Menu

 

Kemenangan

 




Audy Jo 


Menunggu itu paling deh membuat kegelisahan yang berkepanjangan. Belajar sabar kayaknya enggak lulus-lulus.  Greget  bahasa lainnya, hehehe.

    Setelah menulis panjang lebar tentang kemenangan desain baju dari koran. Sekarang kepo ingin mengetahui perjalanan desain baju yang dibeli dari teman di luar kota.

    Sambungan Cerita Sebelumnya

    Satu Tujuan


    Kebiasaan

    Kebiasaan saya yang lain tuh, suka upload sesuatu di medsos. Kebetulan konten Minggu ini berhubungan dengan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

    Setelah ikut lomba, hasil desain busana dibawa pulang oleh masing-masing desainer. Barangkali ada kesempatan lain yang bisa menampilakan desain tim Love.

    Untung di rumah ada manekin, peraga baju dari kayu, jadi bisa ditaruh dan tidak memakan banyak tempat. Sambil mengetik bisa melihat-lihat hasil karya saya dan teman-teman.


    Terkaget

    Eh, kok tumben ada yang japri via masengger. Ternyata teman Facebook bertanya tentang baju desain tim. Mau beli katanya. Terkaget juga saya.

    Berita ini saya sampaikan di grup. Heboh juga. Enggak sampai situ aja beritanya. sudah sampai ke pengurus WBC yang melihat konten saya dengan tulisan  SOLD.




    Berarti tujuan diadakan lomba juga bisa membantu para perempuan meraih sesuatu. Surprise!


    Kesepakatan Bersama

    Mengambil keputusan bersama juga tidak mudah. Dihargai seberapa besar kah karya kami? Mau dibilang segini rasanya kok ... atau segini? Pantas enggak ya? Akhirnya kami mengambil keputusan besarannya.

    Lumayan bolak balik melihat chat di aplikasi, mengajukan penawaran supaya tidak memberatkan satu sama lain dan sama-sama puas.

    Setelah disepakati, saya dan Ananda yang besar mulai membungkus barang yang sudah datang satu persatu dikirim ke rumah.

    Sedikit kebingungan ketika mengepak barang yang halus ini, takut robek.

    Berhasil juga walaupun jadinya tampilan besar, tetapi ringan diangkat.













    Transportasi Pilihan

    "Pakai ojek aja, Ma!' jelas Ananda. Biar enggak repot dan lebih murah. 

    Sambil melihat aplikasi saya mencoba mengerti kalau mengirim barang ke travel bagaimana. 

    Tetapi entahlah kok saya merasa bingung. Enggak ada yang bisa saya pelajari. Barangkali karena kebiasaan saya harus mengetahui perjalanan barang itu untuk bisa sampai ke pembeli.

    "Ya sudahlah mama saja yang antar," sahut saya. Biar mama tahu nanti harus bayar berapa di travel, dan jam berapa nanti dikirim.

    Benar juga untung saya mengambil keputusan itu. Meskipun tadi di motor sedikit ketakutan karena kardus begitu besar, takut kesambar mobil atau motor dari arah berlawanan. 

    Sebetulnya dari rumah sudah dicoba oleh ojol ditaruh dipangkuannya, tetapi baru 100 meter pak ojol kewalahan karena mengganggu stang motornya. Apa boleh buat saya mengambil alih barang, dan memangku di paha kaki kanan.

    Saya pikir pengiriman barang ke BSD, Terminal travel satu yang dekat pompa bensin, ternyata bukan. 

    Coba deh bayangin, saya harus menggendong itu kardus menuju terminal travel kedua, selang satu bangunan. Sedikit risih saja ketika semua mata melihat saya menggendong kardus besar, hehehe.

    Semoga enggak berat, kasihan kalau barang ditimbang lebih dari 5 kg. Setelah melihat daftar harga pengiriman paket di google ternyata ke BSD 30 ribu, 1-5 kg.







    Setelah mendapat kepastian kapan berangkat, dan estimasi barang akan sampai, beban di dada sedikit terangkat, barang akan sampai tepat sebelum malam hari. Tentu saja informasi ini secepatnya saya sampaikan ke pembeli.

    Semoga Semua Pas 

    Latar belakang mengapa saya harus mengirim secepatnya karena permintaan dari pembeli yang akan memakai desain kami esok hari. Sebisanya barang harus sudah sampai hari ini untuk dicoba. Harapan saya semoga barang pas di badan Ananda yang membeli.

    Di dalam kotak sudah saya selipkan catatan kalau desain tidak pas, misalnya kekecilan atau kebesaran, ada langkah-langkah yang harus diambil.
    "Besok siang, Bu!' jelas pembeli, ketika saya bertanya barang akan dipakai kapan. Ah, syukurlah masih ada waktu.

    Berdebar-debar menantikan perjalanan si kardus. Sudah sampai belum ya? 
    "Kalau sudah sampai kasih kabar, yaa?' tanya saya kepada pembeli, ketika menanyakan resi pengiriman barang.

    Woww ternyata pas juga di Ananda yang akan memakainya. 




    Berarti badan model tim desain kami seukuran dengan anak SMK nih hehehe. Syukurlah kalau desain sesuai dengan Ananda yang membeli.

    Setelah meyelesaikan perhitungan dengan pembeli dan teman-teman. Kelegaan mulai datang di hati. Harpannya semoga besok pas acara semua lancar.

    Kemenangan yang didapat.

    Ternyata desain yang dipakai masuk jadi juara kedua juga, bersyukur saya bisa merasakan kemenangan.




    Rasanya kabar gembira ini juga harus disampaikan ke teman-teman di grup besar.




    Semua turut merasakan kegembiraan yang didapat.

    'nd

    Kalau mau di kilas balik, hanya dari koran bekas bisa juga menjadi sesuatu yang berguna. Memberkati sesama, mendapatkan hasil uang yang tak terduga.

    Semoga saja ada even yang bisa mendapat cuan lahi, hehehe. Mata duitan? Yah namanya perempuan semua mata duitan, kan perlu buat beli sayur, beras, ongkos semua pakai duit, enggak mungkin beri kecupan buat tukang sayur atau tukang ojek. LOL!


    Love,  Audy

    Source
    Pic pribadi
    Pic Riana ester




    Share:

    0 Comments:

    Posting Komentar




    AJPena Online Class

    Buletin My World

    Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

    Ebook Audy Jo







    Klik Gambar Buku untuk Beli
    Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

    Advertisement