Advertisement

Main Menu

Jelajah Waktu Dari Sekretaris Menjadi Penulis

 



Perjalanan sebagai mentor yang mengajar kelas Penulisan E-Book masih terlalu dini. Mau disebut berhasil tergantung dari sudut pandang. Kalau sebagai diri pribadi yang menjalankannya  pekerjaan ini termasuk sukses. Kenapa bisa disebut sukses? Karena diri sendiri berani melangkah.  Sebagai mentor yang mengumpulkan materi sendiri untuk diajarkan berani menerima murid saja sudah menjadi tolak ukur kalau tantangan ini berhasil. Keluar dari tempurung kata orang tua jaman dulu.

Sebagai seorang penulis, biasanya dilihat dari berapa banyak buku yang diterbitkan. Apalagi kalau buku bisa dijual di penerbit besar menjadi suatu kebanggaan. 

Untuk pencapaian saat ini, baru 12 buku yang sudah terbit dan masih ada 4 dalam percetakkan. Semua masih dalam bentuk kumpulan cerpen yang ditulis bersama-sama penulis lain. Buku Antologi dengan berbagai cerpen dari setiap karakter penulis yang berbeda. 



Sebagai seorang penulis, ingin lebih lagi mempunyai titel penulis plus. Mengikuti perlombaan penulisan cerpen. Ada yang menang dan ada yang gagal. Tapi tetap semangat untuk tetap mengikuti lomba. 

Entah mendapat kekuatan atau talenta dari Tuhan akhirnya bisa membuat E-Book atau buku digital yang bisa dibaca dari gadget. Sampai saat ini baru membuat 30 buah E-Book. Ada yang berbahasa Inggris juga. 



Bahasa Inggrisnya bagus? Ah siapa bilang? Standar saja you know I know hahaha. Jaman sekarang memakai penterjemah sudah lebih gampang. Aplikasi Google translate sangat membantu dalam setiap terjemahan. Walaupun berbeda sedikit dalam penerjemahan bahasa yang diinginkan. 


Berani yaa? 

Berani saja. Kenapa takut untuk salah. Paling kalau salah ada yang menegur, jadi tahu kesalahannya di mana. Tinggal di perbaiki. Jadi deh buku yang sempurna. 




Sudah puas menjadi Penulis?

Rasanya belum semua yang diinginkan tercapai. 

Sebagai seorang Blogger yang masih belajar masih banyak pencapaian yang belum di dapat. Walaupun menulis Blog sejak tahun 2018. Belum merasa sempurna dalam penulisan. Belajar menulis, belajar dari para blogger lain. Tidak semua di contek. Enggak sesuai dengan diri pribadi. Cari formula untuk diri sendiri. Mau seperti apa? Mencari ciri khas seorang Audy Jo tidak mudah. Harus bertemu dengan kegagalan untuk mendapat hasil yang lebih baik di mata orang lain. Karena semua penilaian bukan di dapat dari diri sendiri, tetapi orang lain yang menilai diri kita itu bagaimana.

Membekali diri dengan berbagai ilmu, baik penulisan buku, penulisan digital, photography penunjang untuk membuat layout penulisan E-Book dan juga Blog biar cantik dilihat. Cukup berhasil. Mendapat pujian dari mentor Blog. Tidak berbangga diri, masih terus di usahakan yang terbaik untuk diri sendiri.


Sudah sampai sini saja? 

Tidak bisa juga. Ingin memberi kesempatan kepada yang suka menulis, akhirnya terbit buletin. Buletin My world dibuat bertujuan ingin mengajak para penulis pemula untuk menuangkan ide, atau unek-uneknya. Walaupun untuk pencapaian kesuksesan masih jauh tapi tidak ada kata menyerah untuk berusaha lebih giat lagi.




Berbekal hanya ijasah belajar sekretaris dan manajemen, perjalanan hidup bisa berbelok menjadi seorang penulis. 


Tidak pernah terpikirkan. 

Pada awal perjalanan karier setelah lulus dari Akademi sekretaris di bandung. Melamar sesuai dengan ijasah yang ada. Banyak panggilan yang di dapat. Yang paling berkesan sampai sekarang ketika dipanggil oleh kedutaan Jepang untuk posisi lowongan kerja sebagai sekretaris.  Pencapaian terbesar untuk waktu itu karena susah untuk mendapat kesempatan. Tetapi apa yang terjadi? Tidak sesuai dengan mimpi indah. Larangan keras dari orang tua untuk bekerja di Jakarta. Karena waktu itu memang tinggal di Bandung.  Adat istiadat ketimuran sepertinya masih melekat, yang namanya anak perempuan itu tidak usah pergi jauh-jauh dari rumah. Percuma bekerja mencari penghasilan yang besar kalau akhirnya menikah hanya menjadi seorang ibu rumah tangga saja.


Menyerah? 

Tentu tidak. Walaupun dengan kekecewaan. Melamar di berbagai Hotel di Bandung. Diterima sebagai Sekretaris General Manager di salah satu hotel bintang  dua+. Sedikit lagi jadi bintang tiga hahaha ...,  masalahnya cuma satu belum ada kolam berenang sebagai syarat bintang tiga.

Bekerja selama setahun. Kemampuan berbahasa Inggris yang dipelajari di Australia banyak di pergunakan di sini.

Akhirnya dilamar ....

Berhenti bekerja, belum sih ..., diterima di Sekolah Tinggi yang bergerak di telekomunikasi. Ampun cuma merasakan tempat duduk sebagai Sekretaris Direktur sebentar. 

Akhirnya jadi seorang istri dengan bekerja di rumah. Apa doa orang tua manjur? Aih enggak tahu juga hahaha.



Kita tidak pernah  tahu masa depan kita. Yang penting apa yang ada sekarang di pergunakan dengan sebaik-baiknya.

 

 Apa yang kita perbuat sekarang hasilnya akan terlihat di masa depan. Yang penting berani melangkah. Tuhan menyertai dalam segala keputusan yang baik.


 

Love, Audy



Tulisan ini diikutsertakan dalam 15 Days Writing  Challenge Blogger Pemula

(2)

Post a Comment

0 Comments