Menu

 

Air Bersih

 






Audy Jo

Pas judulnya! Ketika lagi bingung mencari isi konten yang mau ditulis. 

Seperti biasa saya akan main ke "sebelah", tempat penulisan juga yang penuh dengan penulis canggih. Topik yang mau diangkat tentang penggunaan air tanah. 

Sedikit banyak hampir mengenai kehidupan sekarang ini. Ini adalah salah satu penyebab saya enggak mau pulang dari perantauan saya dari BSD, LOL!

Sejak tahun 1986 saya sudah tinggal di daerah bukit ini. Bilangnya sih tempat resapan air Bandung. Tetapi sampai sekarang, kalau saya perhatikan sih masih terus ada pembangunan di daerah ini.


Baca juga : Kecap Akoe


Flasback sewaktu pertama kali saya tinggal tuh, sudah dibuatkan sumur galian, memang sih airnya bagus jernih. tetapi volumenya tidak terlalu banyak dengan tetangga sebelah yang waktu itu ditempati oleh bagian marketing perumahan yang menjual real estate di sini. 

Airnya berwarna hijau bening dan berlimpah. sedikit bikin iri sih. Kalau air di rumah tidak ada biasanya saya pasang selang dari tetangga. Tentulah minta ijin dulu. 


Baca juga : Renungan Hari Ini


Selama musim hujan air mulai kotor. Jadilah di rumah saya ada bak penampung air yang mana diberi ijuk untuk membersihkan air, saya juga sudah lupa bagaimana dulu bikin penyaringan air bersih ini. Yang pastinya air yang tersedot dimasukkan ke bak besar ini untuk disaring dengan diberikan tawas supaya air jernih setelah itu baru masuk ke dalam toren air untuk disalurkan ke kamar mandi.

Bertahun-tahun seperti ini dengan kebiasaan yang rasanya melelahkan buat saya. Sampai akhirnya dari lingkungan perumahan disini mengadakan wacana untuk membuat satu tempat penampungan besar di atas bukit supaya bisa meyalurkan air ke semua rumah, dan setiap rumah menghentikan penyedotan air secara pribadi. Kembali lagi dengan kalimat bahwa ini daerah resapan air kota Bandung. 

Ceritanyanya sih semua sepakat untuk memakai air dari komplek ini yang biasa disebut PAM Bukit Ligar.


Baca juga :  Tata Kota


Saya pikir dengan pengelolaan yang profesional pasti saya tidak akan mengeluh juga dengan kondisi air kotor, tetapi tidak juga. masih ada saat hujan lebat datang, air pun berwarna coklat tua. 

Mulai bersiap ketika hujan mulai turun, buru-buru menampung air. Apalagi kalau hari ini air lumayan bersih, cepat ditampung yang banyak. Sampai mesin cuci yang biasanya tidak diisi punsekarang menjadi ember besar si kamar mandi ... demi ....

Kalau sudah begini ingat sampai perjalanan hidup di daerah lain. Ciee ... kalimatnya! Padahal cuma ikut Hubby yang "cari uang" di BSD, Serpong, Tangerang Selatan. 


Baca juga : Kencan Dengan Abigail


Airnya berlimpah banyak banget, jernih, untuk pembayaran juga ga ribet. Memang lah beda untuk pengelolaan yang sudah ahli dan yang belum. Apalagi BSD merupakan daerah maju dengan berbagai fasilitas Internasional. Dibandingkan dengan perumahan kecil di bukit ini.

Yeah ... sudahlah mau dibanding-bandingkan enggak akan mungkin bisa. Terima saja dengan yang ada. Yang penting jangan mati lampu, jangan mati air.

Selamat menikmati kehidupan di Bukit yang dingin! Auh hujan lagi!!


Love, Audy

Share:

0 Comments:

Posting Komentar




AJPena Online Class

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement