Menu

 

Jika Aku Jadi Kupu-Kupu

 



Kalau disamakan dengan kupu-kupu "it's Ok-lah." Cantik rupanya, coba deh perhatikan.

Bisa terbang kesana kemari dengan indahnya.

Membayangkan diri ini melayang di udara melihat ke bawah, "hei kamu yang ada di sana! Apa yang sedang kamu lakukan?" Kayaknya seperti itu bertanya kepada yang ada di bawah sana.

Melihat setiap pergerakan para manusia. Ada yang berjalan, ada yang berlari, ada yang melakukan kegiatan bekerja di kantor, di pasar dan dimana saja.

Bersyukur bisa terbang, tidak merasakan kesusahan manusia di bawah. 

Ah, Tuhan menyesuaikan masalah dengan masing-masing kehidupan.

Iih hujan ... terpaksa mencari tempat berteduh. 

Rasa tidak puas mulai terasa. 

Ternyata masih enak menjadi manusia. Tidak usah terbang ke sana kemari

Aku hanya bisa dipandang saja untuk kecantikkanku bukan dari cara hidupku.



Love, Audy


Share:

Lakukanlah!

 



Tambah umur tambah lemes.

Benar enggak ya?

Dalam artian "lemes" di sini bukan arti sebenarnya yaaa.

Merasa sudah tidak punya kemampuan kalau bisa dibilang sih!

Apalagi yang sudah punya anak-anak dewasa, rasanya ya sudahlah nikmati saja nunggu dari anak-anak saja.

Enggak salah juga sih! 

Sudah cape ya, Moms? 

Mulai dari anak-anak baru lahir. Sepertinya ilmu yang ada di para mama-mama diturunkan ke anak-anak. Rasanya pengen semuanya diturunkan ke mereka. Sehingga ilmu yang ada di mama semua selesai.

Di umur sekarang terus disuruh belajar, duh waktu santai untukku kapan? Kalau bisa menjerit, udah dari tadi jeritan kencang terdengar hahaha ....

Beruntunglah ketemu tempat belajar yang sesuai. Harus terus menambah ilmu biar otak kecil di kepala masih bisa berfungsi.

Bersyukur yaaa. Tuhan kasih otak untuk berpikir.

Semoga apa yang kita pelajari dapat kita wariskan untuk anak-anak.


Semangat.


Love, Audy


Share:



AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement