Menu

 

"Beranak Cuculah, Penuhi Bumi"



BACA JUGA DI KOMPASIANA


 

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 


"Child free" versus "Beranakcuculah"

Kalau mau dibilang salah atau benar tergantung dari sudut pandang mana. Dilihat dari agama yang aku anut ada tertulis "beranak cuculah dan penuhi bumi".  Tetapi kalau dilihat dari kenyataan yang ada jaman sekarang, menurut aku yaa ..., kebanyakan pasangan muda prioritasnya berbeda. Lebih "getol" mencari uang ga mau ribet mengurus "keluarga". 

Mencoba melihat "kebelakang" pernikahan indentik dengan menghasilkan keturunan. Kadangkala pasangan yang baru menikah pasti ditanya "kapan punya anak?"

Ah ... seperti pengalaman diri saja. 

Bukan karena pasangan angkatan lama yaa hehehe. Keadaan yang memang terjadi karena kondisi untuk saat itu belum, bukan tidak mau memiliki anak. 

Awalnya hanya ingin menikmati berdua saja. Maksudnya santai saja. Tetapi karena masih dalam lingkungan keluarga yang tradisional mau enggak mau setiap bertemu keluarga inti ataupun keluarga besar ucapan pertama saat bertemu "kapan punya anak?" Satu kali, dua kali, tiga kali ucapan itu seperti angin lalu. Tetapi kalau pertanyaan itu sering datang, namanya "angin badai" di dalam hati.

Akhirnya ..., berusaha untuk mendapatkan. Di dalam perjalanan tidak mudah juga.

Sampai diambil keputusan ya sudah! Hidup berdua saja banyak keponakkan dianggap anak yang bisa diurus. Hidup berdua lebih asyik, bisa jalan kemanapun tanpa bingung dengan adanya "buntut" serasa "bulan madu" terus. Mau pulang malam juga ga masalah.  Kalaupun dimasa tua ga ada yang mengurus masuk saja panti jompo, beres ..., yang penting ada uang bisa bayar.

Jadi ... garis besarnya punya anak itu memerlukan biaya dan waktu yang dicurahkan. Membuat kebebasan secara pribadi hilang. 

Enggak bisa menyalahkan juga untuk anak-anak jaman sekarang yang memilih untuk tidak memiliki keturunan. Apalagi keputusan diambil bersama bukan salah satu pihak saja. Enggak masalah buat mereka berdua. Masalah besar biasanya ada di dalam keluarga besar kedua belah pihak. Kerinduan "Oma dan Opa" untuk melihat keturunannya berlanjut, melihat rupa "sang cucu" idaman. Walaupun kadang di mulut mengiyakan keputusan yang diambil anak menantu tetapi di dalam hati siapa tahu.

Tetapi rencana manusia berbeda dengan rencana Tuhan. Bagaimanapun caranya penolakkan itu tidak bisa membendung apa yang akan diberikan Tuhan.

Tidak bisa ditolak,  mengucap syukur untuk pemberian dua buah hati yang ganteng dan cantik.



Love, Audy

Ceritadiri.com



Share:

Nah AKU Kasih Jendela





Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku, 



"Hati-hati dengan setiap ucapanmu"

Begitu kira-kira nasehat dari orang tua atau pembimbing rohanimu alias Gembala pembina di gereja.

Namun dalam prakteknya kadang semua terlupakan, karena begitu cepatnya pola berpikir untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan.

Seperti tersentak ... ketika pagi ini duduk di depan jendela besar kamar tidur. Menghadap pemandangan Kota Bandung yang penuh sesak. Gedung tinggi terlihat seperti berantakkan dimana-mana.

Seperti ada yang mengingatkan 

"Nah! Sekarang Aku kasih jendela untukmu!"

Woww ... suara itu jelas terngiang di telinga dan juga mengingatkan doa yang sering aku naikkan. "Ah coba ada jendela ya buat lihat pemandangan dari kamar."


***

Duh lagi nulis tiba-tiba emosi datang. Ada suara yang menjelekkan anak lelakiku. Mengeluarkan emosi, ngomel sebentar sambil mewek. Ah tarik nafas dulu ... lanjut.


 ***

Memang kondisi kamar yang lama di rumah BSD tidak ada jendela dengan pemandangan. Adanya jendela dengan nakas bukaan menghadap dinding yang menghirup udara dari asap dapur di bawahnya.

Walaupun begitu masih bersyukur karena bisa mengalihkan perhatian dari meja kerja memandang keluar melihat barang yang ada di lantai bawah.

Kondisi seperti ini yang suka bikin berandai-andai sambil mengadu kepada Yang Di Atas.

Akhirnya ....

Sekarang duduk di jendela yang diinginkan. Tetap saja sebagai manusia masih ada kondisi dirasa kurang. 

Bersyukurlah ....



Love, Audy

Cuap-Cuap Akoe 




 

Share:



AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement