ONLINE CLASS


 

Belajar Menikmati

 




Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini:




 

"Mulai besok pagi, jadwal bangun dirubah ya!"

 

Wah, mama mulai keluar taringnya. Kalimat yang biasanya rendah sekarang mulai meninggi.
Pernah enggak mom seperti ini?
Dulu sih terus terang aku tuh "galak" dalam artian harus pas gitu kalau melakukan sesuatu. Masalahnya biasalah ... takaran kasih sayang berbeda dalam pengertian di actionnya antara mama dan papa.
Sekarang sih mengikuti irama saja, sesuaikan dengan umur para remaja.
Beberapa kali ikutin acara live di Telegram di grup IIDB ibu-ibu doyan bisnis kayaknya kok belum tembus juga cara pengasuhan dan mendidik sesuai umur.
Nah, yang punya anak umur remaja gimana nih. Ada saran enggak?



Saran yang ada biasanya selalu berpikiran positif saja. Nikmati saja begitu saran dari seorang teman. Betul sih! Jadi keinget kalimat ini sewaktu anak masih bayi. Nanti ada masalah yang berbeda waktu anak-anak mulai besar. Ada masalah di masa sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan juga Waktu Kuliah. Jadi ... nikmati saja.

Bisa gitu menikmati? Jadi kebablasan deh kalau gitu!

Tetap saja ada perbedaan pola asuh antara suami dan istri. Semua dikarenakan pola asuh sewaktu masih anak-anak. Jadi Pola bawaan yang menempel pada orang tua biasanya diterapkan ke anak sendiri.

Apalagi ditambah karena keadaan yang ada. Seperti mendapatkan keturunan yang terlambat. Hal ini menjadi pemicu pola yang lebih condong ke arah lebih memanjakan. Kalau sudah begini siapa yang mau disalahkan? Mau menyalahkan orang tuanya orang tua? Hahaha bahasa apa itu!

Betul juga kalau udah baca tulisan ini. Nikmatilah cara mengasuh anakmu! Lihat perkembangan yang terjadi sambil tetap mempraktekkan pembelajaran yang didapat dari setiap sesi konseling parenting yang ada. Trial and Error

Semangat untuk diri ini.


Love, Audy

Posting Komentar

0 Komentar