Sepenuh Hati



Pexels by Helena Lopes




Ditulis di Kompasiana   "Sepenuh Hati"
Ceritadiri.com ~ Sambil melangkah perlahan memasuki gerbang, menuju pelataran hotel, semua mata tertuju pada saya.


    Apakah mereka tahu aku akan melamar pekerjaan di sini? Kelihatan gitu, penampilanku? Atau memang pelamar baru nampak terlihat? Beberapa asumsi muncul di benak.


    Kodratnya

    Kodratnya ... kodratnya ... kata ini selalu terngiang di benak, ketika harus mengambil keputusan pada saat mencari kerja.
    Mulai lulus sekolah sekretaris, mulailah saya "berteman" dengan beberapa koran yang memasang iklan lowongan kerja. Sesama eks sekolah sekretaris juga saling membantu memberikan info loker.

    Beberapa lowongan ada yang sesuai dengan kriteria, adapun yang tidak. Sampai sekarang perasaan menyesal kadang timbul dalam hati, "Mengapa aku tidak mengambil jalan itu." Hanya karena larangan yang sebetulnya tidak masuk akal. "anak perempuan jangan kerja jauh-jauh!'

    Setelah mengambil kursus bahasa Inggris, ada kepercayaan diri yang timbul dalam hati. Rasanya saya merasa ada "pegangan" yang bisa ditawarkan lebih kepada perusahaan yang akan dituju. Seperti saat ini, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Hotel ini.

    Mencoba Peruntungan Pemula

    Memasuki lobi hotel yang  rasanya dingin, kaki saya mendadak seperti berat untuk melangkah. Kenapa ini, hayuuk, semangat, kamu pasti bisa! Mendadak kekuatan serasa menjadi lemah. 

    Tiba-tiba datang seorang cowok ganteng dengan penampilan berseragam coklat,  menghampiri.
    "Kenapa, Mbak? Ada yang bisa saya bantu? Mau melamar ya? Mari saya bantu."

    Duh, sapaan hangat dengan sepenuh hati itu serasa menghapuskan keraguan yang ada di hati.

    Kejelekkan diri ini, ketika  masuk pertama kali dalam suatu ruangan yang belum tahu situasinya, perut akan bergejolak. Jadi ketika ada kesempatan kedua, tidak ada keraguan lagi untuk melangkah.

    Wah, ramah banget nih, Mas Roy. Terlihat hospitality dari cowok ganteng yang menerima saya pertama kali di ruangan tamu hotel. Rupanya dia bekerja sebagai resepsionis, dan hari itu dapat tambahan tugas untuk mengarahkan para pelamar yang baru datang ke ruangan interview. 

    Sambil menunggu panggilan ke dalam ruangan, saya memperhatikan para petugas Front Office di belakang meja penerima tamu.  Mulai dari Bagian resepsionis, Bell boy, Guest Relation Officer. Cara mereka menerima para tamu, mengantarkan sampai ke kamar hotel.

    Ada beberapa point bisa menjadi pelajaran.

    1. Ada ucapan salam, selamat datang
    2. Memberikan compliment berupa jus jeruk atau snack ketika situasi lebih ramai. 
    3. Para tamu diarahkan untuk mengisi form keterangan menginap, dan mengecek ulang pemesanan kamar yang sudah dilakukan.
    4. Kartu penduduk atau indetitas lain yang harus diserahkan, biasanya untuk menjaga sopan santun dalam menginap. Sehingga nama hotel tidak tercoreng dengan label hotel mesum. Walaupun dalam kenyataan masih tetap ada kejadian mesum di hotel.
    5. Memberikan kunci kamar, sesuai dengan pemesanan.
    6. Bagian Concierge biasanya membantu para tamu membawa barangnya ke kamar yang dipesan. Hotel ini tidak terlalu besar hampir seperti villa resor.
    7. Tamu yang melalui lantatur juga dilayani sama, tak ada kelebihan. walaupun mereka tidak turun dari mobil. Para tmau langsung diarahkan menuju kamarnya masing-masing. Karena bentuk hotel ini, ada garasi di bawah kamarnya.
    8. Pemesanan yang sudah terdaftar, mendapakan prioritas cepat. Karena sudah memesan jauh hari, dan sudah selesai pembayaran.
    9. Meninggalkan hotel juga dilayani dengan ramah, mengembalikan uang deposit kalau ada, juga penerimaan kunci kamar, semua harus dilayani sepenuh hati.

    Keramahtamahan di Garis Depan

    Sambil memperhatikan para resepsionis yang sedang melayani, mata saya  enggak lepas dari cowok ganteng itu, Roy! Sudah berapa lama ya dia kerja di sini. Eh, kok malah memperhatikan cowok itu. 

    Yess ... akhirnya saya diterima kerja di Hotel. Saya asumsikan barangkali dari kelebihan saya berbahasa Inggris sehingga diterima bekerja menjadi seorang sekretaris yang langsung dipimpin oleh General Manager. 

    Keuntungannya bekerja langsung di bawah General Manager, atau biasa saya panggil Pak Boss, bisa bertindak seperti Beliau.

    Berkeliling divisi lain sungguh menyenangkan. Kadang bisa mengambil keputusan sendiri, dan tetap ada tanggung jawab yang akan saya laporkan kepada Pak Bos.

    Beberapa waktu setelah masuk dan berkecimpung dalam dunia perhotelan, saya bisa mengetahui "wajah" utama sebuah hotel itu terletak di Front Office. Ternyata besar tanggung jawab para FO di meja depan. Mulai dari menerima masuk dan mengantar keluar hotel. Senyum tidak pernah lepas dari wajah mereka. Keramahtamahan harus selalu mereka tunjukkan dengan sepenuh hati.

    'nd

    Walaupun berbeda divisi, tetapi secara garis besar untuk pelaporan pertama ketika ada masalah sebelum sampai Pak Bos biasanya melalui saya. Meskipun nanti keputusan akhir diberikan oleh Beliau.

    Ah, jadi kangen pengin ketemu sama Mas Roy yang ganteng!



    love, Audy
    Ditulis di Kompasiana
    baca : Sepenuh Hati


    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar

    AJPena Online Class

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement