Yesaya 60:1-2
Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Ketemu wacana konteks cerita tentang perempuan, kayaknya mengenai banget nih buat saya. Ambil cerita tentang diri saya saja deh! Takutnya kalau saya pakai perumpamaan perempuan lain, takut ada yang sakit hati, dan marah sama saya, hehehe.
Dapat undangan pernikahan tuh kadang senang banget, enggak munafik, saya kangen masakan orang lain. Sedihnya kalau pilihan baju enggak ada. Bukan karena enggak ada baju; tergantung mood hari itu, ingin pakai baju apa! Aneh enggak sifat ini, hehehe.
Mematut diri di depan cermin mencari kesempurnaan. Jangan sampai menarik perhatian orang lain di pesta. Malu! Di pikiran, kadang bertanya sendiri, patutkan penampilanku hari ini? Baju bagaimana? sepatu? Make up, tas tangan? Tas tangan saya sudasaranya jika kita hidup seperti ini! Tidakkah kita sadar bahwa Tuhan menciptakan masing-masing perempuan dengan kekhususannya masing-masing. Mendapat keputusan sendiri, karena sudah beberapa kali datang ke acara pernikahan, tas yang paling simpel dan sesuai cuma tas yang bisa diselempang. Hal itu wajar saja, karena ketika prasmanan, kedua tangan sibuk memegang piring dan tangan kanan menyendok makanan ke mulut.
Ketika semua sudah dirasa sempurna, siap berangkat, dan juga bersiap untuk menerima kritikan dari teman perempuan lain.
Ketika ada seorang teman yang mengatakan, 'Wah, engkau kelihatannya tidak cocok dengan warna lipstik seperti ini!'
Bukan saja dalam hal penampilan, namun dalam bergaul dan gaya hidup, kita pun suka membanding-bandingkannya. Mungkin inilah yang membuat banyak perempuan minder dan rendah diri: ketidakmampuan mereka untuk menjadi lebih baik atau sebaik perempuan lain. Betapa sengsaranya jika kita hidup seperti ini!
AJ
Ref:
Hana










.jpg)
0 Comments:
Posting Komentar