Menu

 

Akhirnya ... Vaksinasi pertama.

 




"Untung saja ... cuek aja kita turun ke bawah." Begitu kira-kira sepotong cerita seru yang dilontarkan sang suami ketika mau di vaksinasi.

Sudah beberapa bulan di tempat yang baru, daerah yang udaranya beda banyak persiapan yang perlu dibenahi. Mulai dari adaptasi kondisi badan, makan, pola tidur, kebiasaan baru semua harus disesuaikan dan running well. 

Apalagi mulai dari awal dalam hal kesehatan. Berkas-berkas riwayat kesehatan tidak ada di Rumah Sakit manapun. Memindahkan BPJS membutuhkan waktu. Daftar Rumah Sakit untuk pegangan, sekalian dokter yang menangani harus hapal dengan kondisi badan. Capek mengulang dari awal ... bercerita lagi ... terus menerus. Rasanya berat tapi apa boleh buat harus dilakukan. Dari hasil raport merah sampai akhirnya dapat surat boleh vaksinasi.

Setelah semua berjalan baru mulai melihat keperluan yang lain, seperti vaksinasi ini.

Ikut daftar di dekat rumah, tidak ada quota. Sampai diajak saudara tidak dapat juga. Mau daftar yang tanpa antri minta KTP kota ih kok! 

Ternyata tidak mudah mau di vaksinasi.  Dapat link pertama. Sejak mulai daftar ditolak karena quota penuh. 

Masuk link kedua di tempat yang sama dan berhasil.

Dapat di tanggal 24 kemaren pukul 16 persiapan sudah dilakukan. Info dari yg pernah vaksinasi di tempat ini harus persiapan minum dan makan.

"Coba cek dulu kok ada info suruh datang!" Suami minta di cek WA nya karena ada info terbaru.

WA tempat daftar dengan link pertama ternyata ... tiba-tiba nyuruh datang karena bisa vaksinasi. Pertama bingung kok bisa mendadak. Ternyata ya .... Ada dapat info dari IG tentang "vaksinasi dimana" kalau ada pak menteri yang datang kesana dan sepi, jadi tiba-tiba mengundang yang sudah ditolak weleh ... weleh... memangnya semua orang pada santai pas dapat undangan mendadak.

Yang bingung tuh ... kan sudah dapat jadwal di link yg kedua, dan dapat jadwal tanggal dan waktu kok bisa suruh datang. Sampai sekarang ga habis pikir.

Jadi dari link pertama diundang dan dijadwalkan tgl. 26 untuk Vaksinasi yang mana tanggal 24 sudah terdaftar melalui link kedua untuk vaksin. Hihihi bingung engga bahasaku .... Aku juga bingung  hehehe.

Jadi diabaikan saja info dari link pertama yang awalnya sudah menolak karena quota ga ada.

Ajaibnya pada tanggal 24 sesuai daftar di link kedua hampir saja ditolak. 

Dimana-mana kalau diundang sudah harus siap dan datang sebelum acar dimulai benar enggak? Dapat jadwal pukul 16 otomatis dari rumah pukul 15 karena tidak terlalu jauh tempatnya dari rumah.

Di gerbang pintu masuk dicegat sama sekuriti, "Pak vaksin sudah habis jadi datang besok lagi!" Bengonglah terkaget dong! Wong jadwal pukul 16 kok jam 15:30 ditolak buat vaksinasi. Untung  ... masih ada untungnya. Suami ambil inisiatif " saya coba cek dulu ya pak kebawah!" Gedung Ganesha memang terletak seperti dilembah kalau dilihat. 

Sambil bertanya di sekitar gedung dimana tempat vaksinasi. Sepi ....

Akhirnya ketemu tempat vaksinasi itu. Enggak ada orang tambah bingung deh. Bertanya kepada petugas yang sudah pada santai. "Saya mau Vaksinasi dapat pukul 16 bagimana?" Begitu kira-kira pertanyaan suami. "Bapak dari komunitas atau umum?"

Dijawab dari "umum"

"Sebentar di cek dulu!"

Info yang didapat dari suami kok panitia seperti sudah tidak ada. Dan rata-rata seperti tidak siap, karena sewaktu pencatatan saling bertanya "ini nyatatnya bagaimana, terus gimana bla ... bla ...

"Silahkan bisa, Pak!" Tiba-tiba dari petugas mempersilahkan suami dan anak yang besar boleh vaksinasi bersama empat orang lainnya yang memang jadwal pukul 16.




Akhirnya selesai juga vaksinasi dengan tidak ada kendala setelah di observasi 15 menit.

Hanya ada sedikit tidak berkenan dengan cara pelayanan panitia yang ada mulai dari penjaga pintu di awal kedatangan sampai petugas yang memeriksa. 

Kenapa bisa dibilang begitu? Setahuku sewaktu cek tensi harus mengulang beberapa kali. Ini hanya satu kali dan tensi suami 160/100 mereka mengasumsikan "capek ya habis jalan, Pak?" So ... mustinya suruh istirahat dulu sebentar biasanya untuk diambil tekanan darah lagi beberapa menit kemudian. Nah di sini yang tidak. 

Bersyukur kedua yang terkasih tidak ada masalah. 

Semoga kita selalu sehat.

Giliran sang cewek-cewek jadwal vaksinasi. Lihat faskes yang bisa menerima Ibu dan anak.



Love, Audy

Cuap-cuap Akoe 

Share:

Wadah Masker Bolak Balik Tanpa Tali




Akhirnya ...

Model masker kain warna biru jadi juga. Walaupun tangan ini suka nakal hehehe maksudnya suka kebanyakkan ide yang mau dilakukan. Padahal sudah ada cara buatnya, tinggal ngikutin aja. 

Di "kepala" suka bertanya kalau "jalan" begini gimana? Jadinya bagaimana. Sudah mau selesai ternyata harus dibongkar lagi karena "jalan" baru salah. Iihh!

Kalau sudah ketemu selahnya cepat 20menit juga sudah beres. Pertama buat butuh beberapa menit karena belum tahu. Perlu beberapa kali setrika yang ternyata tidak perlu disterika, kecuali kain kusut banget yaa.

Ada kendala sedikit sewaktu sudah jadi. Masker kain tidak menempel dengan kencang di wajah. Tapi ah pengen gaya modis hehehe ....

Yuk buat :

1. Ambil masker yang cocok sama kita.



2. Lipat dua

3. Lebarkan 

4. Jiplak di kertas gambar bagian mukanya.



5. Untuk sisi tinggal diberi titik saja.



6. Hubungkan titik tersebut.




7. Gunting

8. Taruh di pola. Perlu 2 pola untuk depan belakang.

9. Tambah nat 1cm untuk jahit



10. Tindas pakai karbon di bagian jelek kain. Supaya rapih jahitannya. (Kalau aku ga suka mengulang dua kali kerja)



11. Jahit pinggiran

12. Jahit celah terus dibalik

13. Sisipkan di bagian yg bagus.


Untuk bagian celah :

1. Jiplak bagian sisi belakang masker. Lebih kurang 3cm nanti taruh dilipatan kain.

2. Butuh 2 lipatan untuk kiri dan kanan.








Ah susah jelasinnya 😆

Lihat u tubenya yuk!





Selamat mencoba


Love,  Audy

Ceritadiri.com

Note:

Dapat ide nih sebelum di balik, utk pinggiran dikasih karet elastis. Jadi pas dibalik pinggiran agak berkerut.



Share:



AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement