Memasuki bulan Ramadhan, awal puasa seperti tahun sebelumnya biasanya lebih tenang. 

Hari pertama beberapa kantor ada yang memberi ijin libur satu hari. Kalau pertokoan yang saya perhatikan masuk lebih siang. Pola yang dirubah hanya untuk hari pertama mulai puasa. Bagaimana di tempat Sist?

Kalau sudah masuk bulan Ramadhan sama dengan persiapan Hari Raya Lebaran. Benar enggak? Catatan pengeluaran belanja kalau enggak dirapihin atau dikontrol bisa berantakan. 

Beruntung buat umat muslim yang bekerja,  biasanya dapat gajian double. Sama juga yang Natalan. Biasanya memang uang Tunjangan Hari Raya (THR) diperuntukan buat belanja. Kapan lagi bisa beli baju baru atau lainnya. 

Saya juga begitu, THR Natal dapatnya pas Hari Raya Lebaran. Kadang bingung juga THR nya berbeda. Ada baiknya juga sih. Biasanya gaji pembantu double, jadi THR berguna juga untuk dipakai di saat ini. 

Denger cerita adik yang baru datang dari Jakarta. Orang tua murid yang dia ajar minta ijin untuk tidak sekolah karena mau liburan, ada yang mau ke Australia, Bali, Amerika. Memang beda ya kalau yang punya uang banyak!

Sebelum lebaran para orang tua murid sudah mengambil ancang-ancang berangkat sebelum hari H. Tahu sendiri kan, Sist!  Hari H yang dimaksud biasanya 7 hari sebelum hari raya, semua jalur transportasi penuh. 

Saya kalau pergi ke luar kota biasanya pas hari H nya. Berangkat subuh. Biasanya kosong. 

Persiapan lebaran apa saja yang sudah dipersiapkan untuk mudik tahun ini? Yang pasti persiapan Boster vaksin sudah dilakukan yaaa! Harus dilaksanakan dulu deh syarat mudik!

Kebiasaan buruk pas hari raya biasanya lebih besar pasak daripada tiang. Rasanya sudah biasa. Entahlah apa ada syarat yang tidak tertulis, kalau pulang kampung tuh harus begini atau harus begitu. Maksudnya supaya terlihat terpandang atau bisa dilihat orang "nih aku sudah berhasil loh!" Apa betul begitu!

Semoga tahun ini tidak yaaa!

Baca tulisan di Kompasiana, dikatakan bahwa sewa mobil meningkat tajam. Seperti di Malaysia, sewa mobil dengan merk Alphard dan Vellfire sangat digemari. Apakah karena kemewahan atau kebutuhan?

Saya mau berkomentar? Ah, siapakah saya. Yang punya uang mereka, apa urusannya dengan saya. Yang bisa mengkritik mereka. Biarkan sajalah!

Menuliskan cerminan diri saja setiap tahun. Hanya untuk mengingatkan saja di awal, sebelum melangkah lebih jauh untuk mengambil keputusan yang salah. 

Lol jadi geli sendiri. Ngapain susah-susah urusin mudik lebaran, wong diri ini enggak lebaran. Dan lagian sudah enggak dapat THR lagi alias pensiunan. Ngapain dipikirin. Ya, sudah nikmati saja beritanya di Televisi.



Love, Audy