Advertisement

Main Ad

Terlewatkan Momen Yang Menegangkan

 



Masa keamanan akan tiba bagimu; kekayaan yang menyelamatkan ialah hikmat dan pengetahuan; takut akan TUHAN, itulah harta benda Sion. 



Sambungan

Bersiap-siap, serasa mau masuk medan perang.

Dari subuh sudah bangun. Seperti biasa sih. Cuma waktu pagi di persingkat untuk mempersiapkan "baby kecil" masuk sekolah barunya.

Papa dan mama sedikit panik, walaupun enggak di tampilkan wajah paniknya hahaha.

Serasa membawa petarung masuk ring tinju untuk menghadapi petinju lainnya.

Persiapan ember, air minum, vitamin seperti Maginto untuk pencernaan. 

Untungnya dibangunkan pagi hari tidak ada perlawanan. Tetapi semangat untuk mempersiapkan diri.

Kalau daerah panas sih biasanya sudah mandi keramas. Tetapi ... brrr dingin di sini. Mandi koboi aja deh. Yang penting enggak kelihatan baru bangun tidur.

Sarapan pagi maunya bubur bebe aja. Disiapin roti kayaknya ga bisa tertelan.

Seperti biasa ... sambil menunggu zoom dibuka mama duduk disamping sambil berceloteh ... mulai dari cerita masa kecil,  berpindah sekolah, biar mengalihkan ketegangan.

Woww ... pesertanya 300 lebih. Sepertinya dari semua angkatan. Kelas 7, 8 dan 9 ada 4 kelas. Satu kelas berisi lebkur 31 murid.

Hari pertama masuk sekolah berdoa dan upacara bendera, setelah itu pembagian kelas dan ada tugas kelompok.

Ampun ... sangking lupa barangkali atau ga pernah upacara bendera via online, mau penghormatan malah bingung. Tangan kanan apa tangan kiri. Karena kalau menghadap layar dengan tangan kanan seperti penghormatan dengan tangan kiri. Bikin geli juga momen ini. Lol.

Yang kerennya lagi gaya hostnya seperti penyiar radio. Oala ... ternyata benar SMP ini punya radio sendiri juga ada podcastnya. Medsos apalagi benar-benar deh cocok buat anak jaman sekarang.

Sambil terus memberi semangat. Kendala hanya di Internet saja yang suka "lemot". 

"Coba begini, De!" 

"Psst ... psst ...." 

"Iih di shut ... shut."

Ternyata  "baby kecil" udah ngerti cara main laptop gimana hahaha. Ya sudahlah akhirnya mama keluar kamarnya. Hatinya sudah masuk di grup sekolah.

Yang tadinya papa dan mama berpikir negatif, ternyata tidak terjadi. 

Semangat Abigail.






Love, Audy

Post a Comment

0 Comments