ONLINE CLASS


 

Mama Salah Ya?




"Malas ah mau pergi!"

Begitu kira-kira rayuan hari ini. 

Ketika jadwal ananda muncul d layar hp, mau pergi ke Dokter gigi

Berpikir simple saja sih. Kenapa harus berdua untuk mengantar.

Tetapi,  tetap harus pergi karena 

... entahlah! Rasanya lebih afdol kalau mamanya yang masuk ke ruang dokter gigi. 

Padahalkan sama saja ya? Kan orang tuanya ada dua. Mama dan papa. Selalu standby pada saat seperti ini.


Betulkan? 

Jam menunggu giliran melewati waktu makan siang. 

Sedikit keleyengan. 

Beruntung di tas ada camilan kue non gula. Sambil menunduk comot sedikit sedikit remahan kue coklat. 

... Yum yum mengganjal sedikit rasa lapar yang sedang mendera.

Rasanya fokus sudah mulai kembali on. 

Setelah beberapa menit itu penuh dengan kepanikkan. Takut karena lapar.

Tiba-tiba entahlah air mata menitik, ketika melihat ananda sedang di cabut giginya. 

Rasanya hari ini lebih sulit pengerjaannya daripada dua minggu yang lalu.

Beberapa alat, seperti tang atau entahlah di masukkan ke dalam mulut. 

Berkumur lagi berbaring lagi. 

Ada penyesalan mengapa dulu tidak rajin mencabut gigi susu.


Nasi sudah menjadi bubur. Tidak usah menoleh ke belakang. Maju saja terus! 

Walaupun air mata terurai menguatkan diri untuk bisa menerima. 

Semoga cepat selesai merapihkan gigi ananda.

Masih beberapa lagi gigi susu yang harus dicabut. 

Bersyukur ananda selalu kooperatif dan kuat menghadapinya.


Hadiah yang ditunggu seperti biasa ice cream! 

Pilihan tetap ice crem Walls. 

... Upss! Bukan endorse yaa hehehe.

Mengganjal perut dengan lupis yam yam juga, walaupun tetap masih perlu diisi nasi. 

Belum afdol kalau belum ketemu nasi.

Omg pukul 14.30 baru mulai makan siang. 

Terlambat banget. Pukul 16.00 sudah masuk ke snack time. 

... Ah! Di skip saja snack timenya.

Dua minggu lagi harus kembali lagi untuk mencabut gigi susu yang lain.

"Perlu ikut lagi enggak ya?"



Love, Audy

Posting Komentar

0 Komentar