Menu

 

Setiap Pilihan Ada Kesusahannya Sendiri.

 



"Yah sudah kita pindah, kembali ke rumah."

Percakapan final di ambil oleh kepala keluarga.

Memutuskan langkah apa yang harus diambil, begitu sulit.

Banyak pertimbangan cari yang terbaik menimbang plus minusnya.




Tanya anak-anak, terserah orang tua. Sebagai orang tua kadang ada rasa takut pilihan yang diambil sudah benar sesuaikah? 

Kalaulah bisa melihat masa depan sudah pasti pilihan bisa ditentukan dengan mantap. Karena pilihan yang kita ambil menjadi dasar apa langkah kita ke depan. 

Belajar menetukan free will sendiri bertanggung jawab untuk pilihannya. 

Tuhan akan memberkati apa yang sudah kita pilih kalau berkenan, dan akan mulus semua langkah kita. 

Enggak bisa juga kita hanya berteriak-teriak, Tuhan ... Tuhan ... tolong pilihkan kemana kita harus melangkah. Setelah itu pilih kancing yang ada di atas atau  yang ada di bawah, warna merah apa putih.




Yang pasti pilihan sama dengan bertanggung jawab.

Pernah ketemu masalah? Terus milih di antara dua kancing yang sudah di tandai.

Kancing A jawaban Iya, kancing B jawaban Tidak. Seperti gambling atau judi ya? 

Mau dengar suara Tuhan?  Sampai sekarang sepertinya belum bisa kecuali hati nurani yang berbicara dengan nalar yang ada. Ambil waktu setiap subuh untuk merenungkan segala sesuatu yang sudah terjadi atau yang akan terjadi kalau sudah memilih tujuan hidup.




Keputusan sudah diambil, mantapkan saja tinggal berserah kepada Tuhan. Kalau memang pilihan tepat semua berjalan mulus. Kalaupun tidak pasti ada jalan lain yang Tuhan belokkan. 

Percaya saja.

Selamat Hari Rabu sobat.



Love, Audy

Bsd maret31


AJ Books Shop


Klik 👉👉 All about Me




Share:

Perlu Tekad kuat Untuk menciptakan Yang Terbaik.





Kadang menulis suka mood-moodan kalau lagi terbawa irama enak banget semua mengalir bisa sampai selesai.

Kadangkala lagi senangnya menulis, ada pengalih seperti tamu yang datang tiba-tiba, kurir kirim barang, telpon masuk atau keluarga yang butuh bantuan.

Trus!

Di cuekin?

Enggak bisa!

Menulis sudah di pertengahan tiba-tiba berhenti ..., buyar. Paling enggak enak kalau sperti ini.


Belajar menulis hampir setiap hari. Kadang salah menulis musti buka kamus. Tata bahasa masih belepotan hahaha.

Semua dikerjakan dengan maksimal hasil akan maksimal juga.

Yang penting prinsip diri, jangan berhenti menulis walaupun kadang malas. Sedikit-sedikit  goreskan di blof atau IG atau Facebook.

Berat kadang kalau datang malasnya. 

Bersyukur hasil lomba tahun kemaren baru dikirim ke rumah. Pasrah sih. Buku enggak jadi-jadi banyak kendala.




Kadang kaget juga melihat diri sendiri, kok bisa menulis cerpen. Biasanya kalau mau ikut lomba dan menciptkana cerpen cepat dan mengalir udah pasti bisa masuk nih.

 Percaya diri?

Kalau enggak percaya diri gimana atuh menguatkan diri, bangga dengan hasil yang tercipta. 

Berterima kasih untuk para mentor yang mengajarkan arah tujuan penulisan.

Selamat makan siang.


Love, Audy



Klik 👉👉 All about Me




Share:



AJPena Online Class

Cerita Lain di Blog

Buletin My World

Klik Ikuti - Untuk Cerita Terbaru

Ebook Audy Jo







Klik Gambar Buku untuk Beli
Pembayaran via : CC, Alfamart, GoPay, OVO

Advertisement