Menu

 

Pagar Besi di Gondol Maling

 




Ceritadiri.com ~ Walaupun sudah meninggal ternyata masih disusahkan juga oleh orang yang masih hidup.

Dapat laporan dari penjaga kuburan alm. Ayahanda yang bikin Ibunda sudah beberapa bulan heboh. 

Enggak habis pikir sih. Pagar besi kuburan bisa diambil juga.

Maklum yang "tidur" di sini ga bisa teriak!

Pagar besi pembatas kuburan, raib entah siapa yang ambil. Iseng banget sih! Apa karena kebiasaan atau lagi butuh uang, jadi kiloan besi bisa menjadi uang yang bertumpuk.

Takut enggak yaaa mereka? Enggaklah! Takut sama yang di Atas, bukan sama yang "tidur"

Pagar besi sisa  yang tertinggal akhirnya dijual juga sama penjaga kuburan untuk bikin tembok pembatas kuburan baru. Walaupun cuma dapat sedikit.




Infonya sih, takut kalau enggak dibatasi lahan yang kosong mau dipakai orang. Padahal itu lahan dipersiapkan buat ibunda. 

Cieee cinta sejati nih!



Kenapa saya juga enggak persiapkan lahan buat saya dan suami ya? Padahal waktu itu masih banyak yang kosong. Sekarang ampun! Sedikit saja sudah tidak ada, kecuali buat jalan setapak.

Kalau ke sini tuh di bawah panorama bukit yang seperti bentuk gajah. Enggak tahu namanya bukit apa, belum di cari infonya. Lain kali yaaa!

**

Perkuburan Kerkhof, Cimahi sudah ada dari zaman Belanda.

Nama Kerkhof dalam bahasa Belanda berarti kuburan. Terdiri dari dua suku kata, 'kerk' yang berarti gereja dan 'hoff' yang berarti halaman.

Dengan ciri khasnya batu nisan berwarna abu. Rata-rata hampir sama. Bedanya kalau zaman dulu layoutnya rapih. Kalau sekarang mumpung ada lahan kosong dijual aja. Jadi mau berkunjung sedikit memutar otak. Hem, belok mana ini!




Oh, iya soal kuburan ayahanda yang pagar pembatas hilang sekarang mulai dibuat lagi dari tembok. Takutnya kalau dari besi, entar dipretelin lagi dan buat dijual sama maling.

Sedikit kekacauan terjadi juga nih, pas mau buat yang tembok. Ada suasana intensitas tinggi juha nih. masak buat tembok kuburan minta 1,5jt!

Perinciannya buat tukang tembok 2 orang, kernek 3 orang. Lho! Mau buat pagar tembok kuburan atau mau buat dapur. Iya, karena kemaren proyek dapur tukang 3 kernek 1.kalau enggak salah.

Usut punya usut, ternyata kalau ada proyek begini, para preman juga udah nongkrong mau ikutan. Penjaga kuburan pak Aripin alias si menol,  penjaga kuburan ayahanda ketakutan.

Jadinya, dicari jalan biar enggak pada nemplok, pekerjaan sedikit-sedikit saja. Bangun sedikit-sedikit aja.




Semoga sih beres. Kita tunggu bukan depan lagi. Biasanya kalau mau natalan ibunda suka nyekar. Hehehe, entahlah ikutan siapa acara natal nyekaran, lol.

Karena yang berkunjung Audy Jo tukang foto, yaaa sambil ... sambil deh! Motoin kuburan, lol! 

Semoga suka ya foto pemandangan di sini. Hehehe ... iih serem ketawanya ....




Love, Audy

Pic by Audy Jo 


Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement