Dapur Ajaib

 




Dapur Ajaib
Baca juga : Magic Kitchen (English)

 Lucy suka memasak, tapi dia benci dapurnya.  Itu kecil, gelap, dan kotor.  Kompornya sudah tua dan berkarat, wastafelnya bocor, dan lemari-lemarinya berantakan.  Dia bermimpi memiliki dapur yang bagus, dengan oven besar, lemari es yang mengilap, dan banyak ruang untuk menyiapkan hidangannya.


Suatu hari, dia menemukan buku masak di perpustakaan.  Judulnya "Dapur Ajaib: Resep Kesehatan dan Kebahagiaan".  Dia penasaran dan meminjamnya.  Dia membukanya dan melihat catatan di halaman pertama.  Itu berkata:

 “Pembaca yang budiman,


Ini bukan buku masak biasa.  Ini adalah buku masak ajaib.  Jika Anda mengikuti resepnya dengan tepat, Anda tidak hanya akan membuat makanan lezat dan sehat, tetapi Anda juga akan mengubah dapur Anda menjadi tempat yang indah.  Namun hati-hati, Anda hanya boleh menggunakan bahan-bahan segar dan alami, dan Anda harus memasak dengan cinta dan kegembiraan.  Jika tidak, keajaiban tidak akan berhasil.

 Semoga berhasil dan selamat makan!

 Koki Ajaib"


Lucy kagum dan bersemangat.  Dia memutuskan untuk mencoba salah satu resepnya.  Dia memilih yang sederhana: sup sayur.  Dia pergi ke pasar dan membeli wortel, kentang, bawang bombay, seledri, dan peterseli.  Dia juga membeli roti dan keju untuk dimakan bersama sup.  Dia kembali ke rumah dan mulai memasak.

 Dia mencuci dan memotong sayuran, dan memasukkannya ke dalam panci besar berisi air, garam, dan merica.  Dia mengaduk sup dan tersenyum.  Dia merasa bahagia dan penuh harapan.  Dia menyalakan radio dan mendengarkan musik.  Dia ikut bernyanyi dan menari di dapurnya.  Dia tidak menyadari ada sesuatu yang aneh sedang terjadi.



Kompor mulai menyala dan berkilau.  Wastafel berhenti menetes dan menjadi berkilau dan bersih.  Lemari-lemari itu diperbaiki sendiri dan dibuka, memperlihatkan panci, wajan, dan peralatan baru.  Dindingnya berubah warna menjadi cerah dan ceria.  Lantai menjadi halus dan berkilau.  Jendela menjadi lebih besar dan membiarkan lebih banyak cahaya masuk.  Dapur berubah menjadi dapur ajaib.



Lucy mencium supnya dan menyadari bahwa sup itu sudah siap.  Dia mematikan kompor dan menyendok sup ke dalam dua mangkuk.  Dia menaruhnya di atas nampan, bersama dengan roti dan keju.  Dia melihat sekeliling dan tersentak.  Dia tidak bisa mempercayai matanya.  Dapurnya indah.  Itu adalah dapur impiannya.

 Dia sangat bahagia sampai dia menangis.  Dia berterima kasih pada buku masak ajaib itu dan memeluknya.  Dia mengambil nampan dan pergi ke ruang tamu, tempat suaminya menunggu.  Dia terkejut sekaligus senang melihat makanan dan senyuman di wajah Lucy.  Dia bertanya padanya apa yang terjadi.  Dia menceritakan segalanya padanya.  Dia kagum dan penasaran.  Dia ingin melihat dapur.



Mereka pergi ke dapur dan mengaguminya.  Mereka berpelukan dan berciuman.  Mereka merasakan perasaan hangat dan nyaman di hati mereka.  Mereka memutuskan untuk makan di dapur, menikmati keajaiban.  Mereka duduk dan mencicipi sup.  Itu adalah sup terbaik yang pernah mereka makan.  Rasanya tidak hanya enak, tapi juga bergizi dan mengenyangkan.  Mereka merasa sehat dan bahagia.

 Mereka makan roti dan keju, dan minum air.  Mereka berbicara dan tertawa.  Mereka merasa semakin dekat dan saling jatuh cinta.  Mereka memutuskan untuk mencoba resep lain dari buku masak ajaib.  Mereka memilih makanan penutup: pai apel.  Mereka pergi ke pasar dan membeli beberapa apel, tepung, mentega, gula, dan kayu manis.  Mereka kembali ke rumah dan mulai membuat kue.


Mereka mengupas dan mengiris apel, lalu mencampurkannya dengan gula dan kayu manis.  Mereka membuat adonan dan menggulungnya.  Mereka menaruh apel di atas adonan dan menutupinya dengan lapisan adonan lainnya.  Mereka membuat beberapa celah di bagian atas dan mengolesnya dengan mentega.  Mereka memasukkan pai ke dalam oven dan menunggu.

 Mereka berpelukan di sofa dan menonton film.  Mereka mencium aroma pai dan tahu bahwa pai sudah matang.  Mereka mengeluarkannya dari oven dan membiarkannya dingin.  Mereka memotong dua potong dan menaruhnya di piring.  Mereka menambahkan krim kocok dan menaburkan kacang.  Mereka melihat kue itu dan tersenyum.  Kelihatannya dan baunya luar biasa.  

  Mereka memakan pai itu dan mengerang.  Itu adalah kue terlezat yang pernah mereka makan.  Rasanya tidak hanya manis, tapi juga renyah dan lembut.  Mereka merasa senang dan puas.  Mereka minum teh dan makan kue.  Mereka merasa santai dan damai.  Mereka memutuskan untuk tidur dan berpelukan lagi.



Mereka pergi ke kamar tidur dan berciuman.  Mereka merasakan perasaan hangat dan nyaman di tubuh mereka.  Mereka tertidur dalam pelukan satu sama lain.  Mereka memimpikan dapur ajaib dan makanan ajaib.  Mereka memimpikan kesehatan dan kebahagiaan.  Mereka memimpikan cinta dan keajaiban.
 `

`

Sumber AI BING
Pic AI Design by Audy Jo 

English



 

 

 

 

 

 

 

 
Share:

0 Comments:

Posting Komentar

AJPena Online Class

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement