Advertisement

Main Ad

Cara Membuat E-Book


"Keren, Mbak!"

"Go Internasional, nih!"

"Gimana cara buatnya? Ajarin dong, Mba!"

Ih! Buat hati ini seperti melayang kalau mendengar pujian.

Pengetahuan seseorang enggak bisa disimpan sendiri harus ditularkan. Walaupun dengan adanya imbalan yang diterima.

Masalah?

Tergantung yang mau! Masih termasuk murahlah nominal yang ditawarkan.

Kalau sudah tahap senior, seorang mentor atau coaching beda nominal. Standar yang ditawarkan jauh! Beda langit dan bumi.

Yang senang nambah ilmu pasti enggak berpikir soal nominal.  "Kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina"

Apa sih sebetulnya Ebook itu?

Apa yang diajarkan?

Buku elektronik (disingkat Buku-e atau ebook) atau buku digital adalah versi elektronik dari buku. 

Jika buku pada umumnya terdiri dari kumpulan kertas yang dapat berisikan teks atau gambar, maka buku elektronik berisikan informasi digital yang juga dapat berwujud teks atau gambar.

Hal ini masih ada sangkut pautnya dengan bidang penulisan. Hanya berbeda hasil akhirnya saja. Yang satu jadi buku dengan fisik berbentuk buku dan yang lain menjadi digital dalam artian tulisan hanya bisa dibaca memakai aplikasi gadget.

Tetapi semua tujuannya untuk bisa dibaca.

Ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dibandingkan buku biasa.

Berikut ini kelebihan yang bisa diberikan ebook dibanding buku cetak pada umumnya 

Tidak mudah sobek dan tahan lama. 

Mudah dibawa kemana-mana.

Tidak memerlukan tempat khusus untuk menyimpan. Mudah Ditandai.

Lebih Murah.

Lebih ramah lingkungan. Pengurangan pemakaian kertas, maksudnya pohon enggak banyak yang dipotong.

 Gampang buatnya. Gampang lah karena sudah sampai tahap menerbitkan sendiri.

Susah! Kalau baru pertama kali mulai penulisan dan mendaftar di Google Play Book.

Musti lebih teliti memperhatikan syarat-syarat dari Google.

Syaratnya apa saja membuat Ebook?

* Yang pastinya ada Hasil tulisan berbentuk Pdf

* Punya gambar Cover ebook. Loh memang harus pakai cover? Namanya juga buat buku tentu ada covernya. Biar pembaca juga penasaran dengan isi buku yang ditulis. Jadi dalam pemilihan cover harus menarik. "Eye catching

* Beberapa teks pengantar 

* Daftar isi kalau ada penomoran.

Tetapi biasanya membuat ebook tergantung penulisnya, mau dibawa kemana model ebooknya.

* Bisa memasukkan gambar untuk lebih menarik mata.

* Quote atau puisi

*Judul sudah pasti

*Isi naskah

* Penutup

* Data diri atau Profile penulis.

* Selanjutnya daftar di Google Partner Center atau Pusat Mitra Google. Tinggal searching aja. Daftar deh!

Kalau langkah selanjutanya belajar di kelas ebook yuk!

Kenapa sih repot banget buat ebook?

Kembali lagi keinginan para penulis mau buat apa ebooknya.

Sebagian catatan di atas hanya standar saja yang biasanya ada di per-ebookan. Kayak cerita kungfu berseri aja.

Ada tips sedikit nih; buat penulisan ebook kalau bisa 20% diawal jangan mengumbar isi naskah, lebih baik berupa teks, quote, gambar atau daftar isi. 

Kenapa? Menurutku sayang kalau diumbar semua secara gratis hehehe. Ih! Pelit 

Dimana-mana hasil karya yang susah payah dibuat masa enggak dihargai. Jangan samakan persepsi diri penulis dengan yang lain yaa.

Setelah daftar di Google Partner biasanya menunggu verifikasi dari Google. Ada yang cepat ada juga yang lebih lama. Pengalaman yang ada membutuhkan waktu 2 hari sampai seminggu kalau standar pemberitahuannya.

Akhirnya ... setiap ada naskah baru pengen cepat di upload. Karena kalau diibaratkan Google play book sebagai perpustakaaan pribadi yang bisa dibaca hampir 60 negara, dan dihargai dengan mata uang masing-masing negara. Lebih baik lagi kalau penulisan berbahasa Inggris.

Tambahan lagi nih untuk pembayaran biasanya perbandingan dengan Google 70:30. Jangan lupa tax dimasukkan biar pendapatan bersih yang kita terima.

Benito, Rindu Semilir Di Pastel Town, Positano


Kalaulah tahu perjalanan membuat ebook itu rasanya seperti mau menangis hehehe walaupun enggak sampai mengeluarkan air mata. 

Jengkel, kesal hampir putus asa.

Lebay deh! 

Sekarang, akhirnya jadi mentor buat Ebook 



Hasil belajar memang enggak berbohong. Seperti kata pepatah apa yang kamu tabur akan kamu tuai. Apa yang kamu lakukan hasilnya akan kelihatan nanti begitu kira-kira terjemahannya.

Banyak peminat ebook?
Rejeki enggak kemana, berpikiran positif saja. Semua ada plus minusnya. Ada penggemar dan ada yang anti penggemar.

Kalau masih dalam mindset tradisional, ebook enggak termasuk dalam kamus di otak.

"Masih suka baca buku asli, yang enak dipegang aja!" 
 
Kalau bertemu dengan orang yang berpikiran seperti itu diajakpun enggak akan mau. Ya sudah tawarkan buku yang ada wujudnya, "siapa takut!"


Love, Audy
Ceritadiri.com

Cek Tulisannya di Kompasiana

Post a Comment

0 Comments