Moment Penting




Setiap Keluarga ingin moment kebersamaan di abadikan.

Eh tapi enggak tahu juga hehehe tentang keluargamu. 

Kalau di keluargaku sih. Setiap ada moment pengen di simpan dalam foto. 

Karena aku sudah pernah sampai diujung sana. Nyata nyata setiap flasback  yang terjadi didalam hidupku.

Rasanya ada yang disesalkan. Apalagi kalau belum tercapai. 

Jadilah ..., keinginan yang dipaksakan.

Setiap hal "harus" diabadikan. Walaupun dengan sedikit keluhan disana-sini. 

Tapi apalah ..., kalau Mama yang jadi Boss. Semua harus menurut.

Yuuk gaya yang benar. Ulang lagi nggak benar itu gayanya. "Aduh Mama!"

Hehhe Mama tetap jalan terus. Nggak pengaruh dengan teriakan penolakkan yang ada.

Menurutmu gimana?



audyjo.blogspot.com
BSD 23 Okt 2020



Love,  Audy


Share:

Harus Mau Kebersamaan Selalu Diupayakan.





Setiap Keluarga ingin moment kebersamaan di abadikan. 

Eh tapi enggak tahu juga hehehe tentang keluargamu. Kalau di keluargaku sih. Setiap ada moment pengen di simpan dalam foto. Karena aku sudah pernah sampai diujung sana. Nyata-nyata setiap flasback  yang terjadi didalam hidupku.

Rasanya ada yang disesalkan. Apalagi kalau belum tercapai. Jadilah .., keinginan yang dipaksakan.

Setiap hal "harus" di abadikan. Walaupun dengan sedikit keluhan disana-sini. Tapi apalah..., kalau Mama yang jadi Boss. Semua harus menurut . Yuuk gaya yang benar. Ulang lagi nggak benar itu gayanya. "Aduh Mama!"

Hehhe Mama tetap jalan terus. Nggak pengaruh dengan teriakan penolakkan yang ada.

Menurutmu gimana?







Love, Audy
BSD 23 Okt 2020
Share:

Tim's Project For Mama Audy Jo





By Attila
Share:

Belajar Terus. Nggak Henti




Ceritadiri.com ~ "Ampun ... Mama ..., buat apa lagi!" seru suamiku.
Share:

Mau Bertambah Pintar?




    Menikmati waktu yang mengasikkan siang ke sore. Setelah hampir 3 hari belajar sesuatu yang baru. 

Sungguh, untuk umurku sangat menguras tenaga dan pikiran.

    Sedikit menyesal untuk waktu yang sudah terbuang. Karena pilihan salah yang di buat. 
Sebetulnya pilihan itu sudah ada di awal. Tetapi karena kelihatannya susah, jadi tidak mau di ulik.

    Ah! 'Nggak tahunya setelah belajar mengulik, ternyata lebih gampang kalau dalam segi komersial.

    Nasi telah menjadi bubur, 'nggak mungkin kembali lagi. Blog yang lama sudah penuh dengan Post nggak mungkin di pindahkan ke wordpress yang baru.

    Bimbang diantara dua pilihan.

    Wordpress lebih berwarna-warni cantik, dan jernih gambarnya. Blog lebih suram sedikit.

    Diperbaiki sedikit, hasil dari belajar di wordpress di aplikasikan ke blog, rupanya ada perbedaan dari pengisian pages dan post.

    Pages yang aku pelajari khusus untuk lebih ke pribadi, diri sendiri.
Sedangkan post lebih banyak tulisan yang kita share untuk di baca orang lain.

    Akhirnya, setelah "menyetel" aplikasi blog di dalam mimpi, subuh-subuh terbangun untuk cepat-cepat  mengeksekusi pelajaran yang di dapat di otak.

    Beresin post sana, beresin juga yang lain. Sudah di rasa ok, coba lagi, ah! daftar ke Adsense Google.     
    Mudah-mudahan berhasil. Kalau berhasil wordpress masih di perlukan nggak yaa?



  

Bsd, 15 Agst, 2020



Share:

Harta Karun





Bawa harta karun dari Bandung

Ceritanya jaman dahulu kala mau buat syal buat anak cowok dan cewek. Padahal anak-anak belum ada dan belum kelihatan mukanya udah berani bikin buat mereka hahaha. Alhasil jadi syal biru untuk anak laki-laki dan peach untuk anak perempuan. Ahh ... terharu. Aku kok bisa berpikiran maju kedepan yaa hehehe.

Benang ada yang khusus naik pesawat terbang Qantas hehehe dari tahun 91, masih cakep aja. 

Lihat rajutan cantik di Australia pengin dibikin. Belajar sendiri melalui buku yang dibeli di sana, sekalian stick untuk merajutnya. Nggak lupa benang-benang cantik di borong bawa pulang ke Indonesia.

Namanya perempuan kayak aku ini, kalau sudah suka aku kejar. Walaupun nggak bisa, belajar lebih keras buat bisa merajut. 

Oalaa.. bisa. 

Sebetulnya untuk urusan kerajinan tangan sih udah bisa yang model lain seperti menyulam sama buat karpet mini. Modalnya cuma ada alat yang bisa masuk dalam jaring atau kawat kasa yang ada polanya. Benangnya juga lebih besar, nggak tipis kecil.

Takjub ... gimana ya dulu bikin syal ama karpet mini ini?

Dulu kebanyakan nganggur jadi banyak waktu buat ngulik. 

Belajar hal yang baru biar pikiran nggak butek dan santai dalam menghadapi kehidupan.

Kalau sekarang sanggup nggak yaa? Sanggup, cuma sudah malas. Mata sudah tidak secanggih jaman muda yang nggak usah pakai kacamata plus. Lagian jadinya juga lebih lama.

Kapan waktu jualnya dan balik modalnya. Sekarang udah jaman digital.

Masih enakkan menghayal jadi buku, nggak banyak keluar tenaga, paling laper aja. 
Hehehe ....

Lebih cepat dapat hasilnya dan cepat dijual. Keseluruh dunia lagi. Walau hasil dibagi 2 tapi nggak usah capek-capek ngurusin penjualan.

Sedikit lagi nih E-book yang akan rilis. Eh banyak yang mau dirilis. Coba aja lihat Blogku. Cerita udah banyak. 

Setiap hal aku catat. Jadi kalaupun mau buat naskah tinggal ambil saja ide pokoknya dari cerita di Blog pribadiku. 

Ah, Tuhan baik sama aku.




Love, Audy
Bsd, 5 Agustus 2020


Share:

Bertambah Usia Harus Lebih Bijaksana dan Empati









Sudah kelewat sebulan 3 hari Ulang tahun timmy. Biasanya kalau ada moment cepat ditulis.

Ampun ... lupa ....
Kebanyakan nulis buku nih.

Sebelum pas hari H udah deg-degkan, luar biasa umur timmy mau 17 tahun. Senang, terharu  akhirnya bisa juga sampai ke angka 17. 

Angka 17 memasuki masa dewasa dan harus bertanggung jawab lebih lagi, terhadap diri sendiri atau orang tua.

Bersyukur untuk perjalanan hidup yang Tuhan sediakan. 

"Mau minta apa?"
"Nggak minta apa-apa, Ma, cuma minta isi ovo, buat beli game!"
"Ya, tunggu gajian ya!"
"Iya." 

Anak baik, nggak pernah neko-neko. Apa saja boleh. Terserah papa dan mama. Enggak dikasih juga nggak apa-apa. 

Puji Tuhan, anak yang baik.
Pintar dan senang di rumah saja.

Semoga dengan bertambahnya usia, tambah bijaksana, tambah banyak wawasan, tambah mengasihi Tuhan Yesus, Papa Mama, Ade, juga orang-orang di sekitarnya. 

Empati harus lebih lagi di keluarkan.

Selamat Ulang tahun 
Attila Timothy Nataprawira.

Love, Mama audy


Bandung 28 Juli 2020.


Share:

Traveling Masa New Normal




19⁰
Brrr ....
Pagi ini dingin banget. Lihat di Layar handphone pukul 03.00 subuh.
Mata udah melek. Mau tidur lagi males.
Suara yang nyubuh udah rame.



Begini nih suasana dari kamarku di Bandung setiap subuh.
Beda dengan BSD. Hanya kedengaran Lonceng Gereja saja pukul 05.30

Perjalanan kali ini, sebetulnya terpaksa sedikit. Sebetulnya nggak penting banget hanya buat KTP untuk anakku timmy. Berarti juga merubah Kartu Keluarga. 



Selain itu juga aku harus memperpanjang SIM A. Sudah habis masa berlakunya tanggal 26 Mei kemaren. Deg deg kan juga nih! Apa masih bisa diperpanjang atau harus buat baru lagi.

Terahir dapat info masih bisa sampai Agustus. Mudah-mudahan. Tahu sendirikan kalau udah berhubungan dengan yang namanya Polisi.

Nggak berani mau keluar rumah. Anak-anak hampir 4 bulan di rumah aja, nggak pernah keluar jalan-jalan. Sekali keluar rumah wussh ... langsung pergi jauh ke Bandung.
Suamiku sih nggak mau pergi. Malas katanya. Iya juga, ngabisin uang nggak karuan katanya. Lebih baik buat bayaran yang lain aja.



Masalahnya cuma satu. Tanggal 1 Agustus hari Ulang Tahun Mamiku. Jadi harus pulang dong ketemu Ibu Mertuanya hehehe๐Ÿคญ

Untung sekarang udah ada Toll Fly Over. Berangkat Pukul 9.00 pagi sampai Bandung pukul 11.00 Siang. Dua jam saja. Biasanya tujuh jam. Ahh! Bersyukur.

Protokol bagaimana ini ketemu yang di Bandung. Biasanya langsung cipika cipiki. Sekarang harus mandi dulu. Merawat diri. 
Kalau udah ketemu senang. Jadi pada lupa diri.


Brr...tidur lagi ahh...apa nulis lagi?๐Ÿค”
Masih pukul 04.32.

Selamat Pagi!




Love, Audy

Bandung 27 July 2020.

Share:

Ada Lampunya Bu! Lol


Bodor di pagi buta.

Tiap hari kebangun suka menduga-duga, Jam berapa sekarang?

Apa sudah pagi belum? Kayaknya.belum ada suara burung yang jam 4. Tidur lagi  ahh!
Tiba-tiba kebangun rasanya panik wah udah lewat nih!

Lihat jam yang ada dekat meja, gak kelihatan.
Jam digital kecil warna merah. Aku suka sama jam ini, mungil bisa dipindah-pindah. Masalahnyakalau dalam gelap nggak kelihatan angka jamnya.
Hari ini tiba-tiba seperti ada yang nyetel.di kepala. "Coba dong.daripada meraba-raba nyalain lampunys. Oh! What! @##@##@

 Ya ampun .... Jam digital ada tombol khusus!
 Kalau di tekan nyala tuh lampunya. Jadi ngak usah merem melek perhatiin lampu.dari dekat. Ealah tengah subuh maksudnya jam 3 subuh ketawa sendiri.
Lol .... audy

@audyjo.blogspot.com

Bsd, 22 July 2020
Share:

Akhirnya, Ijasah SD Di Dapat




Penantian selama 6 tahun  bersekolah di SDK ORA ET LABORA terbayar sudah.
LULUS.

 Anak bungsu di Keluarga kecil kami Selesai menempuh pendidikan di Sekolah dasar.
Masih ingat sewaktu mau ke kelas 1 pengen kembali ke Taman kanak-kanak.
Setiap awal masuk sekolah. Pasti muntah. Apa karena aku yang tiba-tiba menyekolahkan di Tk ya?๐Ÿค”
Waktu itu cuma ngajak k TK mau nanya saja, jadwal masuk sekolah kapan.
Dari sekolah dapat info kalau si kecil sudah terlambat masuk sekolah. Wah sudah lewat setengah semester. Alhasil januari langsung masuk TK kecil  jadi sisa setengah semester.woow.padahal kalau di pikir kayaknya aku sudah bener buatin jadwal si kecil masuk sekolah itu juni. 
Kebingungan terjadi karena si kecil lahir bulan Oktober. Jadi kalau di pikirkan sekarang masih kemudaan untuk masuk sekolah.
Ah... apa boleh buat nasi sudah jadi bubur nggak bisa diulang lagi.
 Terharu melihat perjuangannya melalui sekolah dasar. Karena papa dan mama yang sudah mulai malas mengajarkan. Tidak ada kekuatan didalam  pikiran. 
Mencari guru les kalau memang dirasa kurang. Bersyukur untuk  guru les bahasa inggris dan matematika. Anak-anak ku pada pintar dalam menghadapi soal2. Bajasa inggrispun lancar.  Kadang di rumah semua harus berbahasa inggris. Walaupun gramar nggak terlalu benar. Yang penting ada keberanian untuk mulai berbicara. 
Bersyukur untuk anak-anak yang pintar.

LULUS dengan usaha sendiri kalau aku pikir. Iyalah setiap ada tugas sekolah semua dikerjakan sendiri. Tanpa campur tanganku.keculai matematika yang susah baru mereka tanya ke papanya. Itu juga jarang. Memang awal awal aku mengingini nilai yang sempurna, tetapi kesininya aku tidak meminta banyak yang penting mereka mengerti pelajaran yang di ikuti. Cuma nasehatku kepada mereka "kalau tidak mengerti pelajaranya, kejar gurunya. Tanya sampai bisa!" Jangan malu. Memang tugasnya guru disekolah untuk mengajar kalian.
Lanjut dee! SMP di depan mu. Kamu pasti bisa! 
Love you๐Ÿ˜˜๐Ÿค—
Mama.





 
Bsd 19 Juli 2020.
Late pos for 16 juni 2020








Share:

Berbicara Sendiri Untuk Menenangkan Diri






Self Talking.


Hampir 2 bulan di karantina dirumah. Bahasa kerennya #stayathome.

Karena adanya pandemi virus Corona atau penyakit Covid 19. Dimana virus ini menyerang imun tubuh manusia.

Takut?

Tentulah sebagai manusia aku takut. Berharap pandemi ini cepat berlalu, 'nggak bisa keluar rumah.',nggak bisa jalan-jalan ke mall. 

Gayanya yaa ... seperti yang banyak uang keluar masuk toko. 

Hei ... hei ... jangan berburuk sangka yaa memang kalau ada yang bilang "jalan-jalan kemall", itu identik dengan belanja? yaa nggaklah yaoo.

Coba deh sebelum berprasangka pakai sepatu mereka.

Bertambah lelah rasanya. Yang biasanya lebih banyak waktu sendiri, sekarang dari pagi sampai malam semua berkumpul dirumah.

Masak pagi, siang sudah habislah. Sore masak lagi musti pintar-pintar buat menu.

Kadang rasanya badan capee banget pengen tiduran, nggak mau melakukan sesuatu.

Ah mama malas kata anak-anak. Apa benar nggak yaa? mama malas. 

Nggak cocok jadi ibu, malas masak. Malas beres-beres. 

Haloww ... mama juga manusia. Bukan robot. Yang bisa semua dikerjakan.

Lihat umur mama sudah kepala 5 setahu mama  umur segini itu udah duduk manis, ada yang nyiapin semua. Mama sudah tinggal santai bersenang-senang.

Jadi curhat deh mama, karena isi kepala udah butek. 

Untung banyak ikut kelas Online. Yaa online Photography,  online buku  non fiksi, fiksi. 

Apalagi ... oh iya lihat resep-resep di handphone, ikut lomba foto, walau nggak menang. 

Sesaat pikiran tenang sambil mencoba aplikasi di handphone. 

Tempatkan diri diujung dunia, naik perahu, berenang di pantai, duduk di danau.

Untung handphone udah tambah canggih. Tinggal klik searching ... bisa deh keliling dunia.

Senin sampai jumat waktunya anak-anak online belajar. Tidak secara tatap muka, hanya dikasih tugas ... tugas ....
dan tugas .... 

Kadang bertatap muka melalui aplikasi. 

Ah semangat dong sekolah, maju terus. Semoga dengan adanya peristiwa ini sekolah-sekolah berbenah diri menjadi lebih baik. Apa yang kurang bisa di tingkatkan. 

Seperti  cara  belajar online ini. Yang memang bukan kehidupan sehari-hari di sekolah. Yang masih sistem tradisional bertatap muka.

Lupa ... hari apa ini?
"Sabtu lagi, Ma!"

Apa boleh hari sabtu mama libur, pengen santai gitu. Mengharap.  

Bisa sih santai sebentar tapi dengan harga yang harus dibayar. Apa tuh harganya? Misalnya lagi sakit perut..nah tuh boleh mama curi waktu buat tiduran sampai badan terasa hangat.

Belum pernah yaa ngerasanin kalau lagi sakit perut ... apa karena udah ga ada empedu sekarang kalau mules diperut. Sakitnya luar biasa. Kayak mau habis nafas. Usus melintir lintir. Bisa sambil maju mundur miring kiri kanan waktu duduk di WC. 
Berkeringat serasa disiram air. Berteriak untuk bantuan. Air hangat dan obat mules untuk kesakitan di usus. Seperti ada angin yang tertahan. Membuat usus berjalan-jalan.

"Ampun Tuhan!" Kadang  aku minta ampun supaya kesakitan ini lalu. 

Kalau dibilang bosan ya bosan. Tapi memang keluargaku ini, keluarga yang memang betahan dirumah. 

Apalagi WIFI kenceng dirumah. Dan  pada dasarnya semua suka menonton dan main gadget. Jadi yang penting internet jalan ... aman.

Sudah menjadi kebiasaan,  yang dibiasakan oleh kepala keluarga sejak anak-anak masih kecil. Lebih baik ngumpul dirumah dari pada keluar jalan-jalan. 

Memang sih ada jadwal jalan keluarga. Biasanya hanya hari sabtu. kalau minggu khusus keluarga kami ke gereja. 

Sepertinya Tuhan sudah menempa kami dari awal. "Keluarga mu harus sabar dalam menjalani cobaan yaa audrey", kayaknya kira-kira begitu kalau Tuhan ngomong sama aku.

Pelajaran didalam hal keuangan juga begitu. Walaupun sampai sekarang belum lulus-lulus dari masalah. 

Up and down ... down and up... kayak olahraga aja. Jongkok... berdiri ... berdiri jongkok ... kayak roller coster aja. Tahan muntahan aja. 

Kata mami, kalau lagi nggak punya uang tuh jangan kelihatan! 
Maksudnya penampilan harus tetap rapih cantik, bersih. Jangan kucel kayak pengemis kasarnya. Hihihi ... ketahuan deh motto keluarganya.

Suami tersayang juga #WFH  Work From Home. Deg ... degkan tentulah. 

Sebagai istri yaa tentu berkecamuk rasanya didada.
Bagaimana ini kedepannya? Apa pensiun dipercepat? Atau di PHK?

Sebagai istri apa yang bisa aku lakukan! 

Mau kerja dengan umur segini siapa yang mau terima! Sudah gak laku! 

Diluaran banyak yang antri mau kerja, lebih muda lebih tinggi ilmunya. 

Sudah kepala 5 baru tahu passionku dimana. 

Belajar menulis buku, bersyukur ketemu komunitas yang positif.

Sudah lama padahal tahu ini, tapi kenapa ga tergerak ya?
Cuma menggumam. Kenapa baru sekarang?

Belajar untuk mencurahkan isi hati isi hati. sebetulnya sudah biasa. Nih kayak sekarang menulis di blogger pribadi. Apa saja  dicurahkan.

audyjo.blogspot.com
Bsd 9 mei 2020


Love,  Audy 

Klik ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ All about Me













Share:

Deg ... Deg




Papaaa ... Mamaaa ...!

Kakak berteriak, coba lihat ade!
Dari pagi menangis.
Serasa .... yang tadinya lagi main gitar dan bernyayi tiba-tiba berhenti untuk melihat si kecil.

Menangis sambil memegang perutnya. Sakit, Ma! katanya. 

"Coba ambil obat lambung, barangkali ada angin di lambung." kata papanya anak-anak. 

Untung masih ada persediaan obat lambung yang dua hari lalu di beli. 
Keputusan diambil, bawa ke rumah sakit. 

Dengar kalimat rumah sakit, punya ketakutan tersendiri. Bertahan  untuk jangan sampai sakit dan masuk rumah sakit di masa pandemi ini. Takut! Tapi apa boleh buat harus bawa si kecil untuk di periksa. 

Cari Dokter spesialis anak yang pagi adanya dokter Pingkan. Ya nggak apa-apa juga. 

Sudah menjadi kebiasaan saya untuk mencoba semua dokter yang ada di Rumah Sakit Eka. Jadi kalau dokter andalan tidak ada, dokter yang lain bisa menangani sakit penyakit yang kami derita.

"Pukul  8 pagi, jadwal praktek dokter yang pagi, Bu," jawab petugas administrasi RS. Eka ditelepon. 

"Ya sudah tolong dijadwalkan." sahutku.

Akhirnya setelah sarapan pagi kami bertiga pergi kerumah sakit dengan persiapan standar untuk keluar rumah. Memakai masker kain membawa dan hand sanitizer.

Deg ... degkan memasuki halaman rumah sakit di pintu gerbang sudah berdiri petugas yang akan memeriksa suhu dan mencantat informasi pasien yang berkunjung. 

Pertanyaan standar apa kamu sakit batuk pilek demam dan sesak nafas? Apa ada jadwal dari luar negeri atau luar kota? Setelah itu di cek suhu tubuh Puji Tuhan Normal semua.

Daftar di administrasi dan di suruh langsung ke bagian pendaftaran spesial anak. Di cek suhu dan tinggi badan.

Akhirnya, sampai di depan pintu dokter, menunggu giliran untuk dipanggil.

Rutinitas yang sudah biasa kami lakukan kalau pergi ke dokter. Untung suasana tidak ramai. Masih dibilang sepi. 

Apa karena masih ketakutan untuk datang kerumah sakit ya? Pikirku. Ah, syukurlah kalau begitu. Sehingga tidak terlalu ramai. Kami bisa bergerak lebih bebas.

Cek Usg abdomen atas, abdomen bawah, Normal. Sedikit ada sendimen di kandung kemih. Cek urine tidak ada masalah yang signifikan.

Alhasil obat yang diberikan hanya untuk lambung, alergi dan vitamin.  Dan nasehat untuk banyak makan sayuran dan banyak minum untuk mengeluarkan sendimen tersebut.  

Puji Tuhan, menunggu panggilan untuk pembayaran dan obat hampir 1 jam.

Makan pagi dulu di kafetaria. Pesen nasi tim untuk Abigail. Mama dan papa menunggu sisanya saja ๐Ÿ˜†๐Ÿคญ

Ternyata nggak setakut itu datang ke rumah sakit.


audyjo.blogspot.com
Bsd,19 Juli 2020
Late post for Juli 11,2020






Love, Audy


Share:

Gatal ....



Ampun.... biduran....

Alergi yang udah lama nggak muncul. Terahir kayaknya waktu SMA.

Sekarang yang sering alergi Si kecil, bolak balik kasih "citrizin", mama cuma kasih nasehat aja. Karena udah pengalaman gitu ... waktu dulu.

Eh ... pengalamam di rasakan.kembali, huhuhu... gatel, bertahan ga mau minum obat pake bedak aja.

Ampun kulit mulus jadi berantakkan๐Ÿคฃ
"Halahh mama, kulitnya nggak mulus lagi." Hahaha... tenang aja ... penjual kosmetik kan banyak produknya. Penghalus kulit paling ampuh buat ku Si kecil Tender Care.
Mulus lagi dong๐Ÿ˜‰

Bsd, 16 July 2020



Share:

Abigail Secondary One




Hari ini pertama kali mulai sekolah yang benar.
Share:

Mengisi Waktu








Menulis dan menulis.

Mengejar ketinggalan beberapa tahun yang terlewatkan.
Mengambil penulisan secara private, kelas khusus. 
Mulai belajar lagi memakai tanda baca, titik, koma. 
Belajar non fiksi belajar fiksi, antologi, puisi, quote. Semua di borong.
Mendobrak keinginan lama yang sudah terpendam jauh sebelum anak-anak lahir.
Puji Tuhan....
Tuhan memberitahukan kalau talentaku ada disini . Jadi semua yang kulakukan ringan saja kulakukan, tanpa ada beban berat yang kupikul.
Sudah lama mengikuti grup buku tapi baru sekarang aku memberanikan diri. Alhasil sudah 2 buku Antologi yg terbit. Ada beberapa lagi yang akan menyusul. Hari ini baru menyelesaikan Ebook pertamaku.
Surprise harus 30 halaman dengan A4. Nggak tahunya harus memakai A5. Jadilah 50an halaman.
Rupanya. Gampang juga kalau memakai A5. Sudah bisa menjadi Sebuah Novel. 

Semangat mama

audyjo.blogspot.com
27 Juni 2020

Share:

Buletin My World

Indonesia Website Awards

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri

Cuap-cuap Akoe - Cerita Diri
Kehidupan pribadi yang penuh cerita, baik suka maupun duka. Rasa marah atau senang yang perlu ditulis. Ada banyak pelajaran yang dapat diambil hikmahnya. Berbenah diri selalu.

Isi Email - Untuk Cerita Terbaru via Email

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Audy Jo

Audy Jo
Moms like to write, all about life, family and others related to life. Mentor Online Class for Women.

Ebook Audy Jo


Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

AJPena Jasa

AJPena Jasa
Buat Ebook Dan Blog