyak minat yang bisa diikuti. Apalagi kalau jurusan IPA.

Sedangkan SMA Swasta yang pasti bayarannya mahal, cuma level temannya bagus untuk "investasi masa depan". 

Engga munafik sih, emang begitu. Tambah mahal sekolah, tambah banyak anak orang kaya.

Sedangkan SMA Negeri, bukannya tidak ada anak orang kaya, ada juga tetapi tidak sebanyak Swasta. Dan kebanyakan agamanya beragam. 

Biasanya orang tua memasukan ke SMA Negeri, agar bisa masuk kuota Perguruan Tinggi  Negeri, yang mana kuotanya lebih banyak dibandingkan SMA Swasta. 

Benar enggak pikiran mamanya ini?

Habis ngobrol bareng, masuk kamar masing-masing. Kecuali masih ada lanjutan, bolak-balik masuk kamar kakak atau adiknya. 
Mulai ... kalau ada yang enggak sesuai, nada tinggi mulai naik, hehehe. Baru deh, mama lerai.

Lucu yaa, kedua Ananda kesayangan.




 


Love, Audy

Reff:
Foto pribadi
Diolah dengan PicsArt.
Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement