Advertisement

Main Ad

Lebih mengenal lagi Sedikit






Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."




Insight dari Kopdar kemaren di Dapoer Putri Aphochong tidak banyak yang bisa dibicarakan.
hanya beberapa point yang mau disharingkan.

Seperti biasa jam berkumpul tidak sesuai dengan jadwal. Enggak masalah karena saya termasuk orang yang lelet juga. Tidak menepati waktu sesuai jadwal. Biasalah kalau mau dicari alasan banyak juga. Mulai dari terlambat bangun pagi, sudah pasti mempengaruhi jadwal  yang lain. Maksudnya mundur semua. LOL.

Yang merepotkan sedikit pada saat ini, tempat tinggal yang terlalu jauh dari kota karena rumah ada di bukit. Memesan transportasi memerlukan waktu yang tidak sebentar. Tidak ada Transportasi di daerah bukit ligar yang standby. Kalau dari aplikasi pemesanan semua transportasi datang dari arah kota. Jadi memerlukan waktu lebih kurang sepuluh menit sampai duapuluh menit untuk mencapai rumah. Ah, suka bikin sebel.

"Pesen dulu, Ma!" kadang Hubby suka nyuruh. Biar cepat katanya. Jadi pas sudah siap transportasi sudah stanby di depan rumah. Maunya seperti begitu, tetapi ... enggak bisa juga. 

Kebiasaan jelek di pagi hari susah dihilangkan. Tahu sendirikan yang namanya panggilan alam suka tiba-tiba datang. Tergantung juga sarapan paginya apa.
Nah, yang seperti ini nih! Sudah dandan cantik tiba-tiba musti mampir ke "belakang". Jadi mau pesen transportasi repottt. Ya sudahlah!

Akhirnya, bisa juga sampai di tempat acara. Beruntung belum banyak yang datang.  Serius loh acara Ibu-ibu ini. Namanya ibu-ibu doyan bisnis atau disingkat IIDB. 

Wow ... semua berdandan merah membara. Walaupun kategori merah yang dimaksud konotasinya berbeda hahaha Lol. Dengan warna merah yang berbeda ah cuek saja. Saya berwarna merah cabe dan banyak merah ke marun.  Tetapi tetap berwarna merah yaa.

Ada pembicara dari Larasatie usaha perhiasaan. Ampun kalau gelap mata udah ga tahan mau beli kalung, atau gelang dan cincin. 

Cuma berpikir untuk membahagiakan anak perempuan.

Pembicara kedua dari Bank BPR. Sedikit mengantuk sih mendengarkan tentang keuangan. Hehehe males maksudnya, belum pernah berhasil lulus dari pelajaran keuangan. 
Bertahan untuk membuka mata. 

Diminta untuk memberikan kritik dan saran di kertas selembar dan diberikan kepada penyelenggara.

Memberanikan diri memberikan kritik. 

Kalau bisa untuk pembelajaraan keuangan lebih di sederhanakan sesuai dengan kriteria ibu-ibu. 

Seperti aku ini, yang sudah malas mengurus keuangan. Ya, sudahlah, kan aku bukan penyelenggara. Terima saja.

Datang semangkok Bakso, namanya bakso APD karena bakso diselimuti telor jadi diumpamakan manusia memakai masker. 

Ampunnn besar baksonya, mau makan kayaknya sungkan tapi bagaimana lagi enggak enak kalau enggak dimakan. Yang dipikirkan hanya anak-anak di rumah yang suka banget bakso. Nantilah mau ajak anak-anak kesini!

Seperti biasa membeli produk Indscript Creative seperti buku. Kebetulan penulisnya CEO Indscritp Creative sekaliannn minta tanda tangan. Idola ku lah! Karena dari beliau jadi bisa seperti sekarang ini.

Semoga selalu sehat yaa Teteh Indari Mastuti, sehingga bisa membawa banyak perempuan lain lebih menghargai diri sendiri. 


Kesan yang didapat di Kopdar kedua ini mulai lebih mengenal teman satu dengan yang lain. Walaupun belum terlalu akrab tapi namanya juga berusaha. Mau kenalan gimana semua wajah ditutup masker jadi enggak hapal-hapal deh!
 
Bermain game bersama ibu-ibu sungguh menggelikan juga. Ah senang hari ini bisa tertawa, lupa sejenak rutinitas pandemi. Jadi suka lupa tutup masker.

Semoga Kopdar berikutnya lebih baik dari sekarang. Sekilas info sih mau buat acara di daerah Dipati ukur tempat makan yang punya Klinik kecantikan. Semoga saja hehehe penasaran kalau dibilang urusannya tentang kecantikkan.


Semoga berbahagia yaa

Love, Audy

Post a Comment

0 Comments